PASURUAN-KEMPALAN: Komunitas Gue Banget Golf Club
(GBGC) dikenal salah satu komunitas golf dengan jumlah anggota yang besar di
Surabaya. Di umurnya yang sudah lebih dari dua windu, GBGC sudah punya 120
anggota.
Meski
begitu, GBGC terus berekspansi untuk menambah jumlah anggotanya lagi. Salah
satunya dengan sering menggelar acara golf bareng (gobar). Bekerja sama dengan
Groovy Golf Event Organizer dan Taman Dayu Golf Club & Resort, GBGC
menggelar gobar pada akhir April lalu.
Gobar yang bertajuk
“Last April Gobar Tournament” tersebut diselenggarakan di Taman Dayu Golf Club
& Resort, Pasuruan, Kamis lalu (30/4). Gobar tersebut jadi gobar pertama
GBGC di 2026.
Ini sekaligus
gobar pertama pada era Nizar Ali sebagai ketua GBGC. ’’Gobar ini bakal jadi
program rutin kami, minimal 2-3 bulan sekali,’’ sebut Abah Ali, sapaan akrab
Nizar Ali.
Nizar Ali, atau Abah Ali, Ketua komunitas Gue Banget Golf Club (GBGC). (Foto: Groovy Golf EO)
Agenda gobar
GBGC pada tahun ini, lanjut Abah Ali, akan lebih banyak daripada tahun-tahun
sebelumnya. ’’Selain bisa saling bersilaturrahmi, juga mengenalkan GBGC ke
pegolf muda, dan memperbanyak member yang bergabung bersama kami,’’ sambung
Abah Ali.
Gobar
tersebut diikuti sebanyak 84 orang. Dari jumlah tersebut, 42 pegolf sudah
tercatat sebagai anggota GBGC. Artinya, sepertiga anggota GBGC telah bergabung
dalam gobar tersebut.
Selain
memberi efek positif bagi GBGC, founder Groovy Golf Teddy Salim juga berharap
agenda ini dapat memberi efek positif bagi yang lainnya. ’’Bisa mengembangkan
potensi golf di Pandaan khususnya,’’ tegas Teddy.
Deputy General Manager Taman Dayu Golf Brendan Santosa
menyambut baik dengan gobar yang diikuti komunitas golf sekelas GBGC.
“Kami siap menjadi rumah bagi komunitas golf di Jatim. Dengan hangat dan
tangan terbuka melayani,” sebut Brendan. (YMP)
Gubernur Khofifah Indar Parawansa memimpinupacara Hardiknas 2026 di Halaman Gedung.Negara Grahadi Surabaya, Senin (4/5).
SURABAYA-KEMPALAN: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (4/5).
Upacara tahun ini dinilai istimewa karena mencetak sejarah baru, mulai dari Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) gabungan lintas jenjang yang dipimpin oleh komandan barisan dari siswa sekolah dasar (SD), hingga penampilan murid Sekolah Rakyat yang mampu berpidato dalam lima bahasa.
“Ini luar biasa. Baru pertama kali di Indonesia, Paskibra tingkat provinsi melibatkan siswa SD, SMP, dan SMA secara terintegrasi. Bahkan komandan barisannya dari siswa SD. Ini menunjukkan kualitas dan kepercayaan diri anak-anak kita sangat luar biasa,” ujar Khofifah.
Menurutnya, kualitas fisik para siswa juga menunjukkan perkembangan positif. Ia menyoroti bahwa tinggi badan siswa SD yang terlibat bahkan sudah setara dengan siswa SMP dan SMA, yang menjadi indikator penting peningkatan kualitas gizi anak.
“Kalau kita lihat, siswa SD kita sudah setinggi siswa SMP dan SMA. Ini menunjukkan bahwa asupan gizi anak-anak kita sudah semakin baik. Ini adalah investasi besar bagi masa depan generasi kita,” tegasnya.
Gubernur Khofifah menyematkan satya lencana Penghargaan Jer Basuki Mawa Beya.
Selain itu, Khofifah juga mengaku terharu menyaksikan penampilan lima murid Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 15 Mojokerto yang membacakan pidato dalam lima bahasa, yaitu Bahasa Indonesia, Inggris, Jepang, Jerman, dan Arab. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan di Jawa Timur terus berkembang dan mampu bersaing di tingkat global.
“Dari anak-anak di sekolah rakyat ini mampu menyampaikan pidato dalam lima bahasa, Jerman, Jepang, Bahasa Arab, Bahasa Inggris, dan tentunya Bahasa Indonesia, ini luar biasa,” tuturnya.
Dalam kesempatan itu, Khofifah juga menyampaikan komitmen Jawa Timur melalui Jatim Cerdas sebagai barometer pendidikan nasional sekaligus pusat lahirnya generasi talenta unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Karena itu, di momentum ini Khofifah mengajak semua pihak untuk memperkuat kolaborasi guna mewujudkan generasi Indonesia yang unggul, dan berdaya saing global melalui semangat Jatim Cerdas – Pendidikan Berdampak.
“Mari kita perkuat kolaborasi untuk mengembalikan esensi pendidikan, kita butuh pendidikan yang tidak sekadar mengejar prestasi tapi juga merawat kemanusiaan, yang tidak hanya mengasah kecerdasan, tapi juga membentuk karakter dan integritas,” katanya.
Yakin Lahirkan Pemimpin Tangguh
“Dari ruang-ruang kelas hari ini lahir generasi penentu masa depan, saya yakin, kita semua yakin, Jawa Timur akan mampu melahirkan pemimpin pemimpin masa depan Indonesia yang tangguh dan berdaya saing global,” imbuhnya.
Gubernur Khofifah bersama para siswa Sekolah Rakyat.
Khofifah mengatakan, pemerintah, sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat harus bergerak dalam satu ekosistem yang saling menguatkan. Semangat partisipasi semesta yang digaungkan bukan sekadar slogan, tetapi menjadi arah kebijakan nasional.
‘Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua’ menjadi tema yang diangkat pada Hardiknas tahun ini. Tema ini menegaskan pendidikan adalah tanggung jawab bersama.
Dalam kerangka pembangunan nasional sebagaimana tertuang dalam Asta Cita Presiden Prabowo, pendidikan ditempatkan sebagai landasan dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul, kuat, dan tangguh.
“Artinya, pendidikan adalah kunci strategis kemajuan bangsa. Bukan hanya soal akses, tetapi juga kualitas, relevansi, dan dampaknya bagi kehidupan,” sebutnya.
Khofifah menilai, saat ini dunia pendidikan tengah berada pada proses menggeser paradigma dari yang semata mengejar capaian akademik, menjadi pendidikan yang mendengar, memahami, dan merawat potensi serta kondisi batin peserta didik. Pendidikan harus menjadi ruang yang aman secara psikologis, bukan hanya kompetitif secara akademis.
Mobil karya SMK PGRI 1 Kediri.
Arah besar pendidikan nasional tersebut, lanjutnya, memerlukan penguatan di tingkat daerah agar benar-benar berdampak nyata. Karena di daerah-lah pendidikan dijalankan, dirasakan, dan diuji kualitasnya. Jawa Timur mengambil peran strategis melalui tema ‘Jatim Cerdas – Pendidikan Berdampak, Mewujudkan SDM Unggul dan Berdaya Saing.’
Menurutnya sinergi antara tema nasional dan “Jatim Cerdas” menjadi kekuatan besar untuk menghadirkan pendidikan yang benar-benar berdampak. Ia mengatakan Jawa Timur optimistis mampu terus meneguhkan perannya sebagai barometer pendidikan nasional sekaligus pusat lahirnya generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.
“Kita aktif menjangkau anak-anak yang berisiko putus sekolah di manapun mereka berada, memastikan mereka kembali mendapatkan hak pendidikan secara utuh,” ungkapnya.
Upaya tersebut diwujudkan tidak hanya melalui perluasan akses, tetapi juga memastikan sarana prasarana pendidikan dan kualitas fasilitas pembelajaran hadir secara merata. Pemprov Jatim juga menghadirkan lingkungan belajar yang aman, sehat, bersih, indah, dan nyaman.
“Sekolah harus menjadi ruang tumbuh yang inspiratif, bukan sekadar tempat hadir,” ucapnya.
Khofifah juga menempatkan kesehatan psikologis siswa sebagai prioritas, melalui penguatan layanan Bimbingan dan Konseling yang mendampingi perkembangan emosional, mendeteksi dini tekanan psikologis, serta membangun ketahanan mental dan karakter. Partisipasi semesta juga harus diwujudkan dalam keterlibatan aktif keluarga.
“Peran orang tua diperkuat sebagai mitra strategis dalam pendidikan. Budaya integritas terus kita tanamkan dengan kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab sebagai fondasi utama,” ujarnya.
Sebagai upaya menyeimbangkan kemajuan teknologi dengan kualitas proses pembelajaran, Pemprov Jatim melalui Dinas Pendidikan melakukan penataan penggunaan gadget di sekolah saat pembelajaran. Langkah penting ini dilakukan untuk memperkuat interaksi sosial dan kolaborasi antar siswa.
“Sekolah juga kita dorong menjadi pelopor gerakan ramah lingkungan, sebagai bagian dari pembentukan karakter berkelanjutan,” tuturnya.
Di saat yang sama, Khofifah menyebut inovasi menjadi kunci untuk memastikan pendidikan tetap relevan dengan perkembangan zaman. Berbagai program terus dikembangkan, di antaranya melalui Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP). Saat ini sudah ada 146 SMA, SMK, SLB negeri dan swasta menjadi pusat pembelajaran produktif berbasis ketahanan pangan.
“Saya rasa kita semua akan memberikan apresiasi yang luar biasa. Saya melihat di Ploso Klaten Kediri, anak-anak SMK telah bisa melakukan mekanisme peternakan yang cukup modern, ada ayam petelur yang telurnya sudah menjadi bagian dari telur Omega,” ungkapnya.
Selain itu juga ada East Java Innovative Education Summit (EJIES) yang menginisiasi ribuan inovasi guru yang berdampak bagi kualitas pembelajaran. Lalu Double Track SMA, pengembangan kendaraan listrik SMK, serta Program Terapan Ekonomi Guru (PROTEG). “Tujuannya untuk penguatan kemandirian ekonomi guru honorer melalui kewirausahaan,” katanya.
Torehkan Prestasi Tingkat Nasional
Ia juga mengatakan bahwa Pemprov Jatim tengah berupaya menyiapkan calon pemimpin masa depan melalui penguatan sekolah berbasis ketarunaan di berbagai wilayah Jawa Timur. Berbagai upaya tersebut telah menunjukkan hasil yang membanggakan yang secara konsisten menorehkan prestasi di tingkat nasional.
“Selama tujuh tahun berturut-turut, Jawa Timur menjadi provinsi dengan jumlah siswa terbanyak yang diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) tanpa tes dan enam tahun berturut-turut selama enam tahun diterima lewat tes. Semoga akhir Mei ini nanti Jawa Timur kembali menjadi yang terbanyak diterima di PTN dengan tes,” harapnya.
Tidak hanya itu, selama tiga tahun berturut-turut, Jawa Timur meraih juara Lomba Kompetensi Siswa (LKS) tingkat nasional. Jawa Timur juga menjadi juara umum Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N) dan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), serta meraih medali terbanyak dalam Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) selama lima tahun berturut-turut.
“Yang tak kalah membanggakan, karya siswa SMK Jawa Timur di bidang fashion berhasil tampil di ajang internasional di Hong Kong, menunjukkan daya saing global pendidikan vokasi kita,” ucapnya.
Capaian tersebut, lanjutnya, merupakan hasil kerja kolektif seluruh ekosistem pendidikan. Kerja keras guru, dedikasi kepala sekolah, dukungan orang tua, dan tentu saja semangat luar biasa para siswa.
“Apresiasi kami berikan kepada para guru di Jawa Timur yang dengan ketulusan dan ketekunan terus membimbing serta mendampingi siswa hingga mampu menorehkan prestasi di tingkat nasional maupun internasional,” ucapnya.
Keberhasilan tersebut juga diperkuat oleh intervensi program yang terarah dan inklusif. Salah satunya melalui Program “Mama Mau Naik Kelas”, yang kepanjangannya Madura Maju, Madura Unggul, dan Madura Naik Kelas’ yang menjadi model penguatan akses dan pendampingan pendidikan secara lebih intensif.
“Program ini menunjukkan hasil yang sangat signifikan, dengan persentase siswa diterima melalui SNBP di sekolah pilot mencapai 44,64 persen, jauh di atas rata-rata Jawa Timur sebesar 27,20 persen,” jelasnya.
Namun demikian, Khofifah menegaskan bahwa prestasi bukanlah titik akhir melainkan proses yang harus terus dirawat, ditingkatkan, dan diperluas. Guna memastikan pemerataan kualitas sarana pendidikan di seluruh Jawa Timur, komitmen tersebut diwujudkan melalui Program Revitalisasi dan Rehabilitasi Satuan Pendidikan.
Penyematan Penghargaan
Penyematan lencana Penghargaan Jer Basuki Mawa Beya (JBMB) oleh Pembina Upacara kepada 19 penerima. JBMB Emas diberikan kepada Founder ESQ Training Prof. Dr. (H.C.) Ary Ginanjar Agustian. JBMB Perak diberikan kepada Head of CSR Depatement pada PT. Astra Daihatsu Motor Yazid Al Faizun dan CEO PT. Indobismar Siswanto.
Sementara JBMB Perunggu disematkan kepada 16 penerima diantaranya Kabid Pendidikan SMK Dindik Prov. Jatim Anny Saulina, Ka. Cabdin Wilayah Sidoarjo pada Dindik Prov. Jatim Kiswanto, dan Kepala SMKN 1 Purwosari Pasuruan Nining Faridah, Kepala SMAN 2 Pamekasan, Moh. Arifin.
“Beliau-beliau ini memberikan support yang luar biasa bahwa Jawa Timur Insya Allah hari ini dan yang akan datang kita bersiap menjadi lumbung talenta nasional,” tuturnya.
Di akhir Gubernur Khofifah menyampaikan Selamat Hari Pendidikan Nasional Tahun 2026 kepada seluruh insan pendidikan di Jawa Timur. Ia mengajak untuk terus menguatkan partisipasi semesta untuk mewujudkan pendidikan bermutu bagi semua.
“Semoga setiap ikhtiar yang kita lakukan menjadi amal jariyah, menjadi jalan kemajuan bagi anak-anak kita, dan menjadi fondasi kokoh bagi terwujudnya Indonesia yang maju, adil, dan bermartabat,” pungkasnya. (Dwi Arifin)
PASURUAN-KEMPALAN: Sejak berdiri bulan lalu, Petranesian
Golf Community menggelar event golf bareng (gobar) untuk kali pertama, Jumat pekan
lalu (1/5), di Taman Dayu Golf Club & Resort, Pasuruan.
Gobar
tersebut diikuti mahasiswa dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Golf dan alumni
Universitas Kristen (UK) Petra yang penghobi golf. Sebanyak sepuluh mahasiswa
bermain golf dengan sepuluh alumni gabungan berbagai angkatan.
Lalu,
sebanyak 50 orang mahasiswa dan alumni UK Petra yang tergabung dalam
Petranesian Community driving bareng di Taman Dayu Driving Range. Termasuk yang
bermain gobar.
Dari
kesepuluh alumni tersebut, satu di antaranya merupakan salah seorang pegolf
semipro dan pelatih golf di Surabaya, Hubbie Thenufijaya Untung. Hubbie alumni
UK Petra lulusan 2019.
Hubbie Thenufijaya Untung yang bermain bersama dengan mahasiswa UK Petra. (Foto: Istimewa)
Sinergi di
antara mahasiswa dan alumni itu sudah sesuai dengan visi dari Office of
Institutional (OIA) UK Petra. ’’Sharing knowledge itu terjadi saat mereka
bermain golf bersama. Saya yakin anak-anak belajar banyak dari seniornya,’’
kata Direktur OIA UK Petra Meilinda.
Dia
mengapresiasi komunitas golf sebagai wadah mahasiswa dan alumni berkumpul.
’’Golf hadir jadi satu motor bagi yang lainnya ikut bergabung,’’ lanjut
Meilinda. Petranesian Community, OIA, dan Groovy Golf Event Organizer bekerja
sama menggelar agenda ini. (YMP)
Wakil Ketua DPRD Surabaya Bachtiar Rifai. (Foto: Andra Jatmiko/kempalan,com)
SURABAYA-KEMPALAN: Wakil Ketua DPRD Surabaya Bachtiar Rifai memastikan Syaifuddin Zuhri akan dilantik sebagai ketua DPRD Surabaya menggantikan almarhum Adi Sutarwijono pada Rabu (6/5).
Kepastian tersebut diambil setelah DPRD menerima Surat Keputusan (SK) dari Khofifah Indar Parawansa pada Senin (4/5). Rifai menjelaskan, SK penetapan Ketua DPRD Surabaya itu diterima sekitar pukul 09.00 WIB.
Tak berselang lama, pimpinan dan anggota Badan Musyawarah (Banmus) langsung menggelar rapat untuk menentukan agenda pelantikan.
“Alhamdulillah tadi jam 12.00 kita sudah Banmus dan sepakat menjadwalkan pelantikan pengucapan sumpah dan janji Ketua DPRD pada Rabu, 6 Mei 2026, pukul 10.00 WIB,” ujarnya usai rapat di Ruang Banmus DPRD Surabaya.
Ia menambahkan, pelaksanaan pelantikan masih menunggu koordinasi dengan Ketua Pengadilan Negeri Surabaya. Pasalnya, prosesi pengucapan sumpah dan janji akan dipimpin oleh Ketua PN Surabaya.
Dalam rapat paripurna yang sama, DPRD Surabaya juga akan menggelar agenda kedua, yakni penetapan penempatan anggota dewan, Anas Karno, dalam Alat Kelengkapan Dewan (AKD). Terkait proses administrasi, Rifai mengungkapkan bahwa usulan penetapan Ketua DPRD telah disampaikan kepada Gubernur melalui Wali Kota sejak akhir April 2026.
“Surat sudah kita kirim sejak tanggal 27 atau 28 April. Tadi pagi baru keluar penomoran SK-nya, dan kita langsung bergerak cepat. Tidak sampai tiga jam, Banmus langsung digelar dan menghasilkan keputusan,” jelasnya.
Sementara itu, mengenai posisi Anas Karno di AKD, Rifai belum dapat membeberkan secara rinci. Ia menyebut keputusan tersebut akan ditentukan dalam rapat paripurna berdasarkan usulan dari fraksi.
“Surat dari DPC PDI Perjuangan sudah masuk. Tinggal menunggu surat pengantar dari pimpinan Fraksi PDI Perjuangan-PAN. Untuk penempatannya nanti bisa dikonfirmasi ke fraksi,” pungkasnya. (Andra Jatmiko)
Gubernur Khofifah Indar Parawansa saat meninjau sentra peternakan UD Sapi Baru di Desa Sukorejo, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk, Sabtu (2/5).
NGANJUK-KEMPALAN: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan ketersediaan hewan kurban di Jawa Timur dalam kondisi cukup, sehat, serta bebas dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dan Lumpy Skin Disease (LSD) menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 H. Bahkan, Jatim siap menyuplai daerah lain.
Kepastian tersebut disampaikan Gibernur Khofifah saat meninjau sentra peternakan UD Sapi Baru di Desa Sukorejo, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk, Sabtu (2/5).
Setibanya dilokasi, Khofifah didampingi Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro dan Kadisnak Jatim Indyah Aryani meninjau ketersediaan ternak kurban di Peternakan UD Sapi Baru milik Mursyid yang mempunyai populasi sapi sejumlah 200 ekor berjenis PO, Limosin dan Simental, yang tidak hanya melayani permintaan dari Jawa Timur, tapi juga provinsi lainnya.
Dalam tinjauannya, Khofifah menegaskan bahwa kesiapan stok hewan kurban tidak lepas dari kekuatan sektor peternakan Jawa Timur yang saat ini menempati peringkat pertama secara nasional dalam hal populasi ternak.
“Alhamdulillah, kondisi sapi-sapi di sini sehat dan besar. Kita lihat bahkan ada yang bobotnya lebih dari satu ton. Ini menjadi indikator bahwa kualitas ternak kita sangat baik,” ujar Khofifah.
“Pak Mursyid saya rasa menjadi supplier untuk siapa saja yang mencari hewan kurban. Insyaallah bisa menopang untuk provinsi lain juga, contohnya Pak Mursyid kirimnya ke Kalimantan, Boyolali Jawa Tengah,” imbuhnya.
Hal ini menjadi indikator penting dalam menjaga stabilitas pasokan, khususnya menjelang momentum Idul Adha yang identik dengan meningkatnya kebutuhan hewan kurban.
Khofifah mengatakan, total proyeksi kebutuhan ternak kurban di Jawa Timur sebanyak 427.060 ekor dengan rinician sapi 70.550 ekor, kambing 297.900 ekor, domba 58.600 ekor dan kerbau 10 ekor. Dirinya menjelaskan, proyeksi kebutuhan hewan kurban di Jatim tahun ini surplus signifikan dibandingkan dengan ketersediaannya.
“Sampai saat ini, proyeksi kebutuhan sapi kurban di Jatim sebanyak 70.550 ekor. Sedangkan ketersediaan kita ada 629.119 ekor. Sehingga surplus 558.569 ekor,” lanjutnya.
“Kondisi ini menunjukkan Jawa Timur surplus cukup signifikan diseluruh jenis ternak kurban. Ketersediaan hewan kurban di Jawa Timur sangat cukup, sekali lagi, siap menopang provinsi lain,” imbuhnya.
Untuk hewan kambing proyeksi kebutuhan ada sebanyak 297.900 ekor dengan ketersediaan sebanyak 940.693 ekor sehingga surplus 642.793 ekor.
Begitu pula untuk Domba proyeksi kebutuhannya adalah 58.600 ekor dengan ketersediaan sebanyak 484.468 ekor sehingga surplus 452.868 ekor.
Sedangkan untuk kerbau, proyeksi kebutuhan 10 ekor dengan ketersediaan sebanyak 1.698 ekor sehingga surplus 1.688 ekor.
“Ternak kurban di Jawa Timur tersedia untuk mencukupi ternak kurban dan terjamin kesehatannya karena telah dilakukan vaksinasi, biosecurity dan pengobatan ternak,” tegasnya.
Selain memastikan kuantitas, lanjut Khofifah, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga terus melakukan pengawasan terhadap kesehatan hewan ternak guna menjamin kualitas dan kelayakan hewan kurban yang beredar di masyarakat.
Bahkan, guna menjamin keamanan dan kesehatan hewan kurban yang ada di Provinsi Jawa Timur maka disediakan petugas pemeriksa hewan kurban (pemeriksaan sebelum dipotong pemeriksaan ante mortem dan pemeriksan setelah dipotong/ pemeriksaan post mortem) Provinsi Jawa Timur.
Khofifah menyebut, Disnak Jatim telah menyediakan petugas pemeriksa hewan kurban yang terdiri dari Dokter Hewan Medik Veteriner 950 orang, Paramedik Veteriner 1.500 orang, pengawas bibit ternak 145 orang, pengawas mutu pakan 75 orang serta Juru Sembelih Halal (JULEHA) Bersertifikat 1.997 orang.
“Jelang Idul Adha, kami terus mengerahkan tim pemeriksa kesehatan hewan dari dinas terkait untuk memantau, memeriksa, dan memastikan semua hewan kurban bebas dari penyakit, terutama PMK maupun LSD. Kami memastikan bahwa hewan ternak sehat dan dagingnya layak untuk dikonsumsi,” lanjutnya.
“Jadi kalau pemeriksaan ante mortem dan post mortem atas Sapi sebagai hewan kurban, mungkin ini baru kita lakukan tahun kemarin karena ada PMK itu. Maka kita bisa memastikan kapan ada indikasi PMK, maka Pasar Hewan terdekat kita minta untuk tidak beroperasi dulu. Selalu begitu dua tahun terakhir,” tutupnya. (Dwi Arifin)
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mendampingi Mendikdasmen RI Abdul Mu’ti meresmikan MBC SD Muhammadiyah 11 di Surabaya, Jumat (1/5).
SURABAYA-KEMPALAN: Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mendampingi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Abdul Mu’ti meresmikan MuhlaS Boarding School (MBC) SD Muhammadiyah 11 di Surabaya, Jumat (1/5). Hal ini sebagai penguatan model pendidikan berdaya saing global yang tetap berakar pada nilai lokal.
Peresmian ini sekaligus menandai peluncuran program unggulan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Krembangan yang mengintegrasikan pendidikan berbasis asrama dengan penguatan karakter, akademik, dan kepemimpinan siswa.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti menilai kehadiran MBC sebagai langkah strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan dasar. Ia juga menilai kerja sama dengan Cambridge sebagai indikator kesiapan sekolah menghadirkan kurikulum bertaraf internasional.
“Kami menyambut baik peresmian ini, termasuk kolaborasi dengan Cambridge yang menunjukkan kesiapan menghadirkan pendidikan berkualitas bagi anak-anak di Surabaya dan sekitarnya,” ujar Mendikdasmen Abdul Mu’ti.
Ia juga mengapresiasi peran PCM Krembangan, PDM Kota Surabaya, serta Aisyiyah Krembangan dan Aisyiyah Kota Surabaya dalam mendorong inovasi pendidikan. “Kami mengapresiasi berbagai inisiatif yang telah dilakukan dalam upaya memajukan pendidikan,” imbuhnya.
Sementara itu, Wali Kota Eri mengatakan bahwa MuhlaS Boarding Class merupakan model pendidikan terpadu yang dirancang untuk mencetak generasi unggul tanpa meninggalkan akar nilai keagamaan dan kearifan lokal.
“Program ini bukan hanya soal akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan kepemimpinan agar anak-anak siap bersaing secara global,” kata Wali Kota Eri.
Ia menambahkan, transformasi kawasan tempat berdirinya sekolah menjadi bukti nyata kekuatan pendidikan dalam mengubah lingkungan sosial. “Kita masih ingat bagaimana kondisi sebelumnya, dan hari ini berubah menjadi pusat pendidikan yang membentuk karakter anak-anak,” ujarnya.
Menurut Eri, perubahan tersebut bahkan mendorong partisipasi masyarakat, termasuk warga yang mewakafkan asetnya demi pendidikan generasi berikutnya. “Ini menunjukkan betapa kuatnya dampak pendidikan dalam membangun masa depan,” imbuhnya.
Eri juga menekankan filosofi “Sang Surya” sebagai simbol pencerahan yang sejalan dengan peran Muhammadiyah dalam membangun peradaban.
“InsyaAllah, kolaborasi ini akan terus menjadi penerang bagi Surabaya dan membawa keberkahan,” tuturnya.
Dengan ekosistem pendidikan yang mencakup jenjang PAUD hingga sekolah menengah serta dukungan fasilitas keagamaan, ia optimistis Muhammadiyah akan terus menjadi pilar penting dalam pembangunan sumber daya manusia di Kota Pahlawan.
“Surabaya tidak bisa berjalan sendiri. Pendidikan yang maju lahir dari kolaborasi banyak pihak. Hari ini Muhammadiyah membuktikan perannya sebagai kekuatan besar dalam dunia pendidikan,” pungkasnya. (Dwi Arifin)
Forum silaturahmi sepak bola Jatim mendesak PSSI Pusat segera mengelar Kongres Pemilihan PSSI Jatim.
SURABAYA-KEMPALAN: Desakan agar PSSI Pusat segera menggelar Kongres Pemilihan PSSI Jawa Timur kian menguat. Forum silaturahmi yang terdiri dari Askab, Askot, dan klub sepak bola se-Jawa Timur menilai penundaan kongres justru memperkeruh situasi organisasi dan berpotensi mengganggu agenda penting, termasuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).
Calon Ketua Umum PSSI Jawa Timur Raja Siahaan menegaskan bahwa mayoritas pemangku kepentingan sepak bola di daerah menginginkan percepatan pelaksanaan kongres. Menurutnya, penundaan hanya akan memperpanjang ketidakpastian.
“Saya sepakat dengan itu, karena bagi saya, semakin cepat kongres digelar, semakin baik. Namun kita tetap menghormati langkah Plt Asprov Jawa Timur yang akan mengirim surat ke PSSI Pusat untuk meminta kepastian jadwal,” ujar Raja, Jumat (1/5).
Beberapa hari sebelumnya, Raja bertemu dengan Plt Ketua PSSI Jatim Khairul Anwar. Dalam pertemuan itu, Khairul berjanji akan mengirim surat ke PSSI Pusat pada 5 Mei 2026. Sesuai statuta, PSSI Pusat memiliki waktu 14 hari untuk memberikan respons yang nantinya menjadi dasar langkah selanjutnya.
Sikap lebih tegas disampaikan Juru Bicara Forum Silaturahmi Sepak Bola Jawa Timur Saiful Anwar. Ia menilai kondisi sepak bola di Jawa Timur saat ini sudah meresahkan, terutama terkait kebijakan penunjukan Pelaksana Tugas (Plt) yang dinilai tidak sesuai aturan organisasi.
“Penunjukan kepengurusan oleh Plt jelas melanggar. Seharusnya itu kewenangan Ketua Umum PSSI yang definitif. Ini yang membuat situasi semakin tidak kondusif,” tegasnya.
Saiful menambahkan, solusi paling tepat untuk mengakhiri polemik adalah segera menggelar kongres pemilihan, apalagi ada sekitar 18 kabupaten/kota yang masa kepengurusannya akan segera berakhir. “Kalau kongres tidak segera dilaksanakan, kami siap bergerak ke Jakarta. Ini serius, bukan ancaman. Kami ingin kepastian,” katanya.
Ia juga mengingatkan dampak luas jika konflik terus berlarut, termasuk potensi terganggunya pelaksanaan Porprov. Bahkan, menurutnya, bukan tidak mungkin terjadi efek domino ke cabang olahraga lain seperti futsal dan sepak bola putri.
Sementara itu, Ketua PSSI Kabupaten Pamekasan Abdul Rozak menegaskan kesiapan pihaknya untuk mengerahkan massa dalam jumlah besar ke Jakarta sebagai bentuk tekanan kepada PSSI Pusat.
“Kami sepakat akan berangkat ke Jakarta. Saya pribadi menyiapkan 20 bus. Setiap Askab juga siap mengirimkan sekitar 200 orang,” ungkap Rozak.
Ia memperkirakan, jika seluruh Askab dan Askot bergerak, jumlah massa bisa mencapai ribuan orang. Langkah ini diambil untuk memastikan kongres segera terlaksana dan organisasi kembali berjalan normal.
Rozak juga menilai penundaan kongres serta penunjukan Plt di berbagai daerah berpotensi membahayakan stabilitas organisasi dan menghambat program pembinaan.
Forum silaturahmi memastikan akan terus mengawal proses ini hingga kongres pemilihan digelar dan kepengurusan definitif PSSI Jawa Timur terbentuk. Mereka berharap PSSI Pusat segera memberikan kepastian demi menyelamatkan masa depan sepak bola di Jawa Timur. (Dwi Arifin)
Gubernur Khofifah Indar Parawansa meluncurkan kado paket kebijakan pro buruh saat memperingati May Day di halaman Kantor Gerbernur Jatim, Jumat (1/5).
SURABAYA-KEMPALAN: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak serta jajaran Forkopimda Jatim memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 dengan menggelar syukuran bersama ribuan pekerja / buruh dari berbagai aliansi serikat buruh di Halaman Kantor Gubernur Jawa Timur, Jalan Pahlawan No. 110 Surabaya, Jumat (1/5).
Dalam suasana penuh kebersamaan dan keakraban, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menghadirkan paket kebijakan strategis sebagai bentuk respons atas aspirasi buruh sekaligus komitmen nyata dalam meningkatkan kesejahteraan pekerja di Jawa Timur.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah didampingi jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jatim menyerahkan “kado” bagi buruh berupa sejumlah program afirmatif.
Di antaranya insentif pemotongan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), perluasan akses pendidikan melalui kuota afirmasi bagi anak buruh, penguatan transportasi publik melalui pengembangan Bus Trans Jatim koridor Pasuruan Raya, hingga percepatan regulasi perlindungan pekerja.
Gubernur Khofifah membagikan minuman kepada ribuan buruh pada peringatan May Day di Halaman Kantor Gubernur Jatim.
Khofifah menjelaskan, insentif pajak kendaraan bermotor diberikan dengan skema pengurangan sekitar 20 persen, khususnya bagi buruh dalam kategori desil 1 hingga 4. Termasuk kemungkinan pembebasan pajak pokok dan pungutan tambahan sesuai kriteria.
“Kami akan menyusun skemanya sehingga nantinya, yang diberikan berupa pengurangan pajak yang bisa meringankan beban para buruh,” ujarnya.
Selain itu, lanjut Khofifah, Pemprov Jawa Timur memberikan kebijakan kuota afirmasi pendidikan bagi anak-anak buruh sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan akses terhadap layanan pendidikan yang berkualitas.
Khofifah menyampaikan bahwa kebijakan afirmasi ini telah diinisiasi sejak enam tahun lalu, namun implementasinya masih perlu diperkuat. Hingga saat ini, capaian kuota afirmasi baru mencapai sekitar 1,33 persen dari target 5 persen pada tahun 2025.
“Ini adalah komitmen dari Pemprov Jatim mengantarkan putra putri buruh di Jatim mendapatkan layanan pendidikan sebaik mungkin,” jelasnya.
Sementara di sektor transportasi, kata Khofifah, Pemprov Jawa Timur juga merespons aspirasi buruh terkait kebutuhan mobilitas dengan merencanakan pembukaan koridor baru Bus Trans Jatim di kawasan Pasuruan Raya, khususnya untuk mendukung akses pekerja di kawasan industri.
“Pembukaan koridor baru akan di siapkan untuk Pasuruan Raya sehingga para buruh bisa memperoleh akses bagi yang bekerja di sekitar kawasan industri PIER. Semoga tahun depan bisa kita buka,” terangnya.
Selain itu, sebagai bentuk perlindungan tenaga kerja, Pemprov Jawa Timur juga tengah mendorong pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Sistem Jaminan Pesangon bersama DPRD Provinsi Jawa Timur.
Kado istimewa lainnya, Khofifah menyampaikan bahwa Pemprov Jawa Timur juga sedang mencari format terhadap penyediaan hunian layak bagi buruh melalui program dari Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman RI Maruar Sirait.
Dalam kesempatan ini, Khofifah juga menyerahkan santunan dari BPJS Ketenagakerjaan secara simbolis, meliputi Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Hari Tua, Jaminan Pensiun, serta beasiswa bagi ahli waris pekerja.
Santunan diberikan kepada ahli waris almarhum Moch. Samsul Munif sebesar Rp437.080.450 dan almarhum Aji Candra Wibowo sebesar Rp555.882.450.
Sementara itu, Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Jatim Ahmad Fauzi menyampaikan apresiasi atas berbagai kebijakan yang dinilai berpihak pada pekerja.
“Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan keberpihakan Ibu Gubernur kepada buruh. Kebijakan seperti kuota afirmasi pendidikan, insentif pajak, hingga rencana penguatan transportasi sangat dirasakan manfaatnya,” ungkapnya.
Fauzi juga menilai bahwa kebijakan afirmasi pendidikan bagi anak buruh merupakan langkah progresif yang belum banyak diterapkan di daerah lain.
Rangkaian kegiatan peringatan May Day 2026 di Jawa Timur ditutup dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur, serta penyerahan kue ulang tahun kepada perwakilan serikat pekerja.
Turut hadir pada peringatan May Day antara lain Ketua Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Jatim Jazuli, Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Jatim Apin, Ketua Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi), Imam Muchlas, Ketua SPN Jatim Nuryanto, Ketua Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) Jatim Akhmad Soim.
Hadir pula Ketua Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan Minuman Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP RTMM-SPSI) Jatim Purnomo, Ketua SP LEM SPSI Soleh, Ketua KSBSI Edi Kuncoro, Ketua SPSI KEP Dendy, Ketua Par SPSI Jatim Mulyono, Ketua SP LEM SPSI Muaji Santoso, Ketua KSPSI Jatim Imam Syaifudin, Ketua DPD SP Kep KSPI Jatim Siswanto,dan Ketua PPMI Jatim Darmaji. (Andra Jatmiko)
Ketua Bidang Penanggulangan Bencana DPP PDIP Tri Rismaharini dan Ketua DPC PDIP Surabaya Armuji membagikan sembako kepada pengemudi ojol perempuan di Hari Buruh 2026, Jumat (1/5).
SURABAYA-KEMPALAN: Peringatan Hari Buruh Sedunia 2026 di Surabaya diwarnai pendekatan berbeda. PDI Perjuangan (PDIP) Surabaya memilih turun langsung ke lapangan dengan menyapa ratusan pengemudi ojek online (ojol) perempuan melalui aksi sosial membagikan bingkisan gratis (MBG), Jumat (1/5)
Sedikitnya 250 ojol perempuan dari berbagai wilayah Surabaya hadir di Kantor DPC PDIP Surabaya. Dalam suasana hangat dan penuh keakraban, para “pejuang jalanan” ini tidak hanya menerima paket sembako, tetapi juga diberi ruang menyampaikan aspirasi secara langsung kepada para pemangku kebijakan.
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Bidang Penanggulangan Bencana DPP PDIP Tri Rismaharini, serta Wakil Wali Kota Surabaya sekaligus Ketua DPC PDIP Surabaya Armuji. Keduanya tampak aktif berdialog dan menyerap berbagai keluhan, mulai dari keterbatasan hunian layak, perlindungan kerja, hingga akses terhadap layanan BPJS.
Armuji menegaskan komitmennya untuk membuka ruang aduan bagi masyarakat setiap hari serta menindaklanjuti laporan yang masuk. “Kalau ada kesulitan, kami tidak hanya menunggu, tapi juga turun langsung ke lapangan,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya perlindungan bagi pekerja rentan, termasuk buruh dan pengemudi ojol. Menurutnya, meski Upah Minimum Kota (UMK) Surabaya tergolong tinggi, aspek kesejahteraan lain seperti jaminan kesehatan, cuti, dan perlindungan kerja tidak boleh diabaikan. Ia mengingatkan perusahaan agar tidak mempersulit pemenuhan hak-hak dasar pekerja.
Sementara itu, Sekretaris DPC PDIP Surabaya Syaifuddin Zuhrip menegaskan bahwa momentum Hari Buruh harus menjadi ruang nyata untuk menunjukkan keberpihakan kepada pekerja. Ia menilai kondisi ekonomi global yang tidak menentu berpotensi menekan kelompok buruh, sehingga diperlukan kebijakan yang adaptif dan berpihak.
“Kelompok buruh, termasuk ojol, perlu mendapat perhatian lebih. Mulai dari kebutuhan dasar, hunian, hingga jaminan sosial seperti BPJS,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, PDIP Surabaya menegaskan bahwa peringatan Hari Buruh tidak sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk hadir, mendengar, dan memperjuangkan para pekerja yang menjadi tulang punggung ekonomi keluarga di tengah kerasnya kehidupan kota. (Andra Jatmiko)