Selasa, 19 Mei 2026, pukul : 12:22 WIB
Surabaya
--°C

Persebaya Tunggu SK Resmi Polri, Bukan dari PSSI

SURABAYA, KEMPALAN: Mustaqim, salah satu tim pelatih Persebaya, mengaku senang Kepolisain Republik Indonesia (Polri) memberi lampu hijau untuk digulirkannya kembali Liga 12021. Sebab, kabar baik ini sudah cukup lama, bahkan hampir setahun, dinantikan oleh insan sepakbola di tanah air.

“Ya saya ucapkan alhamdulillah. Ini kabar baik yang sangat menggembirakan dan tentunya sudah ditunggu oleh banyak orang. Khususnya pelaku sepakbola, seperti pemain, pelatih, wasit dan lain-lain,” kata Mustaqim, Jumat (5/2/2021) sore.

Mantan legenda Persebaya dan Timnas Indonesia ini mengatakan, sejak dihentikannya lanjutan kompetisi Liga 1 lantaran tidak mendapat izin dari Polri akibat adanya pandemi Covid-19, banyak pemain, pelatih dan wasit yang menganggur. Khususnya mereka yang hanya mengandalkan penghasilan dari sepakbola.

Sudah beberapa kali PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) menyatakan akan memutar kompetisi, tapi selalu gagal karena terganjal izin dari Polri yang tidak keluar.

“Tapi ini kan masih lampu hijau. Artinya, kan masih belum ada kepastian kapan kompetisi akan digelar,” ucap Arek Suroboyo yang selain Persebaya Surabaya juga pernah membela Klub Mitra Surabaya dan Assyabaab Salim Group Surabaya di era tahun 1990-an ini.

Karena itu, Mustaqim berharap agar Polri segera mengeluarkan izin secara resmi berupa SK. Menurut dia, selama SK Resmi dari Polri belum keluar, kompetisi Liga 1 tidak akan pernah bisa bergulir. Meskipun PSSI dan PT LIB memberikan jaminan.

“Manajeman Persebaya sendiri hanya percaya pada SK Polri, bukan PSSI,” tegas Mustaqim.

Persebaya juga akan bergerak kalau sudah ada SK resmi dari Polri. Tidak lagi percaya pada janji-janji manis PSSI dan PT LIB. Beberapa kali PSSI mengumkan kompetisi segera digulirkan, tapi tidak pernah ada wujudnya, selalu gagal. “Padahal kita sudah merekrut pemain, termasuk mendatangkan pemain asing. Biayanya tentu juga tidak sedikit,” ungkapnya.

Karena kelanjutan Liga 1 tidak jelas, manajemen dan pelatih tidak bisa mencegah ketika pemain asingnga hijrah ke klub lain di luar negeri. Seperti David da Silva dan Makan Konate yang gabung klub Terengganu FC di Malaysia, serta Mahmoed Eid yang merumput di Qatar.

“Kita terpaksa mencari lagi pemain asing sebagai ganti mereka. Tentunya yang berkualitas dan sesuai budget,” terangnya.

Apa sudah dapat? “Coach Aji Santoso sudah melakukan lobi-lobi dengan agen pemain asing. Mungkin coach Aji sudah punya gambaran, tapi semua kan perlu dibicarakan dengan manajeman karena menyangkut budget,” kata Mustaqim.

Sedang mengenai pemain lokal, menurut Mustaqim, tampaknya Aji Santoso selaku pelatih kepala masih punya keinginan mempertahankan 90 persen materi yang sudah ada. Karena Aji ingin skuad Persebaya tetap solid untuk memenuhi hutangnya pada manajemen.

“Coach Aji pernah janji akan membawa Persebaya juara di Liga 1. Hutang itu yang belum terbayar, sehingga coach Aji punya target musim depan,” pungkasnya. (Dwi Arifin)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.