Kongres PSSI 2021 Diundur, PSHW Kecewa
SURABAYA-KEMPALAN: Kongres Biasa PSSI yang sedianya digelar 27 Februari 2021 diundur menjadi 29 Mei 2021. Pengunduran jadwal Kongres ini disampaikan PSSI melalui surat bernomor 3054/PGD/22/I-2021 tertanggal 27 Januari 2021 yang ditandatangani Plt Sekjen PSSI, Yunus Nusi.
Dalam surat yang ditujukan kepada seluruh Asprov, klub Liga 1 dan Liga 2 yang menjadi anggota PSSI itu, disebutkan bahwa diundurnya jadwal Kongres Biasa 2021 merupakan hasil keputusan Komite Eksekutif PSSI setelah melaksanakan Emergency Executive Committe Meeting pada 27 Januari 2021.
Adapun pertimbangan yang mendasari keputusan tersebut adalah pelaksanaan Kongres Biasa PSSI 2021 yang dilaksanakan melalui tatap muka. “Ini sebagaimana yang disarankan sebagian besar Asprov PSSI dan Klub Liga 1 serta Liga 2 (voters Kongres Biasa PSSI 2021),” kata Yunus Nusi.
Namun, dikarenakan saat ini situasi pandemi Covid-19 belum mereda dan adanya program vaksinasi dari pemerintah, maka Komite Eksekutif memutuskan pelaksanaan Kongres Biasa 2021 diundur.
Terkait hal ini, dalam waktu tidak lama lagi PSSI akan melaksamakan sosialisasi melalui meeting virtual dengan anggota. Di sini PSSI akan menjelaskan secara detail sekaligus memaparkan rencana program kerja PSSI 2021.

PSHW Kecewa
Diundurnya Kongres Biasa PSSI 2021 ini mendapat tanggapan beragam dari berbagai Klub Liga 1 dan Liga 2. Ada yang mendukung dan ada yang kecewa. PS Hizbul Wathan misalnya. Klub Liga 2 milik PWM Jatim yang berjuluk Laskar Matahari ini sangat kecewa dengan diundurnya jadwal Kongres.
Sebab, seharusnya di Kongres ini keanggotaan PSHW dikukuhkan, tidak lagi atas nama Persigo Semeru. Sehingga, penundaan ini memengaruhi psikologi PSHW. Termasuk persoalan anggaran.
“Kami sudah rapat dengan PWM Jatim selaku owner utk membahas anggaran 2021. Tapi karena penundaan ini semua program tertunda sampai Mei setelah Lebaran,” kata Presiden Klub PSHW, Dhimam Abror Djuraid, Selasa (2/2/2021).
Abror menduga PSSI terpengaruh oleh isu Kongres Luar Biasa (KLB), sehingga menunda Kongres Biasa 2021 sampai Februari. “Kalau betul ada voter yang minta KLB, justru penundaan ini membahayakan PSSI karena isu KLB malah makin menggelinding dan makin terkonsolidasi,” pungkas mantan Ketua Harian KONI Jatim ini. (Dwi Arifin)







