MOGADISHU, KEMPALAN: Sebuah bom bunuh diri yang terdapat di sebuah mobil meledak di Mogadishu, Ibu Kota Somalia pada hari Jumat (5/3) di malam hari menewaskan 20 orang dan 30 lainnya terluka. Ledakan terjadi di restoran Luul Yemani dekat pelabuhan kota itu.
Restoran tersebut juga terserang ledakan tahun lalu. Padahal Ibukota dijaga pasukan keamanan dengan sangat ketat terkait dengan diadakannya antisipasi demonstrasi yang direncanakan pada hari Sabtu oleh aliansi pemimpin oposisi atas pemilu yang ditunda. Demonstrasi pun pada akhirnya di tunda.
Melansir dari Africanews, tidak ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab tetapi negara itu menghadapi serangan berulang oleh gerilyawan al-Shabaab yang terkait dengan al-Qaeda. Kelompok tersebut telah melancarkan pemberontakan dengan kekerasan di seluruh negara Tanduk Afrika.
Mereka diusir dari Mogadishu oleh pasukan pemerintah yang didukung oleh 20.000 penjaga perdamaian Uni Afrika pada tahun 2011.
Tetapi kelompok itu masih mengontrol sebagian besar wilayah di luar kota, dari mana mereka melancarkan serangan terhadap sasaran pemerintah, serta sesekali melintasi perbatasan untuk melakukan penggerebekan di Kenya.
“Sebuah mobil yang melaju kencang meledak di restoran Luul Yaman. Saya pergi ke restoran tapi lari kembali ketika ledakan mengguncang dan menutupi daerah itu dengan asap, ”kata seorang warga, Ahmed Abdullahi, melansir dari Aljazeera.
Setidaknya satu bangunan di dekat restoran itu runtuh setelah ledakan dan orang-orang dikhawatirkan terjebak di reruntuhan. Pengeboman terjadi pada waktu makan malam ketika restoran sudah penuh.
Sejak 1991, Somalia hanya memiliki pemerintahan pusat yang terbatas dan sedang mencoba untuk membangun kembali pemerintahannya dengan bantuan Perserikatan Bangsa-Bangsa. (abdul manaf farid/Africanews/Aljazeera)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi