Tol Surabaya-Gempol Diprediksi Normal 8 Februari 2021

waktu baca 2 menit

SURABAYA-KEMPALAN: Guna mengetahui proses penanganan perbaikan sekaligus pengerjaan longsornya tanah di KM 6+200 jalur Tol Surabaya-Gempol ruas A, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meninjau lokasi tersebut, Minggu (31/1/2021).

Didampingi General Manager (GM) Representative Office 3 Jasa Marga Trans Jawa Tollroad Hendri Taufiq, Kepala Dinas Perhubungan Jatim dan Dinas PU Bina Marga Jatim, Khofifah Gubernur melihat langsung pengerjaan penanganan longsor yang dilakukan pihak Jasa Marga.

Usai meninjau lokasi, Khofifah menyampaikan bahwa longsor yang menyebabkan penurunan tanah di KM 6+200 ruas A Tol Surabaya-Gempol tersebut terjadi akibat curah hujan cukup tinggi.

Menurut Khofifah, sejauh ini progres penanganan dilakukan sangat cepat dan sejak adanya longsor pada 26 Januari 2021 terus melakukan langkah antisipasi dan berkoordinasi dengan Tim dari ITS.

“Jadi berdasarkan pengamatan lapangan dan uji lab secara scientifik pada saat ini telah dilakukan pemadatan dengan menggunakan kawat bronjong,” ungkap Khofifah.

Jika tidak ada hambatan dan curah hujan tidak terlalu tinggi, Khofifah memprediksi 8 Februari 2021 ruas jalan tol tersebut sudah bisa beroperasinormal kembali. Pihak Jasa Marga pun terus melakukan percepatan dengan pengerjaan secara bergantian selama 1×24 jam.

“Berdasarkan prediksi dari Jasa Marga, jika arus lalu lintas kondusif yang di dukung cuaca juga baik, insya Allah tanggal 8 Februari 2021 ruas ini akan kembali secara normal di tiga lajur. Mohon doa semuanya, terutama dukungan cuaca yang cerah sehingga dapat berjalan lancar sesuai perencanaan yang telah disusun,” harap gubernur perempuan pertama di Jatim ini.

Sementara berdasarkan pengamatan di lokasi, sejumlah pekerja tengah menyusun batu bronjong untuk pemadatan di sekitaran area longsor.

Di hadapan Gubernur Khofifah, General Manager (GM) Representative Office 3 Jasa Marga Trans Jawa Tollroad Hendri Taufiq mengatakan, khusus untuk penanganan longsoran, pihaknya telah mengalihkan aliran sisa air yang terdapat di area longsor.

Selain itu, juga dilakukan pemasangan steel sheetpile pada lokasi longsor sebagai perkuatan. Juga
pemasangan batu bronjong yang merupakan bagian dari penanganan permanen. Jika semua berjalan lancar dan tidak ada curah hujan yang tinggi, diprediksi jalan tersebut bisa difungsikan pada 8 Februari 2021.

“Kami prediksi jika tidak ada hujan yang lebat, open traffic normal diestimasikan pada tanggal 8 Februari 2021,” pungkasnya.

Pada kesempatan itu, Gubernur Khofifah juga melihat langsung pengaturan arus lalu lintas dengan kanalisasi, yaitu memisahkan kendaraan besar melintas di lajur 3 dan kendaraan kecil di lajur 2. Dia juga memberikan bantuan air minum, snack dan membagikan masker kepada pekerja dan warga sekitar di perkampungan Simo Kalangan yang berdekatan dengan area longsor. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *