Rabu, 20 Mei 2026, pukul : 03:14 WIB
Surabaya
--°C

Sukses dalam Laga Pertama Menggantikan Donnarumma, Chevalier Banjir Pujian

UDINE-KEMPALAN: Lucas Chevalier menepis bayang-bayang Gianluigi Donnarumma di dalam penampilan pertamanya pada ajang kompetitif sebagai kiper Paris Saint-Germain (PSG).

Tepatnya saat mengantarkan PSG memenangi Piala Super Eropa, di Stadio Friuli, Udine, Kamis dini hari WIB (14/8). Dalam laga tersebut, PSG menekuk Tottenham Hotspur via adu tendangan penalti.

Les Parisiens (julukan PSG) memenangi adu penalti 4-3. Selama waktu normal, dua klub tersebut berimbang 2-2. PSG comeback dua gol setelah tertinggal dari gol Micky van de Ven dan Cristian Romero pada menit ke-39 dan 48.

Gol Lee Kang-in dan Goncalo Ramos pada menit ke-85 dan 90+4 yang membuyarkan asa Spurs memenangi ajang tersebut untuk kali pertama dalam sejarahnya. Spesialnya, PSG pun jadi klub Prancis pertama yang memenanginya.

Chevalier menggagalkan satu dari lima kali upaya penendang penalti Spurs. Dia mampu mengeblok tembakan penalti dari Van de Ven. Selain itu, dia terselamatkan setelah kans Spurs dari Mathys Tel melayang.

Terlepas dari aksi-aksi Chevalier tersebut, hanya Vitinha algojo penalti PSG yang gagal menjalankan tugasnya. Sisanya, Nuno Mendes, Kang-in, Ousmane Dembele dan Goncalo Ramos mampu menunaikan tugasnya.

Yang jelas, performa bagus tersebut membayar kepercayaan PSG yang memboyongnya dari klub Lille OSC pada musim panas ini. Kiper berusia 23 tahun tersebut diboyong ke PSG dengan fee senilai 40 juta Euro (Rp 753,5 miliar).

Aksi penyelamatan adu penalti kiper Paris Saint-Germain (PSG) Lucas Chevalier. (Foto: Eurosport)
Aksi penyelamatan adu penalti kiper Paris Saint-Germain (PSG) Lucas Chevalier. (Foto: Eurosport)

Chevalier pun langsung menuai banyak pujian dari publik Prancis. Baik dari rekan satu timnya di PSG, dari entraineur PSG Luis Enrique, dan dari analis pertandingan di Prancis setelah laga.

Salah satunya dari mantan gelandang timnas Prancis Claude Makelele. ’’Chevalier punya kemampuan yang bagus untuk menjadi pemain nomor satu di Paris (PSG),’’ ungkapnya, dalam wawancara dengan RMC Sport.

Selain Makelele, Lucho (sapaan akrab Enrique) juga memberikan pujian kepada penjaga gawang barunya itu. Menurut Lucho, Chevalier saat ini sudah menunjukkan karakter permainan yang dia miliki sebenarnya.

’’Laga pertamanya bersama kami berjalan sulit. Semua orang membicarakan situasinya saat ini. Tetapi dia mampu menunjukkan kepribadian dan karakter yang dibutuhkan di klub ini sebagai pemain Paris Saint-Germain,’’ tegas Lucho, dilansir dari laman Culture PSG. (YMP)

HUT ke-80 RI, Pemprov Jatim Gelar Sholawatan hingga Pesta Rakyat

Acara jumpa pers di Kantor Diskominfo Jatim, Rabu (13/8).

SURABAYA-KEMPALAN: Berbagai kegiatan akan digelar Pemprov Jatim untuk memperingati HUT ke-80 Kemerdekaan RI. Kegiatan yang dipusatkan di Gedung Negara Grahadi Surabaya ini akan berlangsung mulai Jumat (15/8) hingga Senin (18/8).

Puncak acara akan terbagi dalam dua kegiatan besar yang bertajuk doa, dzikir, dan sholawat bersama Habib Syech di halaman Gedung Negara Grahadi pada Jumat (15/8).

Kemudian ada juga pesta rakyat berupa konser musik dan kuliner gratis. Dua agenda ini diperkirakan akan dihadiri puluhan ribu masyarakat.

“Kami ingin masyarakat bisa menikmati perayaan kemerdekaan yang ke-80 ini. Bukan sekadar seremoni, tapi sebuah pesta yang bisa dinikmati semua kalangan,” kata Muhibin, Analis Kebijakan Ahli Madya Pembina Utama Muda Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemprov Jatim kepada wartawan di Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Jatim, Surabaya, Rabu (13/8).

Muhibbin mengatakan, doa, dzikir, dan sholawat ini seperti yang dilakukan pada tahun 2023 silam. Kegiatan ini merefleksikan masyarakat Jatim yang dikenal religius. Karena itu, pemprov mengajak doa bersama untuk kebaikan dan kedamaian bagi bangsa Indonesia di usia kemerdekaan yang ke-80.

Upacara Peringatan HUT ke-80 RI ini akan digelar di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Minggu (17/8).  Kemudian dilanjutkan dengan resepsi kenegaraan bersama Forkompimda, keluarga pahlawan, dan perintis kemerdekaan.
Upacara ini akan dihadiri 3.353 orang undangan dan menghadirkan berbagai hiburan mulai machingband dari SMAN Taruna Kediri dan lain-lain.

Ada pula tari kolosal oleh gabungan sanggar tari se Jatim yang berjumlah 300 orang. Juga penampilan dari artis Jihan Audi.

“Selesai upacara akan kita rangkai dengan resepsi kenegaraan yang rencananya akan dihibur oleh seniman Jawa Timur Jo Klitik dan Jo Kluthuk,” tutur Muhibbin.

Sementara sore harinya usai upacara penurunan bendera, juga digelar acara yang sama resepsi kenegaraan dengan para Paskibraka, pelatih, dan purna paskibraka .

Sedang  pada Senin (18/8) akan digelar Pesta Rakyat yang menghadirkan musisi dan seniman tanah air, seperti grup musik NDX AKA, pelawak asal Banyuwangi Cak Percil, dan Group Guyon Maton.

“Ini bukan konser musik saja, tapi pesta yang menghadirkan hiburan, makanan khas, dan kebersamaan,” terang Muhibbin.

Rangkain kegiatan yang terpusat di tengah Kota Surabaya tersebut diprediksi akan menimbulkan kemacetan. Untuk itu, Kepala Bidang Lalu Lintas Jalan Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jatim Farid Susanto mengatakan, pihaknya menyiapkan rekayasa arus lalu lintas di sekitar kawasan Grahadi dan menyediakan kantong-kantong parkir.

Sejumlah ruas jalan akan ditutup. Di antaranya Jalan Tunjungan menuju Grahadi, Jalan dari Siola ke Embong Malang, dan pengalihan jalan menuju Grahadi diarahkan ke Jalan Genteng.
Kantong parkir disiapkan di Jalan Simpang Dukuh, Taman Apsari, Embong Malang, Jalan Yos Sudarso, Jalan Panglima Sudirman, serta area parkir pusat perbelanjaan seperti Surabaya Plaza dan Tunjungan Plaza.

Menurut Farid Susanto, total ada sekitar 3.500 unit kantong parkir yang disiapkan untuk kendaraan roda dua dan empat. (Dwi Arifin)

Bahaya Pemimpin Demagog

KEMPALAN: Pemimpin Demagog adalah sosok yang memanfaatkan emosi massa, terutama rasa takut, amarah, atau kebencian, untuk menguatkan kekuasaannya.

Mereka sering tampil bak “penyelamat rakyat” dengan retorika membakar semangat, namun di balik kata-kata manis itu tersimpan tujuan utama yakni mempertahankan kekuasaan meski harus mengorbankan kebenaran dan kepentingan publik.

Bahayanya, ketika seorang demagog memimpin atau berkuasa, politik berubah dari ruang rasional untuk mencari solusi menjadi panggung teater emosi.

Kebijakan tidak lagi lahir dari analisis data dan pertimbangan matang, melainkan dari upaya untuk memuaskan hasrat kerumunan sesaat, yang mudah terombang-ambing oleh pidato penuh janji namun miskin realisasi.

Fenomena pemimpin demagog bukan hanya cerita dalam buku sejarah. Dunia pernah menyaksikan bangkitnya tokoh-tokoh seperti Adolf Hitler di Jerman atau Benito Mussolini di Italia, yang memanfaatkan krisis ekonomi dan ketidakpuasan rakyat untuk mengobarkan nasionalisme ekstrem.

Mereka menjual mimpi besar, namun dibayar dengan harga mengerikan berupa perang, genosida, dan keruntuhan moral bangsa.

Sejarah memberi pelajaran keras bahwa demagog sering kali memulai langkahnya dengan bahasa rakyat, namun mengakhirinya dengan penindasan terhadap rakyat itu sendiri.

Mereka paham betul bahwa logika sulit bersaing dengan retorika yang memabukkan, dan dalam masyarakat yang lelah dengan krisis, narasi sederhana yang mengkambinghitamkan pihak tertentu terdengar jauh lebih memikat ketimbang rencana reformasi yang kompleks.

Salah satu ciri utama pemimpin demagog adalah penguasaan panggung dan media. Mereka cakap membentuk citra diri, memanipulasi persepsi, dan mengontrol alur informasi.

Dalam era media sosial, kemampuan ini menjadi senjata yang lebih berbahaya karena pesan mereka dapat menyebar secepat kilat dan hampir tanpa filter.

Kebenaran menjadi relatif yang penting adalah narasi yang menguntungkan. Hoaks, potongan video yang menyesatkan, dan pernyataan bombastis menjadi amunisi sehari-hari.

Akibatnya, publik yang kurang kritis terjebak dalam euforia dan ilusi bahwa mereka sedang dipimpin oleh sosok luar biasa, padahal sesungguhnya sedang diarahkan menuju jurang.

Bahaya lain dari kepemimpinan demagog adalah kerusakan pada tatanan institusi demokrasi.

Pemimpin seperti ini kerap melihat lembaga-lembaga independen—seperti pengadilan, media bebas, atau badan pengawas—sebagai penghalang yang harus dilemahkan.

Dengan retorika “atas nama rakyat” mereka melakukan intervensi, mengisi posisi strategis dengan orang-orang yang loyal secara pribadi, dan menyingkirkan pihak-pihak yang kritis.

Hukum berubah menjadi alat politik, sementara kebijakan dibuat bukan untuk kepentingan jangka panjang, melainkan untuk memperkuat popularitas sesaat.

Di titik ini, demokrasi bisa berubah menjadi tirani mayoritas atau bahkan kediktatoran yang terselubung di balik simbol-simbol demokrasi.

Pakar politik internasional, Profesor Steven Levitsky dari Harvard University, penulis buku “How Democracies Die” pernah menegaskan bahwa ancaman terbesar bagi demokrasi modern bukan selalu kudeta militer, melainkan perlahan-lahan dirusaknya institusi oleh pemimpin yang terpilih secara demokratis namun berwatak otoriter.

“Mereka memulai dengan menggoyahkan kepercayaan publik pada media dan oposisi, kemudian mengubah aturan main demi menguntungkan diri sendiri. Semua itu sering dilakukan dengan justifikasi bahwa mereka bertindak untuk rakyat,” ujarnya.

Pendapat ini sangat relevan di banyak negara, termasuk yang tengah bergulat dengan populisme dan polarisasi politik.

Demagog tidak selalu datang dengan wajah marah dan tangan besi, mereka bisa tampil ramah, merakyat, dan penuh senyum, namun tetap menanam benih perpecahan.

Ketika demagog berkuasa, masyarakat terbelah menjadi dua kubu yaitu pendukung fanatik yang menganggap sang pemimpin tak mungkin salah, dan kelompok kritis yang kerap dicap musuh negara.

Polarisasi ini menciptakan atmosfer sosial yang tegang, memecah keluarga, merusak persahabatan, bahkan mengganggu stabilitas ekonomi.

Para investor enggan menanamkan modal dalam negara yang dipimpin secara emosional tanpa kepastian hukum.

Kebijakan ekonomi yang diambil pun cenderung sporadis, mengikuti momentum politik alih-alih rencana pembangunan yang konsisten.

Dalam jangka panjang, negara seperti ini rentan mengalami stagnasi atau kemunduran.

Ada pula efek psikologis yang jarang disadari yakni rakyat menjadi terbiasa dengan politik kebohongan.

Ketika narasi yang disebar oleh pemimpin demagog diulang-ulang tanpa bantahan berarti, lama-kelamaan kebohongan itu diterima sebagai kebenaran. Inilah yang disebut “efek ilusi kebenaran” dalam psikologi kognitif.

Masyarakat yang terbiasa dengan manipulasi informasi akan kehilangan sensitivitas terhadap fakta, sehingga sulit membedakan antara realitas dan propaganda. Akibatnya, ruang untuk diskusi rasional semakin menyempit.

Mencegah bahaya Pemimpin demagog membutuhkan ketahanan politik yang kuat dari seluruh elemen bangsa. Pendidikan politik yang mendorong pemikiran kritis, media independen yang berani mengungkap fakta, serta partisipasi warga yang aktif dalam mengawasi jalannya pemerintahan adalah tameng terpenting.

Namun tantangannya, di tengah gempuran informasi yang membanjir dan ketidakpuasan sosial yang meluas, suara demagog sering kali lebih terdengar keras dibandingkan suara rasional.

Di sinilah peran masyarakat sipil dan generasi muda menjadi vital untuk memutus siklus manipulasi ini.

Seorang pemimpin sejati adalah mereka yang membangun kepercayaan dengan kejujuran, memimpin dengan visi yang jelas, dan membuat keputusan berdasarkan kepentingan bersama, bukan sekadar mempertahankan popularitas pribadi.

Pemimpin Demagog mungkin mampu memimpin massa, namun mereka jarang mampu memimpin bangsa menuju kemajuan sejati.

Mereka mengandalkan kerumunan yang terpesona, tetapi melupakan bahwa tugas pemimpin adalah mencerdaskan, bukan membodohi atau menyatukan, bukan memecah atau menguatkan, bukan menghisap sumber daya demi diri sendiri.

Sejarah telah menunjukkan bahwa negeri yang jatuh ke tangan pemimpin demagog harus membayar harga mahal, baik dalam bentuk keruntuhan ekonomi, perpecahan sosial, maupun hilangnya kebebasan sipil.

Pelajaran ini seharusnya cukup untuk membuat setiap masyarakat waspada, sebab bahaya demagog tidak datang tiba-tiba seperti badai, melainkan merayap perlahan seperti racun yang mengendap di dalam darah bangsa.

Dan ketika gejalanya sudah terasa, sering kali sudah terlambat untuk mengobatinya tanpa luka yang dalam.

Oleh : Bambang Eko Mei

            *

HUT RI Ke-80, Bus Trans Jatim Digratiskan 2 Hari Penuh

SURABAYA-KEMPALAN: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberikan kado istimewa kepada masyakat Jawa Timur tepat saat peringatan Hari Kemerdekaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI).

Hadiah itu berupa layanan Bus Trans Jatim nol rupiah alias gratis selama dua hari penuh, 17-18 Agustus 2025.

“Semuanya gratis, kecuali untuk Trans Jatim Luxury. Selama dua hari, masyarakat tidak akan ditarik ongkos transportasi dan hanya akan diberikan tiket dengan tarif Rp0. Ini hadiah kami pada peringatan Kemerdekaan yang hanya setahun sekali ini,” kata Khofifah, Kamis (14/8).

Maka dari itu, Khofifah  mengajak masyarakat untuk memanfaatkan layanan gratis ini. Terlebih, ini bertepatan dengan hari libur nasional sehingga masyarakat dapat menikmatinya bersama orang-orang tercinta.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

“Mumpung gratis dan sedang libur, masyarakat bisa pakai Trans Jatim untuk berkeliling. Jadi yang selama ini belum kesampaian untuk berlibur, bisa merasakannya saat 17 Agustusan nanti. Nikmati waktu bersama keluarga dan isi kemerdekaan dengan suka cita,” ajaknya.

Layanan gratis selama dua hari ini, lanjut Khofifah, diharapkannya dapat memudahkan akses masyarakat untuk mengunjungi tempat-tempat wisata. Hal ini didukung dengan rute Trans Jatim yang meliputi enam koridor di sejumlah daerah.

Koridor I, misalnya, menghubungkan wilayah Sidoarjo – Surabaya – Gresik. Koridor II melewati Mojokerto dan Surabaya. Koridor III melintasi Mojokerto (Terminal Kertajaya) dan Gresik (Terminal Bunder).

Sementara, Koridor IV melalui rute Gresik (Terminal Bunder) dan Lamongan (Paciran), serta Koridor V menghubungkan Surabaya dan Bangkalan di Madura. Koridor VI yang menghubungkan Terminal Kertajaya Mojokerto sampai Terminal Porong Sidoarjo.

“Setiap daerah punya tempat-tempat wisata yang layak dikunjungi. Banyak sekali hidden gem di Jawa Timur yang sebenarnya menarik untuk dijadikan destinasi liburan. Jadi ayo manfaatkan layanan gratis Trans Jatim untuk mengeksplorasi ini,” tegasnya.

“Ini memang hari libur, tapi libur dalam rangka Kemerdekaan RI. Jadi di dalamnya kita mengenang jasa pahlawan dan merayakan kemenangan rakyat Indonesia. Maka saya minta untuk tetap menjaga kesakralan hari Kemerdekaan,” imbaunya.

“Tolong tetap jaga kondusivitas. Ukur kemampuan diri dan orang-orang tercinta jika ingin liburan ke suatu tempat. Persiapkan hal-hal yang mungkin akan dibutuhkan. Jaga diri, dan mudah-mudahan nanti setelah kembali ke rutinitas biasa, kita bisa kembali bekerja membangun Indonesia yang lebih maju dan membanggakan,” pungkasnya. (Dwi Arifin)

Sempat Menyulitkan Italia, Indonesia Dapat Pujian Selangit 

SURABAYA-KEMPALAN : Penampilan timnas voli putri Indonesia yang berlaga di babak 16 besar FIVB Volleyball Women’s U 21 World Championship 

sempat mencuri perhatian publik khususnya penikmat voli di tanah air. Dukungan suporter di tribun utama Jawa pos Arena yang menggema membuat dara-dara cantik tanah air tersulut emosi jiwanya. Terbukti 

Italia yang tampil dengan kekuatan penuh sedikit terkejut dengan perlawanan sengit timnas Indonesia.

Italia yang unggul mudah di dua set awal dengan  keunggulan 25-12 dan 25-19 harus menunda  euforia selam 35 menit gara-gara Indonesia mencuri kemenangan set ketiga dengan keunggulan 25-21. 

Skor 2-1 laga kian menarik. Italia yang berambisi menjuarai FIVB Volleyball Women’s U 21 World Championship 2025 Surabaya Indonesia waspada kebangkitan Indonesia. 

Sebagai negara yang memiliki tradisi juara tidak hanya di daratan Eropa tapi juga dunia, Italia yang menurunkan Midleblocker Manfredini sekaligus kapten tim, Andigwe dan juga Piombini, Italia langsung tancap gas.

Sementara itu tuan rumah Indonesia yang tak ingin jadi bulan-bulanan merespon dengan perlawanan sengit. Paskalina Mahuse, Syelomitha, Gendis, Afra Hasna dkk tampil habis-habisan.  

Pada set ke empat sekaligus set penentuan lanjut atau terhenti di babak ini berjalan ketat. Kejar mengejar perolehan poin tersaji di awal set ke empat. Akan tetapi Italia yang unggul materi pemain akhirnya bisa mengakhiri laga dengan kemenangan 25-13 dengan durasi waktu 1 jam 39 menit.

Head coach Marcos Sugiyama Indonesia menggaris bawahi set kedua dan ketiga sebagai hal luar biasa yang ditunjukkan oleh timnya. Meski kalah di set kedua, dia mengakui perlawanan hebat yang ditunjukkan Pascalina Mahuze dkk sebagai perwujudan semangat bertanding yang terus meningkat.

‘’Amazing!’’ seru Sugiyama. ‘Tim kami memang kalah dalam pertandingan, tapi mereka menunjukkan mampu berada dalam level tinggi menghadapi Italia yang memiliki level berbeda,’’ lanjutnya.

Indonesia memang mengawali laga dengan lambat. Sejumlah kesalahan di set pertama harus dibayar dengan keuntungan bagi Italia yang melaju nyaman. Namun, hal itu dapat direduksi di set kedua. Skuad Merah Putih bahkan sempat memimpin poin beberapa kali.

Performa makin baik Nampak di set ketiga. hasilnya pun membuat Italia harus mengerahkan kemampuan terbaiknya.

‘’Kami seperti tidak kehilangan para pemain penting. Pemain yang tersedia menunjukkan. mampu menghadapi tekanan dan menjawab kepercayaan,’’ tambah Sugiyama.

Ya, Indonesia memang kehilangan tiga pemain sebelum laga melawan Italia. Waode Ardiana, Kadek Diva dan Junaida Santi harus menepi karena cedera. Sebelumnya, mereka digadang-gadang menjadi pendulang poin terbanyak di tiap laga.

‘’Saya harus memberikan banyak pujian pada seluruh pemain mala mini (Rabu, 13/8). Semuanya bekerja keras dan mendapatkan hasil membanggakan meski harus kalah,’’ ujar dia.

Hasil tersebut membuat Indonesia harus menjalani laga perebutan peringkat tengah, yaitu 9 sampai 16. Skuad Merah Putih akan menghadapai sesama tim Asia Tenggara Thailand,  Jumat (15/8).

Pada laga sebelumnya, Thailand harus mengakui keunggulan juara bertahan Tiongkok. Tim Negeri Panda menang tiga set langsung 25-15, 25-18, 25-19.

Hasil lemgkap Rabu (13/8/2025):

Lapangan 1, Jawa Pos Arena:

Tiongkok-Thailand 3-0 (25-15, 25-18, 25-19}

Argentina-Republik Ceko  3-0 (25-15, 25-13, 25-19)

Serbia-Turki 0-3 (14-25, 23-25, 10-25)

Italia-INDONESIA 3-1 (25-12, 25-19, 21-25, 25-13)

Polandia-Puerto Riko 3-0 (25-15, 25-16, 25-13)

Lapangan 2, Gelora Pancasila:

Brasil-Korea 3-0 (25-23, 25-17, 25-17)

USA-Bulgaria 0-3 (23-25, 16-25, 15-25)

Croasia vs jepang:1-3

(16-25, 25-22, 17-25, 17-25)

Lapangan 3, GOR Samator:

Kanada-Aljazair 3-0  (25-18, 25-11, 25-18)

Mesir-Vietnam  3-1 (16-25, 24-26, 25-22, 20-25)

Dominika-Tunisia  3-0 (25-21, 25-22, 25-17)

Chili-Mexico 3-0 (25-19, 25-14, 25-21).(Ambari Taufiq / M Fasichullisan)

Anggota DPR-RI Bambang Haryo Soroti Rencana Pembangunan Hotel di Pulau Padar

Jakarta – Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, menyoroti rencana pembangunan hotel di Pulau Padar, Nusa Tenggara Timur. Ia menilai, jika proyek tersebut benar-benar direalisasikan, akan mengancam kelestarian alam yang menjadi kebanggaan Labuan Bajo serta daya tarik wisatawan mancanegara.

“Bila perencanaan ini benar tentu akan mengganggu kondisi alami Pulau Padar yang saat ini menjadi kebanggaan Labuhan Bajo dan daya tarik turis mancanegara,” ujar Bambang Haryo dikutip akun instagram @bambangharyos, Kamis (14/8)

Menurutnya, Pulau Padar memiliki ekosistem dan pemandangan alam yang unik, sehingga harus dijaga dari pembangunan yang berpotensi merusak. Ia menegaskan, daya tarik Pulau Padar terletak pada keaslian alamnya, bukan pada fasilitas modern yang justru dapat mengubah lanskapnya.

“Saya menyayangkan bila pembangunan hotel ini berpotensial akan menghancurkan keindahan alami Pulau Padar,” tegasnya.

Bambang Haryo meminta pemerintah pusat dan daerah untuk mempertimbangkan ulang rencana tersebut, termasuk memastikan adanya kajian lingkungan yang mendalam sebelum mengambil keputusan. Menurutnya, prinsip keberlanjutan harus menjadi acuan utama dalam pengelolaan kawasan wisata.

Pulau Padar merupakan salah satu ikon Taman Nasional Komodo, terkenal dengan panorama perbukitan dan pantai yang memikat. Keindahan ini menjadikannya destinasi populer bagi wisatawan lokal maupun internasional.

Demi Hukum Hentikan Penyidikan

Oleh: M Rizal Fadillah

KEMPALAN: Proses penyidikan Polda Metro Jaya atas 12 terlapor dalam kasus dugaan ijazah palsu Joko Widodo dinilai tidak berbasis hukum yang benar. Lebih pada upaya kriminalisasi ketimbang penegakan hukum. Polda Metro Jaya tidak memberi contoh yang baik bahkan dapat mencoreng citra Kepolisian.

Joko Widodo masih diperlakukan istimewa. Perlakuan itu berada di luar nalar yang sehat. Di Bareskrim Mabes Polri menghentikan penyelidikan Dumas TPUA sementara laporan Joko Widodo di Polda Metro Jaya jalan mulus hingga tahap penyidikan. Melompat dengan penuh kejanggalan. Lompatan kepentingan dan menendang hukum.

Tendangan itu antara lain :

Pertama, menerima laporan dengan alat bukti hanya foto copy dokumen. Ijazah asli tidak dibawa atau ditunjukkan. Foto copy itupun tanpa ada legalisasi. Dengan hanya selembar foto copy ijazah, Polda Metro melakukan proses penyelidikan. Di tingkat Polsek pun lazim berhati-hati dengan bukti seperti ini.

Kedua, tanpa mekanisme konsultasi langsung LP dibuat, kemudian BAP, serta keluar Surat Penyelidikan secepat kilat. Luar biasa pelayanan yang nampakmya tidak mungkin didapat oleh warga negara lain dimanapun di seluruh Indonesia. Rekor tercepat pelayanan dan presisi satu hari.

Ketiga, saat penyelidikan semua laporan Jokowi atas delik pencemaran dan fitnah baru dimintakan klarifikasi karenanya untuk ini ditandatangani Berita Acara Klarifikasi (BAK). Belum ada Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Klarifikasi itu berstatus bukan pro justisia.

Keempat, Jokowi membantah bahwa dalam pelaporan telah menyebut nama-nama terlapor. Bagaimana suatu delik aduan (klacht delict) pencemaran dan finah tanpa ada nama terlapor ? Polisi semestinya tidak menerima laporan seperti itu.

Kelima, ironi dan melanggar hukum apabila ada seseorang yang belum pernah diminta keterangan saat penyelidikan tiba-tiba diperiksa sebagai terlapor dalam proses penyidikan. Hal ini menimpa Abraham Samad, Nurdiansyah, dan Babe Aldo.

Keenam, menyatukan laporan dari beberapa Polres  ke Polda Metro Jaya untuk delik yang berbeda pasti menimbulkan masalah hukum. Seorang terlapor dapat diperiksa dengan sejumlah pasal yang tidak terkait dengan pasal laporan. Konsekuensinya terjadi pelanggaran HAM atas 12 terlapor.

Agar tidak menimbulkan masalah hukum lebih berat, sementara publik dalam dan luar negeri menyoroti bahwa ini bukan lagi kasus hukum tetapi sarat dengan muatan politik, politik perlindungan personal, maka sebaiknya cepat diambil langkah preventif yakni menghentikan penyidikan. SP3 adalah jalan penyelamatan bagi citra Kepolisian.

Tantangan serta peluang bagi Kapolda Metro Jaya yang baru untuk mengawali langkah pengabdian hukum secara konsisten, bukan nekad melanjutkan proses penghancuran institusi atas nama penegakan hukum.
Apalagi hanya demi melindungi seorang manusia pembohong yang bernama Joko Widodo.

*) Pemerhati Politik dan Kebangsaan

Bandung, 14 Agustus 2025

Gubernur Khofifah Bersama Murid SMA/SMK/SLB se Jatim Jahit Bendera Merah Putih Terpanjang

Gubernur Khofifah Indar Parawansa ikut menjahit bendera merah putih bersama para murid di SMK Negeri 8 Surabaya, Rabu (13/8).

SURABAYA-KEMPALAN: Geliat semarak menyambut peringatan HUT Ke-80 Kemerdekaan RI digaungkan oleh para murid SMA, SMK dan SLB di Jawa Timur dengan cara yang cukup unik namun sarat nilai nasionalisme.

Ribuan murid SLB dan jenjang menengah atas/kejuruan menyambut peringatan hari kemerdekaan Indonesia dengan menjahit sendiri  bendera merah putih terpanjang secara massal se-Jawa Timur.

Dipusatkan di SMK Negeri 8 Surabaya, Rabu (13/8), kegiatan ini turut diikuti oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Bersama para murid, Khofifah turut menjahit dua helai kain warna merah dan putih menjadi satu hingga nantinya akan menjadi bendera yang siap dikibarkan bersama-sama.

“Ini rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan ke-80 RI di tahun 2025 ini. Salah satunya adalah kita mengajak para murid SLB, SMK, dan SMA Double Track untuk ikut menjahit bendera Merah Putih. Ini sebagai upaya menumbuhkan semangat nasionalisme pelajar,” kata Khofifah.

Target awal dari penjahitan bendera ini adalah 8.000 meter yang dijahit oleh 8000 murid dan guru, seiring dengan semangat HUT RI ke-80. Saat ini, penjahitan telah mencapai 15.463,5 meter dan optimis jumlahnya akan terus bertambah hingga pengumpulan pada 14 Agustus mendatang.

Hingga saat ini tercatat 5.862 siswa dan 1.314 guru yang terlibat dalam pengerjaan Merah Putih terpanjang ini. Meskipun begitu, angka ini akan terus bertambah karena mereka yang berpartisipasi ditargetkan akan mencapai 8.000 orang.

“Ini masih berjalan dan besok yang sudah selesai diharapkan langsung bisa dikirim ke kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Kita akan mengibarkan di siang hari menjelang penurunan bendera di tanggal 17 Agustus 2025,” jelasnya.

“Melihat semangatnya dari semua, Insya Allah kami optimistis upaya yang dilakukan ini dapat mencatatkan Rekor MURI Bentangan Bendera Merah Putih Terpanjang Tahun 2025 yang dijahit sendiri oleh para siswa dan guru,” tambahnya.

Khofifah mengatakan, hal ini merupakan bukti bahwa semangat untuk membangun nasionalisme bisa dilakukan oleh siapa saja dan dalam bentuk apa saja. Sehingga, penjahitan bendera ini merupakan kontribusi para murid dan guru Jawa Timur  dalam mengisi kemerdekaan RI.

“Mereka pernah mendapatkan buku-buku sejarah yang menceritakan bahwa dulu bendera Merah Putih yang dikibarkan saat proklamasi dijahit oleh Ibu Fatmawati Soekarno. Maka, murid-murid ini adalah Fatmawati-Fatmawati kecil. Karena kita lihat yang menjahit di sini semuanya perempuan,” ujarnya.

Khusus di SMK Negeri 8 Surabaya, penjahitan Merah Putih ditargetkan mencapai 100 meter dengan pengerjaan 10 meter per anak. Di mana, mereka yang menjahit merupakan murid dari jurusan Tata Busana. Selain itu para siswa juga menjahit bendera dengan ukuran 120 x 180 cm.

“Jadi mereka bisa menjadi bagian dari penguat nasionalisme, penguat untuk merayakan Kemerdekaan ke-80 tahun 2025 ini. Dan karena mereka memang SMK khusus Tata Busana, mereka punya keterampilan untuk bisa menjahit dengan baik dan benar sesuai dengan desain-desain yang mereka inginkan,” tuturnya.

Di akhir, Gubernur Khofifah berpesan untuk menjaga kesucian Hari Kemerdekaan terutama kesucian Merah Putih.

“Bagaimana keberanian kita membela bangsa dan negara. Bagaimana kita menjaga kesucian hati untuk bisa menjadi bagian satu kesatuan dalam keberanian. Ada hati yang suci, ada pikiran yang suci, ada perilaku yang suci. Bersama-sama kita dedikasikan untuk masyarakat bangsa dan negara,” pungkasnya.

Kunjungan Gubernur Khofifah ke SMK Negeri 8 Surabaya disambut hangat oleh para murid dan guru yang mengibarkan bendera dengan berbagai ukuran. Dirinya juga menyempatkan diri menyapa siswa-siswi dan pendidik yang hadir meramaikan suasana.

Dalam kesempatan yang sama, gubernur juga menyapa beberapa sekolah lain secara daring melalui aplikasi zoom, seperti SMAN Sapekan Sumenep di Madura. Sekolah yang berada di kepulauan Sumenep Madura itu juga membuat bendera sepanjang 100 meter yang membuatnya terharu dan tersentuh.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Aries Agung Paewai menjelaskan bahwa tahun lalu Pemerintah Provinsi Papua Barat memecahkan rekor MURI dengan membentangkan kain Bendera Merah Putih sepanjang 12,77 kilometer  pada HUT Kemerdekaan RI ke-79 lalu.

Sehingga, Jawa Timur optimis dapat mencetak rekor MURI untuk bentangan bendera Merah Putih tahun ini. Pasalnya, ada 161 sekolah yang turut berpartisipasi dengan rincian 23 SMA, 78 SMK, dan 50 SLB.

“Tapi memang masih sementara dihitung. Ini sekarang perhitungan kita sudah 15.400 meter. Masih bertambah terus karena kami masih meng-update dari beberapa sekolah, termasuk keterlibatan murid dan guru,” ujarnya.

Aries menjelaskan, penjahitan bendera ini terasa lebih bermakna. Sebab, pengerjaannya dilakukan oleh para murid dan tidak hanya mengandalkan penjahit biasa.

“Banyak yang mengatakan bahwa Gen Z dan Alpha itu kurang peduli terhadap negaranya. Tapi ternyata dibuktikan oleh dari Jawa Timur bahwa patriotisme, nasionalisme, dan kebangsaan yang dimiliki murid kita di seluruh Jawa Timur ternyata luar biasa,” terangnya.

“Ini berarti ada semangat luar biasa yang nilai-nilai kebangsaannya itu muncul pada anak-anak kita. Tentu kita berharap ini berlanjut terus dan tidak hanya bagaimana mereka menjahit bendera, tapi semangat-semangat lain yang tumbuh untuk mereka mencintai negara ini,” harap Aries. (Dwi Arifin)

Inilah Daftar 16 Tim yang Lolos Babak 16 Besar FIVB Volleyball Women’s U 21 World Championship 2025

SURABAYA-KEMPALAN : FIVB Volleyball Women’s U 21 World Championship 2025 yang di gelar di tiga tempat yakni di GOR utama Jawa Pos Arena, GOR Samator dan Gelora Pancasila Surabaya sudah menyelesaikan babak penyisihan reguler. Dari hasil pertandingan babak penyisihan reguler menghasilkan 16 tim dari 24 negara yang lolos ke babak 16 besar.(Ambari Taufiq/ M Fasichullisan)

Hasil lengkap Selasa (12/8/2025);

Lapangan 1, Jawa Pos Arena:

Pool A – Serbia-Kanada 3-1 (25-22, 25-22, 19-25, 25-17)
Pool A – Vietnam-Puerto Rico 3-1 (25-17, 25-21, 23-25, 25-22)
Pool B Thailand-Bulgaria 0-3 (20-25, 24-26, 23-25)
INDONESIA-Argentina 0-3 (23-25, 18-25, 22-25)

Lapangan 2, Gelora Pancasila:

Pool B – Tiongkok- USA 3-0 (25-20, 25-12, 28-26)
pool B – Mexico-Korea 0-3 (20–25, 22–25, 18–25)
Pool B – Croatia -Rep.Dominika 3-0 (31-29, 25-21, 25-11)
Pool D – Brasil-Jepang 1-3 1(26-24, 17-25, 22-25, 22-25)

Lapangan 3, GOR Samator:

Pool C – Italia-Turki 2-3 (25-21, 20-25, 23-25, 25-18, 11-15)
Pool C – Mesir-Aljazair 3-0 (25-22, 25-17, 25-18)
Pool C – Polandia-Republik Ceko 3-0
(25-13, 25-9, 25-20)
Pul D – Tunisia-Chili 1-3 (20-25, 25-18, 21-25, 14-25).

Klasemen Akhir FIVB Volleyball Women’s U 21 World Championship 2025 Surabaya, Indonesia

Pool A
No Nama M M K P

1.Argentina. 5 5 O 15*

2.Serbia 5 4 1 11*

3. Indonesia 5 2 3 8*

4. Puerto Rico 5 2 3 6*

5. Canada 5 1 4 3

6. Vietnam 5 1 4 3

Pool B
1.China 5 5 O 15*

2.USA 5 4 1 12*

3. Rep.Korea 5 3 2 9*

4. Croatia 5 2 3 7*

5. Rep. Dominica 5 1 4 3

6. Mexico 5 5 0 0

Pool C
1.Polandia 5 4 1 13*
2.Italia 5. 4 1 12*
3.Turky 5 3 2 9*
4.Rep. Ceko 5 3 2 8*
5.Mesir 5 1 4 3

6. Aljazair 5 0 0 0

Pool D
1.Jepang 5 5 0 15*

2. Brazil 5 4 1 12*

3. Bulgaria 5 2 3 7*

4. Thailand 5 2 3 6*

5.Chili 5 2 3 6

6. Tunesia 5 0 0 0

Keterangan :

  • : Lolos babak 16 Besar
    **: 3 Kemangan di batalkan
    Sumber : FIVB

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.