Rabu, 29 April 2026, pukul : 17:53 WIB
Surabaya
--°C

Liverpool Habis Dimutilasi, Nasib Mourinho Tamat

LEICESTER-KEMPALAN: Habis sudah nasib Liverpool di Liga Inggris. Setelah dibunuh oleh Manchester City kini giliran Leicester memutilasi The Reds. Pasukan Jurgen Klopp tidak berdaya kalah 3-1 di markas Leicester King Stadion.

Jurgen Klopp menangis usai laga. Ia tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Ketika gol ketiga lahir Klopp mengomel melampiaskan kekesalannya. Liverpool menyerah dan melempar handuk.

Di Stadion Etihad ganti Jose Mourinhon yang menjadi korban mutilasi oleh Pep Guardiola, setelah Manchester City mengalahkan Tottenham Hotspur tiga gol tanpa balas. City semakin di depan dan sulit dikejar dengan 53 angka, sementara Hotspurs mangkrak di posisi kesembilan dengan 36 poin.

Nasib Mourinho di ujung tanduk. Pemilik Spurs David Levy terkenal sangat sadis. Ia mendepak Mauricio Pochettino yang membawa Spurs ke final Champions. Mourinho menjadikan permainan Spurs sangat membosankan karena defensif dan bertentangan dengan filosofi menyerang ala Spurs.

Satu-satunya harapan Mou adalah memenangkan trofi Carabao Cup yang tampaknya juga nyaris mustahil karena lawan yang dihadapi adalah Manchester City. Mental pemain-pemain Spurs pasti sudah meleleh dan gemetaran ketemu City lagi di final. Paling-paling taktik kuno Mourinho dipakai lagi, yaitu memarkir bus, truk, dan traktor di depan gawang selama 120 menit sampai babak tambahan waktu lalu berharap rezeki menang adu penalti.

David Levy mungkin menunggu sampai final Carabao Cup sebelum menendang Mou. Tapi sangat mungkin Mou tetap dipecat meskipun memenangkan Carabao Cup. Bisa jadi Levy tidak bakal sabar menunggu sampai akhir musim.

Nasib Klopp juga di ujung tanduk kerbau. Mungkin ia tidak dipecat. Tapi kalau Liverpool sampai gagal masuk empat besar tidak ada yang berani menjamin keselamatan Klopp.

Kekalahan dari Leicester sangat menyakitkan.
vs Liverpool berlangsung di King Power Stadium, Sabtu (13/2) malam WIB. Liverpool sempat memimpin lebih dulu lewat Mohamed Salah.

The Foxes sang juara Liga Inggris 2016 kemudian berhasil menjajah gawang Liverpool lewat James Maddison, Jamie Vardy, dan Harvey Barnes hanya dalam waktu tujuh menit. Tim besutan Juergen Klopp itu harus kandas 1-3.

Liverpool sebetulnya unggul penguasaan bola sampai 62 persen berbanding 38 persen. Jumlah tembakan The Reds juga ada 15 meski hanya empat yang mengarah ke gawang dan Leicester punya enam shots on target dari 11 percobaan.

“Sebuah pukulan telak, Anda bisa mengatakan itu. Untuk sebagian besar permainan kami dominan dan kemudian di luar itu bukanlah kami,” kata back Andy Robertson kepada BT Sport.

“Kami tertinggal 1-2 dengan 15 menit tersisa, tetapi kami terbuka. Ketika itu terjadi melawan tim Leicester yang sangat bagus, Anda akan dihukum,” kilahnya.

Dia masih terus beralasan dan mengatakan timnya bermain dengan penuh percaya diri untuk sebagian besar pertandingan – memainkan bola dengan sangat baik. “Kemudian saya tidak tahu apa yang terjadi dalam 10-15 menit terakhir. Itu tidak bisa terjadi dalam pertandingan seperti ini. Kami benar-benar perlu melihat itu. Setiap pertandingan sangat besar bagi kami sekarang,” alasan Robertson.

Liverpool menelan kekalahan ketiga beruntun dan tertahan di posisi keempat klasemen Liga Inggris dengan 40 poin. Leicester sementara naik ke posisi kedua klasemen dengan 46 poin, menggeser Manchester United. (dad/et)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.