Jumat, 22 Mei 2026, pukul : 03:31 WIB
Surabaya
--°C

Wisata Offroad Hutan Cemara Pakal Surabaya Resmi Dibuka, Tawarkan Jalur Fun dan Adventure

Wali Kota Surabaya saat pembukaan Wisata Offroad Hutan Cemara Pakal, Minggu (22/6).


SURABAYA-KEMPALAN: Destinasi wisata baru Kota Surabaya, yakni Offroad Hutan Cemara, Taman Hutan Raya (Tahura), Pakal,  resmi dibuka untuk umum, Minggu (22/6).

Peresmian dilakukan langsung oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama Ketua Indonesia Offroad Federation (IOF) Pengcab Surabaya Sutopo dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan pengguntingan rangkaian bunga.

Setelah peresmian, Wali Kota Eri Cahyadi bersama Ketua TP PKK Rini Indriyani, langsung mencoba trek offroad. Bahkan, ia mengemudikan langsung mobil Jeep untuk offroad. “Luar biasa, offroad-nya ini medannya lebih menantang, lebih mantap dibandingkan waktu saya mencoba pertama kali,” kata Eri Cahyadi.

Eri menyampaikan terima kasih kepada kepada IOF Pengcab Surabaya yang telah mendukung dan berkontribusi penuh dalam mewujudkan wisata offroad di kawasan Hutan Cemara, Tahura, Pakal.

“Mulai hari ini untuk seluruh warga Surabaya juga seluruh wisatawan yang akan datang ke Kota Pahlawan jangan lupa offroad di Hutan Cemara, Pakal, pasti ketagihan,” ajak Cak Eri, sapaan lekat Wali Kota Surabaya.


Menurutnya, sensasi offroad ini bisa dicoba oleh semua kalangan karena didukung fasilitas yang lengkap. Bagi pemula yang ingin mencoba mengemudikan mobil sendiri, disediakan pendampingan dari anggota komunitas IOF. Selain pengalaman offroad yang menegangkan, pengunjung juga disuguhi fasilitas pendukung yang nyaman.

Di antaranya area ganti baju yang bersih, kamar mandi, serta perlindungan asuransi untuk setiap aktivitas offroad. Hal ini bertujuan untuk memberikan rasa aman bagi pengunjung dalam menikmati petualangan.

“Ada offroad itu sudah berbayar itu termasuk dengan ketika dia selesai offroad maka dia langsung makan di tempat yang sudah kita sediakan. Ada tempatnya, nanti juga bisa bakar-bakar ikan,” jelas Cak Eri.

Dalam kesempatan itu, Cak Eri juga menegaskan bahwa pengembangan wisata ini adalah bukti nyata kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, khususnya komunitas.

“Surabaya itu dibangun bukan oleh pemerintahnya. Tapi Surabaya itu dibangun oleh masyarakatnya juga, salah satunya adalah komunitas,” tegasnya.

Pengelolaan wisata offroad ini sepenuhnya dipercayakan kepada komunitas IOF Pengcab Surabaya bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya. “Kalau komunitas yang pegang, maka akan jauh lebih inovatif dan lebih bagus dalam pengembangannya,” imbuhnya.

Dia berharap wisata offroad Hutan Cemara Pakal dapat menjadi daya tarik baru bagi wisatawan yang ingin merasakan nuansa berbeda saat berkunjung ke Surabaya.

“Jadi di Surabaya ini tidak hanya wisata mal, tapi juga ada wisata menarik lainnya seperti offroad yang bisa dicoba. Ini semakin membuktikan bahwa Surabaya dibangun bukan oleh pemerintah, tapi kolaborasi dengan masyarakat terutama komunitasnya,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala DKPP Kota Surabaya Antiek Sugiharti menjelaskan bahwa wisata offroad ini mulai beroperasi pada minggu depan. Dibuka dari pukul 08.00 WIB hingga sore hari dengan tiga sesi trip. “Jadi wisata ini hanya dibuka pada hari Sabtu, Minggu, dan hari-hari libur nasional,” terangnya.

Pendaftaran pengunjung dapat dilakukan secara daring melalui laman resmi di dkpp.surabaya.go.id/offroadhutancemarapakal. Harga paket bervariasi, mulai dari Rp 120.000 untuk pengunjung dengan mobil pribadi (setelah verifikasi dari IOF) hingga Rp 235.000 untuk penggunaan mobil yang disediakan oleh pengelola.

“Kalau pengunjung ingin membawa mobil sendiri diberbolehkan, tetapi nanti akan ada verifikasi dari IOF terlebih dahulu untuk kelayakannya,” katanya.

Antiek menambahkan bahwa pengunjung memiliki dua pilihan jalur. Pertama adalah jalur “Fun” untuk pengalaman yang lebih santai dan kedua merupakan jalur “Adventure” yang menawarkan tantangan lebih bagi pecinta adrenalin.

“Kami menyiapkan dua alternatif jalur yang dapat dipilih. Mungkin untuk yang membawa keluarga bisa melewati jalur yang fun dan santai, kalau ingin lebih menantang bisa menggunakan jalur adventure,” jelasnya.

Di luar wisata offroad, pengunjung juga dapat menikmati Tahura Pakal secara mandiri, termasuk menjelajahi keindahan hutan, mencicipi kuliner lokal dan berkemah. Biaya masuk kawasan Tahura Pakal hanya Rp 5.000 per orang.

Ketua IOF Pengcab Surabaya, Sutopo menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan penuh dari Pemkot Surabaya. “Selama ini kita belum punya tempat, hanya punya wadah tapi tidak punya tempat. Dengan ini kami memiliki tempat untuk dikembangkan,” katanya.

Ia juga menekankan bahwa seluruh kendaraan yang digunakan telah memenuhi standar regulasi IOF. Selain itu, pengelolaan wisata ini juga telah bekerja sama dengan pihak asuransi.

“Dalam hal ini kita di-backup oleh Jasa Raharja Putera Surabaya. Sehingga masyarakat atau pengunjung yang ingin mencoba tidak perlu khawatir karena sudah terlindungi asuransi,” pungkasnya. (Dwi Arifin)

Debut Golf di Porprov, Pegolf Ditantang dengan Speed Green 10

MALANG-KEMPALAN: Tantangan yang tidak mudah akan dihadapi ke-52 pegolf yang akan turun di Araya Golf Course, Malang. Pasalnya, dalam debut cabor golf di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jatim 2025, mereka akan disuguhkan dengan tantangan berbeda.

Sebab, di dalam Porprov kali ini, Araya Golf Course akan menaikkan speed green-nya. Normalnya, speed green di course yang berada 10 menit dari pusat kota Malang itu di angka 9.

’’Untuk Porprov kali ini, kami menaikkan speed green menjadi di angka 10,’’ kata Course Superintendant Araya Golf Course, Rusdi. Sekadar diketahui, semakin tinggi nilai speed green, maka semakin licin rumput di area green.

BACA JUGA:Golf Kabupaten Malang Membidik Emas Porprov Jatim dari Nomor Ini

Dengan seperti green yang semakin licin, maka bola akan lebih cepat meluncur di green. Sehingga bisa menyulitkan upaya pegolf kontestan Porprov ini memasukkan bola ke dalam hole.

Dengan green semakin licin, maka tantangan di Araya Golf Course ini akan makin bertambah. Selama ini, Araya Golf Course dikenal dengan green-nya yang banyak miring ke kiri. Kontur tanahnya juga curam. Di first nine juga ditambah dengan angin yang saat siang hari bertiup lebih kencang.

Sementara di back nine lebih sempit dan beberapa dog leg yang menjebak pegolf. Rusdi menyebut, speed green di back nine yang di angka 10. Sementara itu, di first nine di 9,5.

’’Meski demikian, kami tetap yakin pegolf bisa mengatasinya. Apalagi yang sudah mengenali lapangan di sini,’’ tegas Rusdi. (YMP)

BACA JUGA: Golf Kota Kediri Dibebani Tiga Emas pada Porprov 2025, di Nomor Ini yang Dibidik

Satpol PP Surabaya Sita Puluhan Botol Miras, Toko Jual Berulang Kali Disegel!

SURABAYA-KEMPALAN: Satpol PP Kota Surabaya terus memperketat pengawasan dan penindakan terhadap peredaran minuman beralkohol (miras) ilegal di Kota Pahlawan. Upaya ini dilakukan untuk menekan angka kejahatan yang kerap dipicu konsumsi miras.

Kepala Bidang Penegakan Peraturan Daerah Satpol PP Kota Surabaya Yudhistira menjelaskan, pengawasan rutin ini tak hanya bertujuan menekan peredaran miras, tetapi juga sebagai langkah preventif terhadap potensi tindak kriminal.

“Pengaruh minuman beralkohol banyak menyebabkan dampak negatif, terutama tindak kejahatan yang sering kami temui. Oleh karena itu, Satpol PP Surabaya turut mengantisipasinya dengan pengawasan ketat,” kata Yudhis, Minggu (22/6).

Ia merinci, Sabtu malam (23/6), Satpol PP Kota Surabaya menyasar dua toko kelontong di wilayah Surabaya Timur dan Surabaya Selatan yang terindikasi menjual miras. Dalam operasi tersebut, petugas berhasil mengamankan puluhan botol miras dari berbagai merek dan golongan.

“Kami menindak dua toko, tepatnya di Jalan Gubeng Kertajaya dan Jalan Jarak. Di Jalan Gubeng Kertajaya, kami menyita 12 botol miras, sedangkan di lokasi kedua, Jalan Jarak, kami mengamankan 20 botol. Keduanya termasuk miras golongan A hingga C,” jelasnya.

Salah satu toko di Jalan Gubeng Kertajaya menjadi sorotan khusus. Toko tersebut diketahui berkali-kali nekat menjual miras tanpa izin, meskipun sudah berulang kali ditindak oleh Satpol PP. 

“Sebelumnya, toko ini sudah ditindak pada 7 November 2023, lalu disegel pada 18 Januari 2024, dan kembali ditindak pada 9 Mei 2025. Kami kembali menindak karena mereka masih nekat menjual miras tanpa izin,” ungkapnya.

Satpol PP Kota Surabaya menegaskan bahwa penindakan ini merupakan hasil kerja sama dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait perizinan, seperti Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga Serta Pariwisata (Disbudporapar), serta  Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (Dinkopumdag) Surabaya.

“Kami bertindak berdasarkan bantuan penertiban yang dilayangkan kepada kami. Perihal pemberian izin, kami serahkan pada dinas yang memiliki kewenangan,” terang dia.

Terkait sanksi administratif berupa penyegelan dan pencabutan izin, Yudhis menambahkan bahwa Dinkopumdag Surabaya adalah Perangkat Daerah (PD) yang berwenang. 

“Sebelumnya, toko di Jalan Gubeng Kertajaya ini sempat membuka segel berdasarkan permohonan yang mereka ajukan ke Dinkopumdag. Namun, karena kembali melanggar, hari ini kami kembali melakukan penindakan,” imbuhnya.

Selain menyita barang bukti, Satpol PP juga menyegel lemari pendingin yang digunakan untuk memajang miras di toko Jalan Gubeng Kertajaya.

“Barang bukti kami bawa ke kantor Satpol PP untuk dikenai sanksi tindak pidana ringan, serta ditempel stiker pelanggaran. Kedua toko tersebut juga kami minta untuk menghentikan sementara kegiatan usahanya,” tuturnya.

Yudhis berharap, melalui upaya pengawasan intensif ini, para pemilik usaha miras bisa segera mendapatkan pembinaan yang tepat.
“Pembinaan sekaligus pengawasan akan terus kami lakukan agar peredaran miras tidak berdampak negatif pada masyarakat dan bisa berjalan sesuai aturan yang berlaku,” pungkasnya. (Dwi Arifin)

Ketika Ego Politik Menggilas Kemanusiaan, Amerika Serang Iran

KEMPALAN: Serangan militer Amerika Serikat ke Iran dengan dalih menjaga perdamaian dunia menandai babak baru dalam kisah tragis perang modern yang lebih didorong oleh ego kekuasaan daripada nurani kemanusiaan.

Dunia sekali lagi dipertontonkan pada aksi sepihak yang menyimpan konsekuensi jauh lebih luas daripada yang terlihat di layar-layar televisi atau laporan media.

Ketika enam pesawat pengebom B-2 menjatuhkan bom penghancur bunker GBU-57A/B ke situs nuklir Fordow, dan 30 rudal jelajah TLAM ditembakkan dari kapal selam AS ke Natanz dan Isfahan, dunia tidak hanya menyaksikan kehancuran fisik, tetapi juga kehancuran harapan atas sebuah tatanan global yang lebih adil dan berperikemanusiaan.

Peperangan ini bukan sekadar reaksi atas provokasi atau langkah preventif terhadap potensi ancaman nuklir. Ini adalah refleksi dari bagaimana negara-negara besar masih saja mengedepankan dominasi dan kepentingan geopolitik di atas kepentingan perdamaian.

Ironisnya, semua ini dibungkus dalam jargon manis: “demi stabilitas dunia.” Padahal, dunia tidak menjadi lebih stabil setelah ledakan-ledakan itu bergema.

Dunia justru semakin terancam, tidak hanya oleh konflik bersenjata, tapi juga oleh lenyapnya rasa percaya antarnegara, meluasnya ketegangan regional, dan lahirnya ketakutan baru di tengah masyarakat sipil global.

Apa yang dilakukan Amerika bukan sekadar aksi militer, melainkan sebuah keputusan politik yang sarat dengan pesan simbolik: siapa yang berkuasa, dialah yang menentukan arah moral global.

Padahal, moralitas tidak pernah bisa lahir dari moncong senjata atau ledakan bom seberat 30.000 pon. Moralitas sejati hadir dari kemampuan untuk berdialog, untuk mengutamakan manusia sebagai pusat pertimbangan, bukan sekadar objek dalam skenario politik global.

Serangan ke Iran, seperti banyak diprediksi para pengamat, menyulut potensi efek domino yang bisa mengguncang tidak hanya kawasan Timur Tengah, tetapi juga keseimbangan dunia.

Negara-negara sekutu Iran mungkin merasa terancam dan terdorong untuk merespons. Rusia dan Tiongkok, dua kekuatan besar dunia dengan kepentingan strategis di kawasan, bisa saja memanfaatkan situasi untuk menegaskan posisi mereka.

Aliansi-aliasni militer yang semula pasif bisa berubah menjadi aktif, menciptakan pusaran konflik baru yang meluas dan sulit dikendalikan.

Efek domino ini lebih dari sekadar diplomasi yang retak atau ekonomi global yang terguncang. Ia menimbulkan ketidakpastian di tengah masyarakat dunia. Ketika satu negara bisa dengan mudah menjatuhkan bom atas nama “perdamaian,” negara lain pun akan merasa berhak melakukan hal yang sama.

Akibatnya, rasa aman menjadi barang langka. Dunia memasuki era di mana suara dentuman lebih nyaring dari diplomasi, dan keamanan bukan lagi hak universal, melainkan privilese yang hanya dimiliki oleh negara kuat.

Lebih jauh, peperangan ini kembali menunjukkan bagaimana suara rakyat tak pernah benar-benar didengar ketika ego politik berbicara.

Rakyat Iran yang hidup di sekitar situs-situs nuklir itu, bukan mereka yang menciptakan kebijakan, namun merekalah yang menanggung akibatnya.

Anak-anak, perempuan, dan kaum lansia menjadi korban dari sebuah keputusan yang dibuat ribuan kilometer jauhnya, tanpa melibatkan mereka sedikit pun.

Inilah wajah pahit dari politik global yang meminggirkan kemanusiaan: yang lemah selalu menjadi korban, sementara yang kuat memonopoli kebenaran.

Ketika ego para elit mendominasi ruang-ruang keputusan, peradaban tidak sedang bergerak maju, tetapi justru sedang mundur ke masa di mana hukum rimba menjadi pedoman.

Dunia yang diharapkan menjadi rumah bersama yang aman dan damai, kini menjelma seperti ranjau yang sewaktu-waktu bisa meledak.

Ketegangan, ketidakpastian, dan rasa curiga antarnegara kini menjadi hal yang normal. Padahal, manusia sejatinya diciptakan untuk saling hidup berdampingan, bukan saling mencurigai atau saling menghancurkan.

Malala Yousafzai, peraih Nobel Perdamaian, pernah berkata, “Dalam perang, tidak ada yang menang. Yang ada hanyalah mereka yang kehilangan kemanusiaan.” Kata-kata ini menggambarkan dengan tepat situasi dunia saat ini.

Baik Amerika maupun Iran, dalam pusaran konflik seperti ini, keduanya kehilangan sisi kemanusiaannya. Ketika senjata dijadikan jawaban utama, maka dialog dan belas kasih kehilangan tempatnya.

Peradaban manusia dibangun bukan di atas reruntuhan bangunan atau jasad korban perang, melainkan di atas rasa saling percaya dan keadilan.

Kini, dunia menanti apa yang akan terjadi berikutnya. Apakah akan muncul babak baru dari serangan balasan, atau adakah secercah kesadaran dari para pemimpin dunia untuk menghentikan siklus kekerasan ini? Dunia tidak bisa terus-menerus menjadi ajang pembuktian kekuatan militer.

Dunia membutuhkan kepemimpinan yang berani menahan diri, yang berani berdamai, bukan untuk menyerah, tapi untuk menyelamatkan masa depan umat manusia.

Harapan masih ada, namun waktu semakin sempit. Efek domino tidak akan menunggu niat baik. Ia akan melaju, menghantam siapa saja yang tak siap.

Jika dunia tidak segera sadar, maka krisis yang saat ini hanya terjadi di satu kawasan, bisa meluas menjadi malapetaka global.

Dan ketika itu terjadi, sejarah akan mencatat: umat manusia gagal belajar dari luka-luka masa lalu, karena lebih memilih memelihara ego daripada merawat nurani.

           ,“”

Oleh Bambang Eko Mei

Obor Api Porprov Jatim IX 2025 Dikirab dari Pamekasan Menuju Grahadi 

PAMEKASAN-KEMPALAN : Obor api Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur IX Malang Raya resmi dikirab oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur. Api tersebut diambil dari situs wisata Api Tak Kunjung Padam di Pamekasan, Minggu (22/6).

Pengambilan api dilakukan langsung oleh Ketua PB Porprov Jatim 2025, Deddy Suhayadi. Setelah disulut, api kemudian dikirab menuju Surabaya dan diterima oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak. Selanjutnya, api diinapkan di Gedung Negara Grahadi sebelum dikirab ke tiga daerah tuan rumah Porprov Jatim IX.

Kirab api Porprov Jatim kali ini akan menempuh rute dari Kabupaten Malang, berlanjut ke Kota Batu, dan berakhir di Kota Malang. Puncaknya, obor akan dibawa menuju Stadion Gajayana untuk prosesi pembukaan Porprov 2025.

Deddy Suhayadi menjelaskan, pemilihan Api Tak Kunjung Padam sebagai lokasi pengambilan obor bukan tanpa alasan. Situs tersebut memiliki nilai sejarah dan simbol semangat tak padam yang ingin dibawa ke seluruh Jawa Timur.

 “Kami ingin memberikan semangat kepada Madura yang belum pernah menjadi tuan rumah Porprov. Melalui kirab ini, kami harap dapat membangkitkan motivasi dan semangat daerah-daerah di Pulau Madura,” ujarnya.

Kirab Obor Porprov Dimeriahkan Konvoi Motor Listrik

Kirab obor Porprov Jatim IX juga dimeriahkan oleh kehadiran komunitas Brotherhood Motor Listrik. Inisiatif ini merupakan bagian dari kampanye KONI Jatim untuk menjaga lingkungan selama kirab berlangsung.

“Kami ingin kirab ini ramah lingkungan, tidak menimbulkan polusi udara maupun kebisingan. Tujuannya agar nyaman bagi semua pengguna jalan,” kata Deddy.

Menariknya, setiap daerah tuan rumah akan menampilkan kreativitas masing-masing dalam menyambut kirab obor Porprov. Hal ini diharapkan mampu menambah semarak dan memperkuat partisipasi masyarakat lokal dalam menyambut ajang olahraga terbesar se-Jawa Timur ini.(Ambari Taufiq/M Fasichullisan)

Hadiri Wisuda Anak, Khofifah Jadi Tamu Kehormatan  di Peking University

Gubernur Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri wisuda putra keduanya Jalaluddin Mannagalli di Peking University, Kota Beijing, Tiongkok, Minggu (22/6).

BEIJING-KEMPALAN: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri wisuda putra keduanya Jalaluddin Mannagalli di Peking University, Kota Beijing, Tiongkok, Minggu (22/6).

Gubernur Khofifah mengaku bersyukur karena  sang putra berhasil menyelesaikan studinya tak hanya tepat waktu, tapi lebih cepat dari yang seharusnya.

“Hari ini saya menghadiri wisuda putra kedua saya Jalal. Alhamdulillah putra kedua saya telah menyelesaikan program pascasarjana di Peking University. Sebagai orang tua saya bersyukur anak saya berhasil menyelesaikan studinya setelah melalui proses belajar  dengan penuh kerja keras. Mohon doa semoga ilmunya manfaat dan barokah,” ucapnya.

Jalaluddin Mannagalli masuk program pascasarjana di Peking University pada tahun 2023. Peking University ini menduduki peringkat 14 kampus terbaik di dunia versi QS World University Ranking 2026 dan QS WUR Asia dan menempati peringkat 1 kampus terbaik Asia.

Dalam menempuh studinya, Jalal diketahui berhasil memperoleh beasiswa dari China Goverment Schoolarship. Ia terpilih diantara banyak warga Indonesia yang juga mendapatkan beasiswa dari Pemerintah China baik S1, S2 maupun S3.

“Cukup banyak warga Indonesia yang juga menerima beasiswa dari pemerintah China, namun memang yang bisa diterima di Peking University ini sangat terbatas karena ketatnya persaingan,” tuturnya.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah menjadi salah satu tamu kehormatan. Orang nomor satu di Jatim ini mendapat tempat khusus di baris depan  bersama para guru besar Peking University.

Ketika para guru besar mendapat rangkaian bunga, Khofifah juga turut menerima rangkaian bunga. Hal ini menunjukkan bahwa Gubernur Khofifah mendapatkan sambutan hangat di antara para guru besar Peking University.

“Berada di baris depan  bersama para guru besar Peking University adalah sebuah kehormatan bagi saya. Ini adalah kesempatan luar biasa” katanya.

Ke depan, Khofifah berharap setelah menyelesaikan pendidikan, Jalal bisa mengamalkan ilmu yang didapatkannya dan bisa memberikan kontribusi bagi masyarakat, bangsa dan negara.

“Semoga ilmunya bermanfaat dan dapat berkontribusi di masyarakat, bangsa dan negara, insya Allah,” pungkasnya. (Dwi Arifin)

Bambang Haryo Catat Quattrick Pimpin Kodrat Jatim  

SURABAYA – KEMPALAN : Kecintaan Bambang Haryo Soekartono (BHS) terhadap olahraga tarung derajat tak pernah pudar. Terbukti, pria yang menjabat anggota DPR RI itu terpilih kembali sebagai Ketua Umum Pengprov Keluarga Olahraga Tarung Derajat Jatim periode 2025-2029.

BHS terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Olahraga Provinsi (Musprov) Kodrat Jatim yang dibuka langsung Ketua Umum KONI Jatim, M Nabil di Surabaya, Sabtu (22/6/2025). Total, dari 22 Pengcab yang hadir, semuanya sepakat memilih BHS dan tidak mengusulkan nama calon lain.

Selain dibuka langsung Ketua KONI Jatim, Musprov Kodrat Jatim yang berjalan cukup cepat itu juga dihadiri anggota Komisi E DPRD Jatim, Cahyo Harjo Prakoso. Pria yang akrab dipanggil Mas Cahyo itu juga mantan atlet tarung derajat peraih medali emas Piala Presiden.

“Terima kasih atas kepercayaan semua Pengcab. Selama ini, prestasi tarung derajat Jatim memang naik turun. Ke depan, kita akan bersama-sama berusaha membesarkan tarung derajat sehingga bisa berprestasi lebih baik lagi, ” ujar BHS yang sebelumnya sudah tiga periode menjabat Ketum Pengprov Kodrat Jatim.

Meski kepengurusan baru belum terbentuk, namun eberapa program sudah disiapkan BHS. Terdekat, adalah menyukseskan gelaran Porprov Jatim di Malang Raya. Selain itu juga akan menambah jumlah Pengcab Kodrat di Jawa Timur.

“Saat ini, ada 26 Pengcab yang tersebar di Jawa Timur. Banyak Pengcab baru yang mau berdiri, kesulitannya jumlah pelatih masih kurang. Jadi ke depan kita perbanyak pelatih, sehingga Pengcab bisa berdiri lebih banyak, ” ujarnya.

Selain itu, BHS juga akan berupaya mendorong agar tarung derajat bisa masuk dalam program ektrakulikuler di sekolah mulai dari tingkat SD, SMP hingga SMA.

“Kita mulai dari SMP dan SMA dulu. Dari sini kita juga bisa menjaring bibit-bibit atlet tarung derajat, ” ucap BHS.(Ambari Taufiq/M Fasichullisan)

Tim Sepakbola Polresta Sidoarjo Tantang Sat Brimob Polda Jatim di Final Kapolda Cup 3 Jatim 2025

SURABAYA-KEMPALAN: Tim Sepakbola Polresta Sidoarjo memastikan lolos ke babak final Kapolda Cup 3 Jatim 2025. Kepastian Polresta Sidoarjo lolos ke babak final Kapolda Cup 3 Jatim setelah di babak semifinal Sabtu (21/06) mengalahkan Polresta Probolinggo dengan skor telak 3-0. Duet Legenda sepakbola Indonesia Fachri Husaini dan Hariono yang di dapuk menangi tim sepakbola Polresta Sidoarjo di turnamen Kapolda Cup 3 Jatim membawa hasil yang membanggakan.

Beny Kuncoro dkk mencatat sejarah dengan lolosnya tim sepakbola Polresta Sidoarjo untuk pertama kalinya lolos ke partai final. Menghadapi tim Polresta Probolinggo yang diperkuat Sejumlah pemain liga 2 dan liga 3 seperti M. Surya Maulana dan Risdianto Prasetyo, Beny Kuncoro dkk tak silau dengan bintang liga 2. Bahkan Bhayangkara -Bhayangkara Sidoarjo ini tampil solid dan percaya diri.

Disaksikan Kapolresta Sidoarjo Kristian Tobing , Bhayangkara -bhayangkara Sidoarjo tampil impresif. Sepanjangan 2X30 menit tim asuhan duet Fakhri Husaini -Hariono menguasai permainan dengan mencetak tiga gol. Masing-masing di cetak Beny Kuncoro dua gol dan satu gol lainnya di sumbangkan Tommy Hariyanto. Polresta Sidoarjo pun memenangi pertandingan dengan skor akhir 3-0.

Dengan hasil tersebut Polresta Sidoarjo melangkah tegak ke partai puncak.

Di final Polresta Sidoarjo akan menghadapi Sat Brimob Polda Jatim. Sat Brimob lolos ke final setelah di semifinal mereka mengalahkan Polres Tulungagung juga dengan skor telak 3-0. 

Di final Beny Kuncoro dkk akan menghadapi Sat Brimob Polda Jatim pada Minggu 22 Juni 2025 di lapangan sepakbola Polda Jatim.

Sementara itu Polres Tulungagung berhasil menempati posisi ketiga setelah di laga perebuta posisi 3-4 Tulungagung mengalah Polresta Probolinggo dengan skor ketat 3-2. (Ambari Taufiq/M Fasichullisan)

Surabaya Mulai Pimpin Perolehan Medali Porprov Jatim IX 2025

Tim dayung Surabaya yang sukses merebut 10 medali emas sekaligus mempertahankan gelar juara umum di Porprov 2025.

MALANG-KEMPALAN: Kota Surabaya mulai unjuk gigi di ajang Porprov Jatim IX 2025. Kontingen Kota Pahlawan ini sekarang mulai memimpin di urutan teratas klasemen sementara. Sebelumnya, urutan teratas ditempati Kota Malang.

Berdasarkan upudate data perolehan medali per 21 Juni 2025, Kota Surabaya berhasil menyabet 21 medali emas, 14 perak, dan 15 perunggu poin 127.

Urutan kedua ditempati Kabupaten Sidoarjo yang meraih 13 emas, 9 perak, dan 12 perunggu poin 82. Salah satua tuan rumah, Kota Malang, yang sempat memimpin di urutan teratas, merosot ke urutan ketiga dengan 11 emas, 8 perak, dan 5 perunggu poin 65.

Sedang urutan keempat  ditempati Kab. Mojokerto yang meraih 3 emas, 8 perak, dan 10 perunggu poin 38. Disusul tuan rumah lainnya, Kab. Malang, di urutan kelima meraih 5 emas, 5 perak, dan 6 perunggu dengan total poin 36.

Tim dansa Kota Surabaya.

Porprov Jatim IX 2025 sendiri secara resmi baru dimulai pada 28 Juni dan akan berakhir hingga 5 Juli. Event ini mempertandingkan 64 cabang olahraga (cabor).


Kendati demikian, beberapa cabor sudah mengawali pertandingan dan memperebutkan medali. Antara lain, Hapkido, balap motor, dayung, taekwondo, dan dansa.

Ketua KONI Surabaya Hoslih Abdullah menyatakan cukup puas dengan jumlah medali yang diraih kontingen Surabaya, sehingga mampu menduduki peringkat pertama, meski pada awalnya sempat tertinggal dari kontingen lain.

“Tidak masalah tertinggal dari kontingen lain di awal gelaran Porprov. Yang penting di hari terakhir Surabaya bisa meraih juara umum. Kemarin kan sempat tertinggal. Tapi sekarang kan sudah menggeser kota Malang dari puncak klasemen,” kata Hoslih Abdullah, Sabtu (21/6) sore.

Salah satu cabor yang punya andil besar mendongkrak posisi Surabaya adalah dayung yang sukses merebut 10 emas, disusul taekwondo yang menyabet 6 emas, dansa 3 emas, balap motor 1 emas, selancar ombak 1 emas, dan Hapkido gagal meraih emas. Total untuk sementara Surabaya merebut 21 emas.

“Target dayung 8 emas, tapi hari ini berhasil merebut 10 emas. Taekwondo targetnya 6 emas dan dapat 6 emas. Sedang dansa kita dapat 3 emas, balap motor 1 emas, dan selancar ombak 1 emas. Insya Allah cabor lainnya akan menyusul untuk mendulang medali emas, sehingga mudah-mudahan target juara umum dengan 200 medali emas akan terwujud,” ungkap pria yang akrab disapa Cak Hoslih ini.

Apalagi, lanjut Cak Hoslih, saat pelepasan kontingen Wali Kota Surabaya sudah berjanji akan memberikan reward yang nilainya lebih besar dari daerah lain di Jatim bagi atlet peraih medali emas di Porprov 2025.

“Apa yang disampaikan Pak Wali itu telah melecut motivasi atlet untuk berlomba-lomba merebut medali emas. Untuk itu, saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Pak Wali. Mudah-mudahan target 200 medali emas tercapai,” ujarnya.

Tak lupa, Cak Hoslih juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada cabor yang telah sukses merebut medali. Sedang bagi cabor yang masih berjuang ia berharap agar fokus menghadapi pertandingan.

“Mudah-mudahan selalu diberi kesehatan dan sukses meraih medali sesuai target yang telah dicanangkan,” pungkasnya (dwi arifin)

Perolehan sementara (5 besar) medali Porprov Jatim IX 2025

• Surabaya 21 emas, 14 perak, 15 perunggu, poin 127
• Kab Sidoarjo 13 emas, 9 perak, 12 perunggu, poin 82
• Kota Malang 11 emas, 8 perak, 5 perunggu, poin 65
• Kab Mojokerto 3 emas, 8 perak, 10 perunggu, poin 38
• Kab Malang 5 emas, 5     perak, 6 perunggu, poin 36

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.