Minggu, 10 Mei 2026, pukul : 18:34 WIB
Surabaya
--°C

Emiten Baru Indonesia Tertinggi di ASEAN

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan pertumbuhan emiten baru selama pandemi jadi yang tertinggi di Asia Tenggara. Dana yang terhimpun pun mencapai Rp118,7 triliun.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menuturkan terus fokus meningkatkan integritas pasar dengan serangkaian kebijakan dan langkah-langkah pengawasan yang lebih tegas.

“Dengan integritas pasar yang lebih baik, aktivitas penghimpunan dana melalui penawaran umum relatif besar, yaitu sebesar Rp118,7 triliun dengan 53 emiten baru. Pertumbuhan emiten baru ini merupakan yang tertinggi di Asean,” ujarnya dalam acara Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan, Jumat (15/1/2021).

Adapun, sepanjang 2019, realisasi perusahaan yang melakukan Initial Public Offering (IPO) sebanyak sebanyak 55 emiten, dengan nilai emisi sekitar Rp15,32 triliun.

Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan jumlah perusahaan yang akan melantai pada 2021 sebanyak 30 perusahaan.

Jumlah itu tergolong rendah lantaran pada 2020 jumlah perusahaan yang melakukan aksi penawaran saham perdana atau initial public offering/IPO mencapai 53 perusahaan.

Realisasi pada 2020 tersebut mengantarkan Indonesia menjadi bursa dengan jumlah IPO terbanyak di Asia Tenggara.

Tak hanya itu, jumlah IPO di bursa Indonesia sepanjang 2020 menduduki posisi terbanyak ke-6 di dunia. Indonesia mengekor bursa Shanghai (180), Nasdaq (119), Shenzhen (115), Hong Kong (99) IPO, dan Jepang (54).

Sementara itu, lembaga pengelola investasi (LPI) atau sovereign wealth fund (SWF) direncanakan bakal beroperasi pada akhir Januari ini. SWF akan menjadi faktor penting untuk mengatasi financing gap antara anggaran yang dibutuhkan untuk membangun infrastruktur dengan anggaran APBN yang terbatas.

Lembaga ini nantinya akan menarik pihak asing untuk berpartisipasi atau berinvestasi ke proyek infrastruktur melalui akuisisi proyek yang sudah operasional atau ikut dalam konsorsium untuk mendanai proyek baru. “Tentunya ini akan membantu meringankan tekanan ke neraca keuangan para kontraktor BUMN yang sudah cukup ketat,” jelas Analis Sucor Sekuritas Joey Faustian, Kamis (14/1).

(*/ist)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.