Jumat, 1 Mei 2026, pukul : 19:59 WIB
Surabaya
--°C

Hari Buruh 2026, PDIP Surabaya Bagikan Sembako ke Ratusan Ojol Perempuan

Ketua Bidang Penanggulangan Bencana DPP PDIP Tri Rismaharini dan Ketua DPC PDIP Surabaya Armuji membagikan sembako kepada pengemudi ojol perempuan di Hari Buruh 2026, Jumat (1/5).

SURABAYA-KEMPALAN: Peringatan Hari Buruh Sedunia 2026 di Surabaya diwarnai pendekatan berbeda. PDI Perjuangan (PDIP) Surabaya memilih turun langsung ke lapangan dengan menyapa ratusan pengemudi ojek online (ojol) perempuan melalui aksi sosial membagikan bingkisan gratis (MBG), Jumat (1/5)

Sedikitnya 250 ojol perempuan dari berbagai wilayah Surabaya hadir di Kantor DPC PDIP Surabaya. Dalam suasana hangat dan penuh keakraban, para “pejuang jalanan” ini tidak hanya menerima paket sembako, tetapi juga diberi ruang menyampaikan aspirasi secara langsung kepada para pemangku kebijakan.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Bidang Penanggulangan Bencana DPP PDIP Tri Rismaharini, serta Wakil Wali Kota Surabaya sekaligus Ketua DPC PDIP Surabaya Armuji. Keduanya tampak aktif berdialog dan menyerap berbagai keluhan, mulai dari keterbatasan hunian layak, perlindungan kerja, hingga akses terhadap layanan BPJS.

Armuji menegaskan komitmennya untuk membuka ruang aduan bagi masyarakat setiap hari serta menindaklanjuti laporan yang masuk. “Kalau ada kesulitan, kami tidak hanya menunggu, tapi juga turun langsung ke lapangan,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya perlindungan bagi pekerja rentan, termasuk buruh dan pengemudi ojol. Menurutnya, meski Upah Minimum Kota (UMK) Surabaya tergolong tinggi, aspek kesejahteraan lain seperti jaminan kesehatan, cuti, dan perlindungan kerja tidak boleh diabaikan. Ia mengingatkan perusahaan agar tidak mempersulit pemenuhan hak-hak dasar pekerja.

Sementara itu, Sekretaris DPC PDIP Surabaya Syaifuddin Zuhrip menegaskan bahwa momentum Hari Buruh harus menjadi ruang nyata untuk menunjukkan keberpihakan kepada pekerja. Ia menilai kondisi ekonomi global yang tidak menentu berpotensi menekan kelompok buruh, sehingga diperlukan kebijakan yang adaptif dan berpihak.

“Kelompok buruh, termasuk ojol, perlu mendapat perhatian lebih. Mulai dari kebutuhan dasar, hunian, hingga jaminan sosial seperti BPJS,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, PDIP Surabaya menegaskan bahwa peringatan Hari Buruh tidak sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk hadir, mendengar, dan memperjuangkan para pekerja yang menjadi tulang punggung ekonomi keluarga di tengah kerasnya kehidupan kota. (Andra Jatmiko)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.