SURABAYA-KEMPALAN: Saifullah Yusuf alias Gus Ipul. Hampir semua orang Jawa Timur mengenalnya. Ia wakil gubernur selama 10 tahun sejak 2009 sampai 2019. Gus Ipul semanak, grapyak, dan doyan guyon khas wong Jawa Timur. Jumat (26/2) Gus Ipul dilantik menjadi walikota Pasuruan untuk lima tahun kedepan.
Bersama 16 kepala daerah hasil pilkada serentak 2019 Gus Ipul dilantik oleh Gubernur Khofifah Indar Parawansa yang tidak lain adalah pesaingnya pada pilgub 2019 yang lalu. Di arena politik Gus Ipul bisa disebut sebagai seteru bebuyutan bagi Khofifah. Mungkin belum pernah ada orang bersaing berebut jabatan sampai tiga kali berturut-turut seperti Gus Ipul vs Khofifah. Mereka tiga kali berhadap-hadapan dalam pemilihan gubernur Jatim sampai dengan pilgub 2019. Dua kali berturut Khofifah kalah melawan Gus Ipul yang menjadi wakil gubernur mendampingi Soekarwo. Baru pada grand final 2019 Khofifah bisa menang ketika sukses mengalahkan Gus Ipul yang menjadi cagub berdampingan dengan Puti Guntur Soekarno..

Ketika akhirnya kalah dari Khofifah banyak yang menduga karir politik Gus Ipul habis. Bayangkan saja, umumnya karir politik itu arahnya naik, seperti Jokowi yang merangkak dari walikota menjadi gubernur, lalu menjadi presiden. Gus Ipul berjalan mundur dari menteri turun menjadi wakil gubernur, lalu turun lagi menjadi walikota. Gus Ipul pernah bercanda, bisa-bisa nanti dia pensiun sebagai camat atau lurah.
Gus Ipul menjabat menteri Pembangunan Daerah tertinggal pada kabinet SBY 2004, tapi kemudian menjadi korban resafel pada 2007. Beruntung Gus Ipul punya teman Sutrisno Bachir yang ketika itu menjadi ketua umum PAN (Partai Amanat Nasional) yang mempertemukannya dengan Imam Utomo, gubernur Jatim yang purna tugas dan mempersiapkan Sekda Soekarwo sebagai ganti. Gus Ipul pun mendampingi Pakde Karwo menjadi wagub dua periode. Selesai menjadi wagub giliran Gus Ipul maju menjadi cagub. Tapi ternyata.kalah dari Khofifah.
Tapi sebagai politisi yang berpengalaman Gus Ipul terbukti ulet, tahan banting, dan punya nyawa rangkap. Dia memilih uzlah sebentar. Pada hiruk-pikuk pilpres 2019 ia banyak mendapat tawaran untuk membantu pasangan Prabowo-Sandi. Gus Ipul memilih ngadem dan ngopi di kampung halamannya di Pasuruan sambil mengelola tempat pariwisata yang dinamainya Ngopi Bareng Pintu Langit. Dia enjoy dengan perannya yang baru sebagai pengusaha. Sampai kemudian pandemi datang dan tempat wisata menjadi korban, sepi, dan nyaris tutup.
Tapi naluri politiknya tidak pernah mati. Begitu ada pilkada serentak, tiba-tiba namanya muncul menjadi calon walikota menantang petahana Teno Prasetyo. Tanpa kesulitan berarti Gus Ipul menang mutlak hampir 70 persen.
Kota Pasuruan yang hanya terdiri dari empat kecamatan dan berpenduduk sekitar 210 ribu jiwa tentu enteng buat Gus Ipul yang selama sepuluh tahun menjadi wakil gubernur setiap hari berkeliling Jatim. Selain mendapat dukungan dari politisi berpengalaman Misbakhun, anggota DPR RI dari Golkar, Gus Ipul mendapat dukungan moral dari adik kandungnya, Irsyad Yusuf, yang menjadi bupati Pasuruan.
Pada pelantikan di Grahadi Gus Ipul tidak canggung bertemu Khofifah. Dua orang ini sama-sama lahir dari rahim politik NU (Nahdatul Ulama) dan sama-sama pernah berguru kepada Almarhum Gus Dur bersama-sama Muhaimin Iskandar, ketua umum PKB (Partai Kebangkitan Bangsa).
Dalam sambutan pelantikan Khofifah memberikan acknowledgement, pengakuan, kepada Gus Ipul. “Tanda pin di seragam Gus Ipul lebih banyak dari saya, itu menunjukkan perjuangan beliau yang sangat panjang,” kata Khofifah disambut tepuk tangan meriah. (dad)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi