Rabu, 20 Mei 2026, pukul : 04:02 WIB
Surabaya
--°C

Indonesia Dapat Berkah dan Lolos ke Babak 16 Besar Setelah 3 Kemenangan Vietnam di Batalkan FIVB 

SURABAYA-KEMPALAN : FIVB Volleyball  Women’s U 21 World  Championship 2025 langsung bergerak cepat terkait dua pemain Vietnam Dang Thi Hong dan Nguyen Phuong Quynh yang di tenggarai berjenis kalamin laki -laki 

Dang Thi Hong dan Nguyen Phuong Quynh langsung di lakukan pemeriksaan tes screening kromosom secara medis oleh FIVB.

Dalam dunia kedokteran, tes skrining kromosom adalah tes untuk mendeteksi kelainan pada kromosom janin, termasuk kromosom seks (X dan Y), yang dapat menentukan apakah janin tersebut laki-laki (XY) atau perempuan (XX).

Meski pihak FIVB belum mengeluarkan pernyataan secara resmi tapi dalam beluttin yang di keluarkan FIVB Volleyball Women’s U 21 World Championship sudah melansir dalam klasemen akhir dan jadwal babak 16 besar tim Vietnam tidak di nyatakan lolos ke babak 16 besar meski tim Vietnam mencatat empat kali kemenangan dan satu kali kalah dari Argentina. Akan tetapi tiga kemenangan saat mengalahkan Indonesia 3-0, menang atas Canada 3-0 dan mengalahkan Republik Ceko 3-1 tidak di sahkan alias ditiadakan karena saat pertandingan Vietnam di nyatakan menggunakan pemain tidak sah. Dan hanya satu kemenangan yang di akui oleh FIVB Volleyball Women’s U 21 World Championship saat laga terakhir melawan Puerto Rico. Vietnam menang 3-1 atas Puerto Rico.

Dengan demikian Republik Ceko, Indonesia dan Puerto Rico berhak meraih kemenangan dan mendapatkan poin penuh 3 saat menghadapi Vietnam. 

Seperti di ketahui bahwa Vietnam dalam FIVB Volleyball Women’s U 21 World Championship berada di group A bersama Argentina, Republik Ceko, Indonesia, Puerto Rico dan Canada.(Ambari Taufiq/Mochammad Fasichullisan) Lihat grafis klasemen akhir grup A

No   Nama   M  M  K  P

1. Argentina  5   5   O 15

2. Croatia 5   4   1 12 

3. Indonesia   5   2   3  8

4. Puerto Rico 5  2   3  6 

5. Canada        5  1   4  3 

6.Vietnam        5  1   4  3 

Heterogenitas dan Globalitas Budaya Kota Surabaya

KEMPALAN: Kota-kota besar di dunia identik dengan heterogenitas. Berbagai etnis dan suku bangsa hidup berdampingan dalam komunitas besar di bawah payung hukum.

Bisa jadi, budaya dan adat istiadat banyak etnis ikut mengilhami lahirnya peraturan daerah. Maka membicarakan budaya atau sub-budaya sebuah kota, tak bisa dilepaskan dari faktor campur-aduk itu.

Bermacam kepentingan mewarnai eksistensi sebuah kota: industri, perdagangan, perbankan, politik, lingkungan hidup, sistem birokrasi, pendidikan, olahraga, juga sosial budaya. Intinya heterogenitas adalah buah dari urbanisasi.

Mari kita menengok Kota Surabaya yang berpenduduk 3,01 juta jiwa dengan pertumbuhan penduduk 2,07 per tahun yang mendiami wilayah 632 kilometer persegi.

Kota ini terus-menerus mengalami transformasi budaya, bahkan pada bagian-bagian tertentu memperlihatkan anti-klimaks. Saya mencoba memproyeksikan dengan pengalaman empiris saya yang lahir dan besar di kota ini selama 72 tahun.
Masa kanak-kanak saya diwarnai dengan permainan gobak sodor, patil lele, jat-jatan! (semacam tembak-tembakan dengan telunjuk dan ibu jari dibentuk mirip pistol, ketika meneriakkan “Jat! Lima langkah!” kaki pun melangkah, jika melangkah lima kaki tepat di depan musuh, maka musuh yang ditembak matilah).

Ada lagi engkle, sepak tekong, cublak cublak suweng, dan permainan yang kadang-kadang mempertaruhkan benda yang dibuat mainan seperti nekeran (kelereng), karet gelang, gambar umbul, dan kowah (bungkus rokok).

Saya mengalami masa-masa ritual mauludan dimana jika Maulid Nabi kami orang-orang sekampung di Kawasan tinggal saya Gersikan, Surabaya, datang ke langgar sambil membawa makanan untuk kemudian berdoa demi junjungan Nabi Muhammad SAW, setelah itu bertukar makanan.

Saya pun ikut mengalami setiap kenaikan kelas di SD yang murid-muridnya diwajibkan membawa jajanan untuk kemudian ditukar mirip ritual mauludan di langgar kampung kami.

Masih di seputar mauludan, saya juga minta dibelikan Ayah topeng-topengan dan pedang-pedangan, yang saat itu selama kurang lebih sepuluh hari, eforianya dimeriahkan para penjual mainan di Pasar Pandegiling, sepanjang depan THR, Pasar Genteng, Pasar Keputran, Pasar Blauran, Pasar Pacarkeling, Pasar Wonokromo, dan masih banyak lagi.

Yang paling ingat saat itu saya memilih topi Zorro dan topeng yang mirip kaca-mata hitam berikut pedangnya.

Saya juga ikut rame-rame keliling kampung ber- teng-tengan ciluk membawa lampion dari gerabah yang di dalamnya diisi lilin menyala sambil meneriakkan kalimat yang diulang-ulang mirip senandung: teng tengan ciluk, njaluk ambung sithik

Saya juga ikut rame-rame bersama teman-teman sekampung gerudukan jika lebaran tiba, unjung-unjung ke rumah tetangga untuk meminta maaf kepada yang lebih tua dan kami hormati. Padahal saat itu saya lebih mengharapkan pulangnya dapat sangu seketip dua ketip.

Saya juga ikut menikmati pertunjukan ludruk di kampung kami jika ada hajatan perkawinan atau sunatan yang nanggap kesenian itu. Saya terkagum-kagum dengan tokoh Sawunggaling dan Pak Sakerah. Saya pun sering menonton wayang orang Sri Wandowo di THR Surabaya, diajak keluarga maupun mengintip dari balik sela-sela pagar depan gedung. Dulu bagian depan gedung tidak ditutupi dinding. Jika mendekat pagar lantas mencoba naik dan duduk di puncak pagar, bisa agak leluasa menyaksikan pertunjukkan wayang orang meski dengan kaki dan pinggul capek.

Saya juga pernah menyaksikan pentas misri yang diperankan saudara-saudara kita warga Arab di kawasan kampung Semut, Surabaya.

Saya juga beberapa kali menonton pertunjukan barongsai dan liang liong di beberapa tempat.

Ilustrasi di atas saya alami dan saya saksikan secara intens antara tahun-tahun 1960 sampai dengan 1967.

Lama-kelamaan saya merasakan anti-klimaks secara gradual segala bentuk permainan, ritual, dan tontonan itu. Barangkali saya salah menilai, tetapi graduasi itu saya rasakan setelah dibukanya keran film-film impor dan menjamurnya radio amatir yang kemudian menjelma menjadi radio swasta siaran niaga.

Maka, industri pop pun semakin menaiki tangga-tangga kejayaan. Tentu saja peran televisi tak bisa diabaikan. Disusul puluhan tahun kemudian dengan perkembangan teknologi elektronika yang lantas melahirkan sejumlah games yang “membius” anak-anak yang popular dengan sebutan: play station.

Media-media ini mulai menggeser peran yang sebelumnya dilakukan ludruk dan kesenian tradisional lain serta bentuk-bentuk permainan yang saya sebutkan itu.

Yang “revolusioner” ketika pemerintah mulai mengizinkan beroperasinya stasiun-stasiun televisi swasta di pengujung 1989 dan dasawarsa 1990-an.

Yang saya rasakan selanjutnya bukan lagi sekadar graduasi tetapi erosi. Bahkan — boleh jadi — gempa budaya! Hampir semua permainan, ritual, dan tontonan yang saya sebut di atas: terkubur! Hanya reog dan ludruk yang bisa bertahan di kota ini, itupun, ludruk – kembang kempis terpuruk di pojokan Jalan Pulo Wonokromo sana yang belakangan malah lenyap tak berbekas !

Bagaimana kita menyikapi perubahan ini. Apa boleh buat, terima saja, Bung! Kok? Kita — warga Surabaya — dikenal sebagai orang-orang yang egaliter, terbuka. Duduk sama rendah, berdiri sama tinggi. Buktinya kota ini sejak lama didiami oleh multietnis dan suku bangsa — dari Jawa, Madura, Bali, Ambon, Batak, Sunda, Bugis, Padang, Timor, Manado, Eropa, China, Arab, India dan masih sekian lagi. Mereka hidup berdampingan.

Inilah barangkali heterogenitas dari sisi etnik budaya yang lantas menghasilkan sosok-sosok egaliter. Faktor geografis pun tak bisa diabaikan. Sebagai kota pantai, proses egalitas itu semakin mengental.
Maka, apa yang disebut budaya arek Suroboyo sebagai akulturasi heterogenitas semakin dilemahkan oleh gemuruh perdagangan dan industri, yang mau tak mau diperloyo globalisasi yang gencar ditembakkan media massa, khususnya televisi, lebih-lebih internet belakangan ini.

Film, musik, fashion, talk show, kuis, Facebook, Twitter, Instagram, YouTube dan segala bentuk imperialisme budaya manca hadir dengan leluasa melalui kotak kaca, komputer, dan gadget kita.

Namun, apa yang dibukakan kesempatan oleh media sosial seagaimana saya sebutkan di antara deretan di atas, sesunguhnya adalah “alat”, alat bertempur yang digunakan –baik oleh kekuatan tradisi maupun global modern– yang mendompleng teknologi bermuatan “filosofi” dan ilmu pengetahuan.

Bentuk-bentuk kesenian macam sastra, teater, musik, tari, film, dan seni rupa, yang tergabung atau menggabungkan diri dalam kesenian “modern” yang tadi saya sebut, terus berproses dan akan selalu “menyempurnakan” diri, baik yang digerakkan oleh komunitas maupun orang per orang.
Perihal komunitas, ada yang dibentuk oleh seniman dan pemerintah, yang lantas berbendera ‘Dewan Kesenian’. Di sisi lain yang dibentuk oleh kelompok maupun orang per orang yang lantas membentuk institusi “informal” atau kantong-kantong seni budaya yang tersebar di berbagai penjuru kota, terus berproses dalam tumbuh, kembang, dan … ada yang mati – juga, hidup segan mati tak mau.

Oleh sebab itu semuanya tergantung The Man Behind The Gun.

Lantas siapakah yang dimaksud dengan institusi disini? Ada Dewan Kesenian Surabaya, Dewan Kesenian Jawa Timur, Dewan Kesenian Malang, Dewan Kesenian Sidoarjo, Bengkel Muda Surabaya, Rumah Dedikasi Soetanto Soephiady, Sanggar Merah Putih, Brang Wetan, Bengkel Seni-Bengkel Kopi Suroboyo, Sanggar Anak Merdeka, dan masih banyak lagi.

Lantas siapakah yang dimaksud dengan orang per orang di sini? Mereka adalah Cak Kadar (alm.), Bambang Sujiyono (alm.), Soetanto Soephiady, M. Anis, Henri Nurcahyo, Yongky FH & Edo Wenas, Meimura, dan masih banyak lagi.

Oleh sebab itu, tergantung kita, bagaimana memanfaatkan media sosial dan segala bentuk alat komunikasi untuk tujuan-tujuan positif demi menggapai puncak kehidupan dalam bingkai kegelisahan kreativitas: kemanusiaan !

Kembali pada awal tulisan ini saya kemukakan, apakah unsur-unsur yang saya sebut itu harus kita gali kembali untuk kita “mainkan”? Tergantung. Artinya, kemauan dan kreativitas semua insan kota untuk ikut memikirkannya.

Dalam konteks itu, upaya stakeholder dan para pemerhati budaya adalah berupaya mendokumentasikan hal-hal tersebut, yakni segala bentuk permainan, ritual, atau kesenian dalam: foto, film, video, buku, atau museum. Bahkan dengan menghadirkan “museum hidup” ludruk pada gedung yang tepat sebagaimana seni kabuki di Jepang sana. Atau kalau tidak dengan memberikan kuota kepada grup-grup ludruk untuk pentas bergiliran 2 – 3 hari setiap bulan di gedung Balai Budaya di kompleks Balai Pemuda.

Surabaya bukan Jogja atau Solo yang memiliki warisan kesunanan dan kesultanan yang melahirkan tradisi budaya lokal kuat. Surabaya adalah kota campur aduk yang metropolis yang mungkin saja pada 25 tahun mendatang menjadi megapolis sejajar dengan kota-kota besar di dunia. Apalagi jika mengingat pertumbuhan populasi kota yang rerata 2,07 % setiap tahunnya itu.

Berjuanglah terus para pelaku seni budaya di kota ini, agar kota yang semakin subur dengan hutan beton ditingkah lalu-lintas yang makin padat merayap ini, tereduksi menjadi sejuk dengan siraman pentas dan kreativitas seni yang diharapkan bergulir dari waktu ke waktu.

Sementara kesenian tradisi yang terus dipepet metamorforsis zaman ini, saya percaya akan marak kembali dalam baju yang sedikit berubah namun tanpa meninggalkan ruh agungnya.

*) Penulis buku dan pemerhati seni budaya. Amang Mawardi

Inilah Daftar 16 Tim yang Lolos Babak 16  Besar FIVB Volleyball Women’s U 21 World Championship 2025

SURABAYA-KEMPALAN : FIVB Volleyball Women’s U 21 World Championship 2025  yang di gelar di tiga tempat yakni di GOR utama Jawa Pos Arena, GOR Samator dan Gelora Pancasila Surabaya sudah menyelesaikan babak penyisihan reguler. Dari  hasil pertandingan babak penyisihan reguler menghasilkan 16 tim dari 24 negara yang lolos ke babak 16 besar. (Ambari Taufiq/M Fasichullisan)

Hasil lengkap Selasa (12/8/2025);

Lapangan 1, Jawa Pos Arena:

Pool A Serbia-Kanada 3-1 (25-22, 25-22, 19-25, 25-17)

Pool A – Puerto Riko-Vietnam 3-1 (25-17, 25-21, 23-25, 25-22)

Pool D.Thailand-Bulgaria  0-3 (20-25, 24-26, 23-25)

pool A- INDONESIA-Argentina 0-3 (23-25, 18-25, 22-25)

Lapangan 2, Gelora Pancasila:

Pool B – Tiongkok- USA 3-0 (25-20, 25-12, 28-26)

pool B – Mexico-Korea 0-3 (20–25, 22–25, 18–25)

Pool B – Croatia -Rep.Dominika 3-0 (31-29, 25-21, 25-11)

Pool D – Brasil-Jepang 1-3 1(26-24, 17-25, 22-25, 22-25)

Lapangan 3, GOR Samator:

Pool C – Italia-Turki  2-3 (25-21, 20-25, 23-25, 25-18, 11-15)

Pool C – Mesir-Aljazair 3-0 (25-22, 25-17, 25-18)

Pool C – Polandia-Republik Ceko 3-0

(25-13, 25-9, 25-20)

Pul D – Tunisia-Chili  1-3 (20-25, 25-18, 21-25, 14-25).

Klasemen Akhir FIVB Volleyball Women’s U 21 World Championship 2025 Surabaya, Indonesia 

Pool A

Nama           M M K  P

1. Argentina 5  5  O 15*

2. Vietnam    5  3  2  9 **

3. Serbia        5  3  2  8*

4.Puerte Rico 5 3  2  8*

5.Indonesia     5 1  4  5

6. Canada        5  0  0 0

Pool B

1.China            5  5  O  15*

2. USA               5 4  1   12*

3.Rep. Korea    5  3  2   8*

4.Croatia           5  2  3   7*

5. Rep.Dominica 5 1 4  3

6. Mexico           5 5 O   0

Pool C

1.Polandia    5  4  1 13*

2.Italia            5 4  1  12*

3.Turky           5  3  2  9*

4.Rep. Ceko   5  3  2  8*

5.Mesir           5  1  4  3 

6. Aljazair       5  0  5  0

Pool D 

1.Jepang        5   5   O  15*

2. Brazil           5   4   1   12*

3. Bulgaria       5   2   3    7*

4. Thailand       5   2  3    6*

5. Chili               5   1  4   3 

6. Tunesia         5   0  0   0

Keterangan :

*  : Lolos babak 16 Besar 

**: Diskualifikasi 

Sumber       : FIVB 

Pasca Kekalahan Saat Laga Community Shield, Pelatih Liverpool Tahu Kelemahan Skuadnya

LIVERPOOL-KEMPALAN: Sebagai juara bertahan dalam Liga Primer Inggris, Liverpool FC mengawali musim ini dengan kekalahan di ajang Community Shield, Minggu malam lalu WIB (10/8).

Bermain di Wembley Stadium, London, LFC dipecundangi juara Piala FA 2024—2025, Crystal Palace lewat babak adu penalti 2-3 setelah bermain imbang 2-2 sampai di babak perpanjangan waktu.

BACA JUGA: Liverpool Menangi Gelar Ke-20 di Liga Inggris

Kekalahan tersebut memberikan gambaran bagi tactician LFC Arne Slot terkait klubnya jelang matchweek pembuka Liga Primer Inggris, akhir pekan nanti. Bermain di kandang sendiri, Anfield Stadium, Liverpool, Virgil van Dijk dkk akan bersua AFC Bournemouth.

Dilansir dari laman RTE, Slot menyebut ada titik lemah yang ditunjukkan skuadnya saat laga tersebut. Terutama ketika menghadapi klub-klub yang memainkan blok rendah di dalam sebuah laga.

Termasuk yang diterapkan Palace saat itu. ’’Secara keseluruhan kami tidak menciptakan banyak peluang karena mereka bermain dengan blok yang rendah, sehingga kami juga kehilangan penguasaan bola,’’ tutur Slot.

Apalagi setelah Palace mampu menyamakan kedudukan jadi 2-2. Permainan mereka di saat itu sudah fokus ke penentuan lewat babak adu penalti. Diakui Slot, pertahanan tim asuhannya bermain kurang maksimal.

’’Sepertinya kami membutuhkan sedikit perbaikan dalam pertahanan saat ini. Pasalnya, kami tidak banyak kecolongan peluang gol dari lawan, tetapi kami malahan kemasukan dengan mudahnya,’’ sambung Slot.

Setali tiga uang dengan Slot, Van Dijk pun menganggap anak asuhnya terlalu gampang kecolongan dalam menit-menit terakhir. ’’Hanya sekali kami tidak kebobolan di menit-menit terakhir musim ini,’’ ungkap Van Dijk, dilansir dari laman Goal.

’’Itu sesuatu yang harus kami perbaiki saat ini. Kami akan melakukannya. Aku pada saat ini sama sekali tidak khawatir. Ada alasan kenapa pertahanan kami bagus pada musim lalu, dan kami harusnya bisa mengulanginya musim ini,’’ tegas Van Dijk. (YMP)

Argentina Terlalu Tangguh Bagi Indonesia

SURABAYA-KEMPALAN : Timnas voli putri Indonesia kembali menelan kekalahan di FIVB Volleyball Women’s U 21 Championship 2025 Surabaya, Indonesia. Menghadapi Argentina, pada Selasa (12/08) di GOR Jawa Pos Arena Surabaya, Junaida Santi dan kawan-kawan tak banyak melawan. Srikandi-srikandi Indonesia dipaksa menelan pil pahit oleh Argentina dengan skor telak 3-0(23-25,18-25,22-25).

Bagi Indonesia menghadapi Argentina di pool A ini hasilnya sangat di harapkan bisa meraih kemenangan atau minimal bisa mencuri dua set poin untuk meraih tiket ke babak 16 besar dengan predikat bisa menempati rangking 4  klasemen akhir pool A. 

Sedangkan bagi Argentina, apapun hasilnya, menang ataupun kalah sekalipun Argentina tetap menjadi juara pool dan mengantongi  poin sempurna 15 dari hasil 5 kali main, lima kali kemenangan. Namun apa yang terjadi Argentina tetap bermain force dan tidak memberi ampun dan iba kepada Indonesia.  

Set pertama Indonesia menyerah di angka 23-25, set kedua 18-25 dan set ketiga 22-25.

Dengan hasil tersebut Junaida Santi dan kawan kawan di rangking akhir pool A berada di rangking ke lima dari enam tim. Sedangkan Argentina tetap kokoh di puncak klasemen akhir di ikuti Vietnam, Serbia, Puerto Rico, Indonesia dan Canada.(Ambari Taufiq/M Fasichullisan)

Lewat BIAS dan CKG, Pemkot Wujudkan Anak Surabaya Sehat

SURABAYA-KEMPALAN: Pemkot Surabaya melaksanakan program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) dan Cek Pemeriksaan Gratis (CKG) atau Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) secara serentak di seluruh sekolah di Surabaya.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan anak-anak dan mencegah berbagai penyakit menular serta kanker sejak dini.

Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Surabaya Rini Indriyani menyampaikan pesan kepada para orang tua agar tidak khawatir dengan program imunisasi ini. Ia menekankan bahwa imunisasi yang diberikan sudah terjamin aman dan telah melalui prosedur standar yang ketat.

“Ini adalah upaya kita bersama untuk menjaga kesehatan anak-anak kita. Insyaallah, ini aman,” kata wanita yang akrab disapa Bunda Rini ini, Selasa (12/8).

Petugas kesehatan akan melakukan skrining awal untuk memastikan kondisi kesehatan anak sebelum diberikan imunisasi. Jika ada anak yang sedang tidak sehat, imunisasi akan ditunda dan dijadwalkan ulang saat anak sudah pulih.

“Jadi, ketika anak ini dalam kondisi yang mungkin kurang sehat, tidak dipaksakan untuk bisa diimunisasi,” jelasnya.

Program BIAS tahun ini menargetkan imunisasi untuk anak sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP), serta pemeriksaan kesehatan untuk anak usia PAUD hingga SMA. Untuk BIAS, menyasar anak kelas 1, 2, dan 5 SD/MI serta siswa perempuan kelas 9 SMP. 

Imunisasi Measles-Rubella (MR) diberikan kepada siswa kelas 1 untuk mencegah Campak dan Rubella. Sementara imunisasi Difteri-Tetanus (DT) diberikan pada siswa kelas 1, dan Tetanus-Difteri (Td) untuk siswa kelas 2 dan 5.

“Khusus untuk anak perempuan kelas 5 SD dan 9 SMP, diberikan imunisasi Human Papillomavirus (HPV) untuk mencegah kanker leher rahim. Imunisasi ini diberikan secara gratis oleh pemerintah pusat, karena sebelumnya berbayar dan mahal,” jelasnya.

Selain imunisasi, program ini juga mencakup CKG bagi semua siswa, mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, hingga SMA. Pemeriksaan yang dilakukan meliputi gula darah, tekanan darah, mata, dan gigi. “Kita antisipasi seminimal mungkin agar tidak menjadi lebih parah lagi,” ujar dia.

Bunda Rini melanjutkan, program ini melibatkan kolaborasi antara Dinas Pendidikan (Dispendik) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya. Setiap orang tua diminta mengisi formulir untuk mendeteksi potensi masalah kesehatan pada anak. Hal ini membantu tim medis untuk memberikan penanganan yang lebih spesifik dan tepat sasaran.

Pihak sekolah, termasuk sekolah swasta, juga diminta untuk aktif berpartisipasi dan melaporkan data imunisasi siswa kepada Dinkes dan Dispendik. Ini bertujuan untuk memastikan tidak ada anak yang terlewatkan dari program imunisasi penting.

“Imunisasi penting untuk daya tahan tubuh anak-anak sampai dia menjadi dewasa,” tegas Bunda Rini. (Dwi Arifin)

Kalahkan Republik Dominika 3-0, Croatia Pastikan Lolos ke Babak 16 Besar FIVB Women’s U 21 World Championship 2025

SURABAYA-KEMPALAN : Croatia pastikan tiket ke babak 16 besar FIVB Women’s U 21 World Championship 2025. Pada laga pamungkas grup B di Gelora Pancasila Surabaya Selasa ( 12/08) Croatia mengalahkan Republik Dominika dengan skor 3-0 (31-29, 25-21, 25-11).

Croatia dan Republik Dominika sejatinya sama-sama berpeluang merebut satu dari 4 jatah tiket pool B ke babak 16 besar. Tapi, Croatia lebih beruntung karena dapat menyelesaikan pertandingan dengan kemenangan dengan skor 3-0.

Sejak set pertama kedua tim sama-sama bermain ngotot untuk meraih kemenangan. Kejar mengejar perolehan poin terjadi hingga terjadi 6 kali deuce. Akab tetapi Croatia akhirnya bisa mengakhiri pertandingan dengan kemenangan 31-29.

Set kedua, Republik Dominika sempat memimpin 2 hingga 3 poin di pertengahan set kedua. Sayang mereka tidak mampu mempertahankan dominasinyam. Sementara itu Croatia pelan tapi pasti, mereka mampu mengejar dan bahkan berhasil memimpin di penghujung laga set kedua sekaligus mengakhiri pertandingan dengan skor 25-21.

Unggul dua set  Croatia semakin percaya diri. Smes smes tajam terarah membuat Republik Dominika kian tak berdaya dan akhirnya Croatia menutup kemenangan di angka 25-11.

Dengan hasil tersebut Croatia memastikan satu jatah tiket ke babak 16 besar mendampingi juara bertahan China, AS, Korea Selatan dari pool B. Sedangkan Republik Dominika harus tersisih.( Ambari Taufiq/MFasichullisan)

Nelayan Pacitan Minta Breakwater Pelabuhan Tamperan Dikeruk dan Diperluas

Gubernur Khofifah Indar Parawansa dialog dengan nelayan di Pelabuhan Tamperan, Pacitan, Selasa (12/8).

PACITAN-KEMPALAN: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan berbagai bantuan khusus bagi nelayan Kabupaten Pacitan di Pelabuhan Tamperan Pacitan, Selasa (12/8) pagi.

Bersama Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji, Wakil Bupati Pacitan Gagarin Sumrambah, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Muhammad Isa Ansori serta sejumlah kepala OPD Pemprov Jatim, Khofifah menyerahkan bantuan berupa alat tangkap jaring sejumlah 100 unit senilai Rp 70 juta dan juga e-BKP atau dokumen elektronik Buku Kapal Perikanan untuk 10 orang nelayan.

“Alhamdulillah hari ini kita berkesempatan untuk menyerahkan bantuan untuk para nelayan di Pelabuhan Tamperan Pacitan. Kita berharap apa yang diserahkan bisa bermanfaat dalam mendongkrak peningkatan produktivitas perikanan, serta kesejahteraan nelayan,” katanya.

Khofifah juga menjadikan momentum ini untuk bercengkrama dan berbincang lebih dekat dengan para nelayan. Para nelayan dipersilakan menyampaikan aspirasinya untuk kemajuan sektor kelautan dan perikanan di Kabupaten Pacitan.

Salah satu permintaan para nelayan yang disampaikan adalah kebutuhan pengerukan pantai dan juga perluasan breakwater. Dua hal ini dikatakannya menjadi hal penting yang mendukung peningkatan produktivitas tangkapan ikan di Pacitan.

“Tentu tidak tiap tahun di semua pelabuhan bisa dijalankan pengerukan. Pengerukan di Pelabuhan Mayangan insya Allah sudah dianggarkan. Mudah-mudahan di Pelabuhan Tamperan juga segera dilakukan pengerukan dan perluasan breakwater atau pemecah gelombang. Saya tadi sudah kontak tim di TAPD,” imbuhnya.

Yang spesial, orang nomor satu di Jatim tersebut juga menyerahkan Bimtek (Bimbingan Teknis) Peti Koin Bermantra (Peternakan dan Perikanan Mandiri Berbasis Teknologi) senilai Rp119 juta kepada Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Mugi Rahayu, Desa Pelem, Kec. Pringkuku, Kab. Pacitan.

Khofifah menyampaikan Bimtek Peti Koin Bermantra merupakan program yang diluncurkan untuk menanggulangi kemiskinan, akses layanan dasar, dan peningkatan ekonomi di empat kabupaten. Yakni Pacitan, Lumajang, Bondowoso, dan Trenggalek.

“Program ini merupakan bagian dari upaya Pemprov Jawa Timur untuk memberdayakan usaha ekonomi produktif sekaligus pengembangan usaha peternakan dan perikanan secara mandiri. Salah satunya di Pacitan,” kata Khofifah.

“Ini ikhtiar mendorong kesejahteraan nelayan dan pelaku usaha perikanan. Maka kami optimis bantuan ini bisa menciptakan wirausaha baru. Insya Allah semua bantuan bermanfaat bagi nelayan dan menjadi berkah bagi nelayan,” tambahnya.

Program ini sekaligus menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jatim dalam meningkatkan nilai tambah dan daya saing sub sektor perikanan melalui sinergi program Peti Koin Bermantra dan bantuan lintas sektor lainnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Muhammad Isa Ansori mengatakan, Pelabuhan Tamperan Pacitan merupakan BLUD yang ada di Pemprov. Produksi utamanya yakni ikan tuna dan cakalang yang mencapai 6.450 ton.

“Di pelabuhan ini ada dua dermaga. Di dermaga dua ini, nelayan dari Jawa Tengah dan Jawa Barat sering kesini, jadi di sini cukup strategis menjadi rumah singgah para nelayan,” kata Muhammad.

Atas bantuan yang diberikan pihaknya mengucapkan terima kasih atas semua bantuan yang diberikan kepada nelayan di Pelabuhan Tamperan yang diharapkan akan meningkatkan jumlah hasil tangkapan ikan dan meningkatkan ekonomi, baik di Kota ataupun Kabupaten Pacitan.

“Bapak Ibu, alhamdulillah semua bantuan dari Ibu Gubernur. Maturnuwun Ibu sudah memberikan bantuan sampai ke hilir, maka banyak nelayan yang menyebut Ibu sebagai Ibunya nelayan di Jawa Timur,” pungkasnya.

Khofifah juga menyerahkan bantuan program Gemarikan kepada 100 anak SDN Kayen 1 Kabupaten Pacitan senilai 50 juta yang diterima langsung oleh kepala sekolah.

Ada juga bantuan program bimtek standar pengemasan produk perikanan kepada Poklahsar (Kelompok Pengolah dan Pemasar Hasil Perikanan) senilai Rp 26 juta.

Selanjutnya, penyerahan bantuan program PUSPITA (Penguatan Usaha Perikanan untuk Peningkatan Produktivitas) senilai Rp. 34.489.000. Kemudian bimtek pengembangan kawasan agropolitan ikan nila senilai Rp. 63.536.000 kepada Pokdakan Mina Sari, Desa Bandarsari, Kec. Bandar, Kab. Pacitan. (Dwi Arifin)

KONI Jatim Gelar Tes Kesehatan Atlet dan Pelatih Puslatda PON 2028

SURABAYA-KEMPALAN : Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur menggelar tes kesehatan bagi pelatih dan atlet Puslatda proyeksi Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII 2028 NTT–NTB. 

Kegiatan ini berlangsung di Gedung KONI Jatim, Surabaya, mulai 5 Agustus lalu.

Tes ini diikuti oleh 289 peserta, terdiri atas 61 pelatih dan 228 atlet. Mereka menjalani rangkaian pemeriksaan kesehatan, seperti pengecekan darah lengkap, rekam jantung, pengecekan tekanan darah, serta pengukuran tinggi badan.

Ketua KONI Jatim, Muhammad Nabil, menjelaskan bahwa tes kesehatan ini merupakan tahap awal untuk memastikan kondisi para pelatih dan atlet sebelum menjalani program Puslatda.

“Ini tahapan formal, tetapi penting untuk mengukur kondisi kesehatan atlet dan pelatih. Kami akan menerima laporan resmi dari hasil laboratorium, kemudian mengonfirmasi kepada yang bersangkutan. 

Yang terpenting dari tes ini adalah memastikan atlet dan pelatih berada dalam kondisi sehat,” kata Nabil.

Hasil tes kesehatan ini juga menjadi acuan bagi pelatih dan atlet dalam menyusun program latihan agar tidak membebani kondisi fisik. 

Selain itu, hasil tersebut dapat menjadi panduan bagi atlet untuk mengetahui jenis asupan makanan, minuman, maupun obat-obatan yang boleh dikonsumsi.

Nabil menambahkan, hasil tes kesehatan ini dapat memengaruhi komposisi atlet Puslatda.

 “Sangat memengaruhi, karena jika hasil tes menunjukkan ada kekurangan pada salah satu organ atlet, kami akan berkoordinasi dengan pelatih.

 Apakah atlet tersebut sedang menjalani proses penyembuhan atau memang tidak bisa melanjutkan secara fisik, itu harus kami sampaikan,” ujarnya.

“Jika ada perbaikan kondisi, maka beban latihan akan disesuaikan, baik dari segi durasi maupun intensitas. Kami tidak boleh melatih dalam keadaan tidak memahami kondisi sebenarnya dari atlet,” imbuhnya.

Ia menegaskan bahwa tes kesehatan ini akan digelar rutin setiap tahun untuk memastikan kondisi atlet dan pelatih tetap prima menjelang PON XXII 2028.(Ambari Taufiq /M Fasichullisan)

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.