Rabu, 20 Mei 2026, pukul : 05:11 WIB
Surabaya
--°C

Darurat, Bajak Laut Topi Jerami Menyerang!

Oleh: Sultoni Fikri (Dosen Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, Direktur Eksekutif di Nusatara Center for Social Research)

KEMPALAN — Di sebuah negeri yang katanya demokratis, rupanya ancaman terbesar bangsa bukan lagi korupsi, pelanggaran HAM, atau ketimpangan sosial, melainkan bendera bajak laut dari anime Jepang. Ya, rupanya gambar tengkorak tersenyum dengan topi jerami kini dianggap cukup berbahaya untuk memecah belah bangsa. Sungguh, Karl Marx mungkin akan terbahak-bahak di alam sana: “Sejarah terjadi dua kali, pertama sebagai tragedi, kedua sebagai komedi.”

Kita tahu, teori simbolisme politik menjelaskan bahwa simbol hanyalah medium ekspresi, bukan ancaman fisik. Antonio Gramsci bahkan mengingatkan bahwa hegemoni kekuasaan sering mempertahankan diri dengan mengatur narasi, bahkan sampai ke hal-hal sepele seperti bendera anime. Atau pengibaran bendera One Piece ini persis contoh cultural resistance yang dibahas James C. Scott yakni rakyat menggunakan simbol non-konvensional untuk menyampaikan perlawanan tanpa bentrok langsung. Generasi muda memilih simbol ini bukan karena ingin “menaklukkan” negara, tapi karena bahasa kartun lebih efektif menjangkau hati dan pikiran sesama rakyat. Namun, di negeri ini, pemerintah seakan lupa bahwa Pasal 28E ayat (3) UUD NRI 1945 menjamin kebebasan berekspresi. Tampaknya pasal itu hanya berlaku selama ekspresi rakyat tidak mengganggu perasaan penguasa.

Lucunya, para pejabat buru-buru menyebut bendera One Piece sebagai potensi makar. Makar? Dalam KUHP, makar berarti upaya menggulingkan pemerintahan dengan kekerasan bersenjata. Sejauh yang kita tahu, Monkey D. Luffy tidak memimpin pasukan marinir bersenjata di Jakarta. Dia bahkan fiktif. Atau jangan-jangan pemerintah benar-benar percaya Luffy akan menjarah Istana Negara dari kapal Thousand Sunny?

Pandangan sosiologi politik, pengibaran bendera ini hanyalah cultural resistance yakni perlawanan berbasis budaya populer. Generasi muda tidak lagi tertarik berorasi di jalan sambil mengibarkan spanduk lusuh. Mereka memilih simbol-simbol pop culture yang relatable. Persis seperti yang dijelaskan Stuart Hall dalam teori representasi, rakyat memberi makna baru pada simbol, menjadikannya bahasa politik alternatif. Tapi tampaknya bahasa ini gagal dipahami oleh para pejabat yang lebih fasih membaca teks undang-undang daripada memahami meme. Rakyat memberi makna baru pada bendera bajak laut yaitu, bukan ajakan menjarah, tapi sindiran pada “bajak laut politik” yang nyata, yang mana merampas uang rakyat, menggadaikan sumber daya, dan merampok masa depan bangsa. Mungkin inilah yang sebenarnya membuat para pejabat gelisah karena bukan gambarnya, tapi cerminnya.

Ironinya, pemerintah yang sering menyerukan nasionalisme malah ketakutan melihat rakyat memakai simbol imajinasi untuk mengkritik ketidakadilan. Padahal, dalam teori kontrak sosial Rousseau, negara ada karena rakyat, dan kritik adalah bagian dari perjanjian itu. Tapi di sini, kritik dibaca sebagai ancaman, aspirasi dianggap provokasi, dan budaya pop diperlakukan seperti senjata pemusnah massal. Ketika kritik diartikan sebagai ancaman, berarti pemerintah mulai mengkhianati kontrak itu.

Dan tentu saja, ancaman ini dianggap “mencederai kehormatan bendera negara”. Pernyataan ini terdengar lucu ketika kita tahu bahwa di waktu yang sama, kasus pembakaran hutan, korupsi bansos, atau jual beli pasal di DPR tidak menimbulkan kehebohan serupa. Rupanya, kehormatan negara lebih rapuh daripada kita kira. Cukup goyah oleh selembar kain hitam dengan gambar kartun.

Kalau persatuan bangsa memang bisa runtuh hanya karena bendera fiksi, masalah kita bukan pada rakyatnya, tapi pada betapa tipisnya fondasi persatuan itu sendiri. Demokrasi yang sehat tumbuh dari kebisingan (from the noise), kata Alexis de Tocqueville, bukan dari ketenangan palsu yang dijaga dengan represi simbol. Jika pemerintah ingin bendera Merah Putih tetap berkibar di hati rakyat, sebaiknya berhenti memposisikan diri sebagai musuh imajinasi. Karena membungkam simbol hanyalah cara paling cepat untuk membuat rakyat semakin kreatif dan semakin sinis.

Dan jangan lupa, tokoh politik tertentu yang kini duduk di kursi Wakil Presiden juga pernah bangga berfoto dengan atribut One Piece. Bedanya, waktu itu dianggap keren dan “anak muda banget”. Kini, ketika rakyat melakukannya, mendadak dianggap subversif. Sungguh contoh sempurna dari double standard politics, yang dilakukan penguasa disebut “inovasi”, yang dilakukan rakyat disebut “provokasi”.

Mungkin, bendera Luffy ini bukan ancaman bagi NKRI, tapi cermin yang memantulkan wajah kekuasaan yang terlalu takut pada rakyatnya sendiri. Dan kalau itu benar, maka kita sedang berlayar menuju lautan absurd, di mana bajak laut fiksi dianggap lebih berbahaya daripada bajak laut politik di dunia nyata. Yang lebih mengkhawatirkan adalah ketika imajinasi rakyat mulai dibatasi, sementara imajinasi penguasa untuk mengakali hukum dan menguasai sumber daya negara tetap bebas berkibar. Dan kalau ini terus berlanjut, kita bukan lagi bangsa merdeka, tapi bangsa yang rela ditaklukkan oleh rasa takut pada selembar bendera fiksi.*

Copa Amigos Uno yang Menyatukan Anggota Komunitas Padel Amigos

SURABAYA-KEMPALAN: Beragam cara dapat dilakukan sebuah komunitas agar antar-anggotanya jadi lebih kenal dan lebih dekat. Salah satunya seperti yang dilakukan salah satu komunitas olahraga padel di Surabaya, Amigos.

Seperti yang dilakukan komunitas padel Amigos dalam ajang Copa Amigos Uno di Jungle Padel Club, Surabaya, Sabtu lalu (9/8). Ajang tersebut merupakan turnamen internalnya komunitas padel Amigos.

Sejak kali pertama berdiri pada Maret lalu, baru kali ini mereka menggelar turnamen di komunitasnya. Sebanyak 100 anggota komunitas tersebut mengikuti turnamen internal itu.

BACA JUGA: Padel Bisa Jadi Penyeimbang Golf, Bukan Perusak Permainan Golf

’’Setelah sering bermain rutin setiap pekannya, teman-teman ingin meningkatkan skill-nya. Makanya kami menggelar turnamen internal ini untuk kali pertama,’’ ungkap Naga Setiawan, ketua komunitas padel Amigos.

’’Semakin lama, semakin kompetitif. Turnamen ini pun kami gelar supaya kami mampu meningkatkan level of play kami. Sehingga, dengan menggelar turnamen, mereka yang selama ini belum latihan, jadi ikut latihan juga,’’ sambung Naga.

Sekalipun bertajuk turnamen internal, ajang Copa Amigos Uno tersebut tetap dikonsep dengan nuansa fun dan kekeluargaan. Seperti makna dari kata Amigos, yaitu: “Teman”. Nuansa kekerabatan sangat terasa di dalamnya.

Naga lantas menceritakan, kekerabatan dalam komunitasnya ini terbangun dari inisiasi enam pasangan yang biasa bermain golf. Termasuk Naga dan istrinya. Mereka ingin bisa bermain padel bersama-sama.

Jadilah mereka membentuk komunitas padel yang mereka namakan “Amigos” tersebut.

BACA JUGA: BCA Jungle Open 2025: Salah Satu Turnamen Padel Terbesar di Indonesia akan Digelar di CitraLand Surabaya

Karla Jasmina, salah satu founder komunitas padel Amigos dan peserta turnamen internal Copa Amigos Uno. (Foto: Amigos)
Karla Jasmina, salah satu founder komunitas padel Amigos dan peserta turnamen internal Copa Amigos Uno. (Foto: Amigos)

’’Seperti tagline kami, bond by love for the game. Maksudnya, kami diikat dengan sama-sama kecintaan kami terhadap olahraga padel,’’ terangnya.

Seorang desainer ternama dari Surabaya, Karla Jasmina, juga termasuk pendiri Amigos. Dalam turnamen internal tersebut, Karla juga ikut bertanding. Dalam pernyatannya, dia menyebut padel sebagai salah satu olahraga yang menyenangkan.

Terlebih jika bermain padel itu dilakukan bersama-sama dengan pasangan. ’’Sehingga, padel bisa dijadikan sebagai salah satu aktivitas yang positif dengan pasangan,’’ tegas Karla. (YMP)

Kalah Lagi, Indonesia Belum Menyerah 

SURABAYA-KEMPALAN : Kekalahan beruntun yang di alami timnas voli indoor putri Indonesia U 21 membuat jalan menuju babak 16 besar kian terjal. Ratusan juta masyarakat Indonesia berharap Juanida Santi dkk bisa memberi kado istimewa saat merayakan ulang tahun kemerdekaan ke 80. Namun sriknadi -srikandi voli indonesia selalu terpental menghadapi kerasnya persaingan.

Pada laga ke empat poll A di GOR Jawa Pos Arena (11/8) Juanida Santi cs sejatinya ada harapan untuk memenangi laga meski harus bermain dengan lima set. Tapi hasil akhir Indonesia harus menyerah dari Serbia dengan 2-3(21-25, 27-25, 23-25, 25-22, 13-15).

Kekalahan tersebut tak urung membuat peluang untuk lolos ke babak 16 besar kian tipis. Apalagi, di laga terakhir pool A, Indonesia harus berhadapi wakil dari Amerika Selatan sekaligus pemuncak klasemen sementara pool A, Argentina.

Meski demikian, pelatih timnas voli indoor putri Indonesia U-21 Marcos Sugiyama belum menyerah. Menurutnya, laga terakhir justru berpotensi menjadi kemenangan kedua skuad Merah Putih.

‘’ Mari kita tinggalkan pertandingan yang sudah lewat, kita pelajari lalu langsung melihat pertandingan besok (Selasa, 12/8/2025) melawan Argentina,’’tutur pelatih asal Jepang itu.

Sugiyama beralasan, timnya memiliki mental yang kuat meski hasil akhir tak sesuai harapan. Mereka mampu memaksa tim kuat seperti Serbia yang sudah berpengalaman di Eropa dan dunia, bermain hingga akhir dan tertekan sepanjang laga.

‘’Kami tahu, mereka (Serbia) punya blok yang bagus, pertahanannya sulit ditembus dan serangan yangsulit diantisipasi. Tapi lihat, para pemain menunjukkan punya kemampuan mengimbangi lawan yang kuat,’’ tambahnya.

Laga terakhir menjadi partai yang harus dimenangkan Indonesia. Hanya kemenangan yang paling mungkin mengangkat Indonesia ke posisi empat besar klasemen pool A. Hal itu sangat memungkinkan mengingat Argentina sudah dipastikan tak akan tergeser dari posisi teratas klasemen akhir nanti. Sehingga, laga terakhir diprediksi akan menjadi sarana bagi tim Argentina untuk menjaga kondisi.

‘’Dengan tak ada pilihan bagi kami selain menang, maka mental bertanding para pemain harus naik lagi,’’ tegas Sugiyama.

Sementara itu, juara bertahan Tiongkok dan Amerika Serikat dipastikan lolos ke babak 16 besar usai mengalahkan lawan-lawannya. Kedua tim yang tergabung di Pool B akan bertanding memperebutkan juara pool, Selasa (11/8/2025).

Tiongkok pada laga keempat di Pool B, menang atas Mexico 3-0 (25-16, 25-10, 25-10). Sedangkan AS menundukkan Kroasia 3-0 (27-25, 25-17, 25-15). Kedua tim tidak terkalahkan dalam empat laga.

Berlaga di Pool C, Italia juga dipastikan maju ke 16 besar usai mengalahkan Mesir 3-0 (25-17, 25-13, 25-18). Sebelumnya, Italia mengungguli lawan-lawannya tiga kali. 

Hasil lengkap Senin (11/8/2025)

Lapangan 1, Jawa Pos Arena:

Pool A – Argentina-Vietnam 3-1 (10-25, 25-20, 25-15, 25-15)

Pool A – Puerto Riko-Kanada 3-1 (25-20, 28-26, 19-25, 25-20)

Pool D – Thailand-Chili

Pool A – INDONESIA-Serbia 2-3 (21-25, 27-25, 23-25, 25-22, 13-15)

Lapangan 2 , GOR Pancasila:

Pool B – Tiongkok-Mexico 3-0 (25-16, 25-10, 25-10)

Pool B – USA-Kroasia 3-0 (27-25, 25-17, 25-15)

Pool B – Dominika-Korea 0-3 (12-25, 20-25, 15-25)

Pul D – Brasil-Tunisia 3-0 (25-12, 25-11, 25-8)

Lapangan 3, Samator: 

Pool C – Italia-Mesir 3-0 (25-17, 25-13, 25-18)

Pool C – Turki-Republik Ceko 2-3 (22-25, 24-26, 25-21, 25-22, 8-15)

Pool C – Polandia-Aljazair 3-0 (25-22, 25-16, 25-15)

Pool D – Jepang-Bulgaria 3-0 (25-19, 25-17, 25-12)

Jadwal Selasa (12/8/2025);

Lapangan 1, Jawa Pos Arena:

Jam 10.00 WIB: Pool A – Serbia-Kanada

Jam 13.00 WIB: Pool A – Puerto Riko-Vietnam

Jam 16.00 WIB: Thailand-Bulgaria

Jam 19.00 WIB: INDONESIA-Argentina

Lapangan 2, GOR Pancasila:

Jam 10.00 WIB: Pool B – Tiongkok- USA

Jam 13.00 WIB: Pool B – Mexico-Korea

Jam 16.00 WIB: Pool B – Dominika-Kroasia

Jam 19.00 WIB: Pool D – Brasil-Jepang

Lapangan 3, GOR Samator:

Jam 10.00 WIB: Pool C – Italia-Turki 

Jam 13.00 WIB: Pool C – Mesir-Aljazair

Jam 16.00 WIB: Pool C – Polandia-Republik Ceko

Jam 19.00 WIB: Pool D – Tunisia-Chili.(Ambari Taufiq M Fasichullisan)

Khofifah-DPRD Jatim Sepakati Nota KUA-PPAS Perubahan APBD 2025

Gubernur Khofifah Indar Parawansa didampingi Wagub Emil Elestianto Dardak bersama Ketua DPRD Jatim Musyafak Rouf menandatangani Nota Persetujuan Bersama KUA PPAS atas P-APBD Jatim Tahun Anggaran 2025, Senin (11/8).

SURABAYA-KEMPALAN: Nota Persetujuan Bersama Kebijakan Umum Anggaran Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) Provinsi Jawa Timur Tahun Anggaran 2025 secara resmi telah disepakati.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa didampingi Wagub Emil Elestianto Dardak bersama Ketua DPRD Prov. Jatim M. Musyafak Rouf menandatangani Nota Persetujuan Bersama KUA PPAS atas P-APBD Jatim Tahun Anggaran 2025 dalam Sidang Paripurna yang digelar di Gedung DPRD Jatim, Senin (11/8).

Usai sidang,  Khofifah menyatakan bahwa penandatanganan ini menjadi proses awal penyusunan Rancangan P-APBD 2025. Seluruh penambahan maupun pengurangan anggaran akan dibahas secara mendalam dalam tahapan selanjutnya.

“Jadi dalam penandatanganan Nota Persetujuan KUA-PPAS ini mengakomodir SILPA yang sudah diaudit BPK sebesar Rp 4,7 triliun,” ujarnya.

Selain SILPA, Khofifah menjabarkan bahwa rencananya juga akan ada penambahan pendapatan sebesar Rp 279 miliar. Dimana Rp 103 miliar berasal dari pajak daerah dan sisanya berasal dari retribusi.

Khofifah mengatakan, distribusi anggaran akan diprioritaskan untuk memenuhi belanja wajib yang belum tercukupi pada APBD murni, seperti belanja pegawai dan Biaya Penunjang Operasional Penyelenggaraan Pendidikan (BPOPP).

“Kita akan penuhi belanja wajib yang di APBD murni belum terpenuhi. Seperti belanja pegawai dan BPOPP yang belum tercukupi maka akan disesuaikan,” jelasnya.

Khofifah juga memastikan, dalam rancangan P-APBD 2025 nantinya akan dilakukan penguatan anggaran terhadap berbagai program prioritas, baik nasional maupun daerah.

“Akan ada penebalan terhadap berbagai program prioritas nasional maupun daerah sebagaimana diamanatkan dalam Inpres No 1 tahun 2022 tentang program ketahanan pangan, pengendalian inflasi, pendidikan, kesehatan. Itu yang kita tambahkan,” tuturnya.

Untuk itu, Khofifah meminta seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengawal proses penganggaran P-APBD Pemprov Jatim TA 2025. Dengan harapan seluruh pendistribusian anggaran dapat tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat.

“Ini masih proses pembahasan, saya kira masih cukup panjang. Mudah-mudahan tidak lama lagi akan disepakati. Masih ada penyampaian rancangan Perda P-APBD 2025 yang selanjutnya dibahas oleh Komisi dan Fraksi untuk kemudian sampai ke persetujuan P-APBD 2025,” tandasnya. (Dwi Arifin)

Pemkot Surabaya Lindungi Anak dari Campak hingga Kanker

Ketua Tim Penggerak PKK Kota Surabaya Rini Indriyani memantau pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah dan Cek Kesehatan Gratis di tiga sekolah, Senin (11/8).

SURABAYA-KEMPALAN: Ketua Tim Penggerak PKK Kota Surabaya Rini Indriyani memantau langsung pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di tiga sekolah, Senin (11/8).

Kunjungan ini dilakukan di SD Al Hikmah, SDIT Al Ghilmani, dan SD Darul Ulum. Hal ini sebagai upaya Pemkot Surabaya untuk memastikan kesehatan anak usia sekolah, mulai dari imunisasi hingga deteksi dini penyakit. 

Dalam kesempatan tersebut, Rini Indriyani  yang akrab disapa Bunda Rini memberikan semangat kepada para siswa sebelum imunisasi. Bahkan ia juga turut memastikan jalannya CKG terkait pemeriksaan gigi, mata, dan kesehatan umum.

Bunda Rini menjelaskan bahwa BIAS dilaksanakan secara serentak di seluruh Surabaya dengan menyasar anak kelas 1, 2, dan 5 SD/MI serta siswa perempuan kelas 9 SMP.

Imunisasi Measles-Rubella (MR) diberikan kepada siswa kelas 1 untuk mencegah Campak dan Rubella. Sementara imunisasi Difteri-Tetanus (DT) diberikan pada siswa kelas 1, dan Tetanus-Difteri (Td) untuk siswa kelas 2 dan 5.

Khusus untuk anak perempuan kelas 5 SD dan 9 SMP, diberikan imunisasi Human Papillomavirus (HPV) untuk mencegah kanker leher rahim.  “Pemberian imunisasi HPV ini sangat penting. Alhamdulillah, sebelumnya berbayar dan mahal, tetapi kini difasilitasi oleh pemerintah pusat secara gratis,” jelas Bunda Rini.

Selain imunisasi, Surabaya juga melaksanakan CKG untuk anak-anak PAUD hingga SMA. Pemeriksaan yang dilakukan meliputi cek gula darah, tekanan darah, mata, dan gigi.

“Kita antisipasi agar masalah kesehatan seperti mata karena gadget atau gigi berlubang akibat konsumsi gula tidak menjadi lebih parah,” tambahnya.

Untuk memastikan kelancaran program, Bunda Rini menekankan pentingnya koordinasi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD), seperti Dinas Pendidikan (Dispendik) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya. Selain itu, peran orang tua juga krusial dalam mengisi formulir kesehatan anak.

“Imunisasi ini sangat penting untuk daya tahan tubuh anak-anak sampai dia menjadi dewasa. Saya mohon dukungan dari semua orang tua untuk menjadikan anak-anak kita menjadi anak-anak yang sehat,” pesannya.

Sementara itu, Kepala Dinkes Surabaya, Nanik Sukristina mengatakan, program BIAS ini dilaksanakan secara bertahap. Bulan Agustus 2025, berfokus pada imunisasi Campak-Rubella (MR) dan Human Papillomavirus (HPV).
“Kemudian pada bulan November 2025, dilaksanakan untuk imunisasi Difteri-Tetanus (DT) dan Td,” ujar Nanik. (Dwi Arifin)

Rapuh, Jembatan Jalan Tunjungan Dibongkar

Kondisi jembatan penyeberangan di Jalan Tunjungan setelah dirobohkan.

SURABAYA-KEMPALAN: Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi angkat bicara mengenai pembongkaran Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Siola di Jalan Tunjungan. JPO yang sudah lama berdiri itu akan diganti dengan jembatan baru yang lebih modern, terbuka, dan terintegrasi dengan pemandangan sekitar.

Menurut Wali Kota Eri, pembongkaran  dilakukan karena JPO dinilai sudah tidak layak dan tidak terhubung secara optimal dengan bangunan serta jalan di sekitar Jalan Tunjungan.

“Kekuatannya sudah kita lakukan perhitungan, maka jembatan itu harus terkoneksi dan mencerminkan kondisi Jalan Tunjungan saat ini. Istilahnya terkoneksi dengan pemandangan sekitar,” jelas Wali Kota Eri di halaman Balai Kota, Minggu (10/8).

Eri menerangkan, jembatan pengganti tidak akan berbentuk jembatan tertutup seperti sebelumnya, melainkan akan dirancang dengan konsep terbuka. Konsep ini bertujuan agar jembatan bisa menjadi tempat bagi warga untuk menikmati dan mengambil foto pemandangan Jalan Tunjungan dari area yang lebih tinggi.

“Nanti tetap jembatan bentuknya, tapi lebih terbuka jadi bisa digunakan masyarakat untuk foto dengan view dari ketinggian,” tambah Eri.

Ia menegaskan bahwa proyek pembangunan jembatan baru ini akan dilakukan secepatnya, dan pendanaannya sebagian besar akan berasal dari pihak swasta atau investor, bukan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Untuk pembangunanya tidak banyak menggunakan APBD. Kita akan gandeng investor dan tenaga ahli dalam merancang jembatan itu,” terangnya.
Eri Cahyadimenambahkan, pembangunan JPO baru Siola sejalan dengan strategi Pemkot Surabaya dalam penataan kawasan, sekaligus meramaikan kawasan iconic di sepanjang Jalan Tunjungan.

“Harapannya nanti Jalan Tunjungan semakin ramai ya, apalagi kalau nanti ada JPO yang baru, jadi banyak tempat foto menarik,” katanya.

Terpisah, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Surabaya Wiwiek Widayati menjelaskan bahwa JPO yang dibangun pada tahun 1987 memang membutuhkan peremajaan dan kondisi jembatan juga sudah rapuh.

Menurutnya, pembongkaran ini bukanlah keputusan yang diambil secara tiba-tiba. Di awal tahun 2025, tim independen melakukan kajian menyeluruh setelah ditemukan beberapa bagian jembatan yang runtuh. Hasil kajian tersebut menunjukkan bahwa beberapa bentangan jembatan sudah dalam kondisi rapuh dan tidak aman.

“Berdasarkan kajian dari tim independen, jembatan itu memang sudah ada yang rapuh. Karena itu, harus segera diselamatkan. Makanya harus dilakukan pembongkaran dan nanti akan dibangun kembali,” tutur Wiwiek.
Ia memastikan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir karena jembatan yang dibongkar akan segera dibangun kembali. Untuk mempercepat proses pembangunan, Pemerintah Kota Surabaya berencana menggandeng investor melalui program CSR (Corporate Social Responsibility). (Dwi Arifin)

Gubernur Khofifah Ajak Cintai dan Promosikan Batik Tulis Sampang

Gubernur Khofifah Indar Parawansa (kiri) saat mengunjungi Workshop Batik Tulis Shalempang di Kabupaten Sampang, Minggu (10/8).

SAMPANG-KEMPALAN: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak masyarakat untuk semakin mencintai dan mempromosikan Batik Tulis khususnya asli  Sampang sebagai salah satu warisan budaya luhur yang patut dibanggakan.

Ajakan ini disampaikannya saat mengunjungi Workshop Batik Tulis Shalempang di Kabupaten Sampang, Minggu (10/8).

Khofifah mengatakan, Batik Sampang memiliki kemiripan dengan Batik Pamekasan. Sekilas menurutnya terlihat mirip, namun dari segi pewarnaan, Batik Sampang cenderung lebih jernih dan mengarah ke warna alam.

“Saya sedikit bisa mengenali berbagai jenis batik. Sekilas ada kemiripan antara Sampang dan Pamekasan, namun terkait pewarnaan lebih jernih dan warna alam yang sangat mirip dengan Batik Cirebon,” ujarnya.

Kemiripan tersebut menurutnya sebagai sebuah wujud pertemuan budaya dari berbagai daerah di Indonesia. Lebih dari itu, perwujudan kain batik dengan berbagai kekhasannya merupakan sebuah produk budaya. Bukan sekadar kain sebagai bahan pakaian.

“Ini artinya juga ada pertemuan antar budaya. Sehingga pembatik itu sebenarnya pelaku seni, tapi dia juga industri. Seni membatik sendiri memiliki tahap yang luar biasa,” tutur Khofifah.

Meski memiliki keindahan dan kualitas tinggi, Khofifah mengatakan bahwa Batik Sampang masih memerlukan promosi lebih luas dibanding Batik Madura lainnya seperti Batik Tanjung Bumi Bangkalan, Batik Pamekasan, atau Batik Sumenep yang lebih dikenal pasar.

“Karena di sini berada antara Tanjung Bumi yang luar biasa dan kemudian Pamekasan yang pemasarannya lebih  bagus karena memang berani dengan warna dan desain kontemporer,” jelasnya.

Oleh sebab itu, Khofifah mengajak seluruh masyarakat untuk terus mendukung para pembatik di Jawa Timur. Setiap daerah disebutnya memiliki ciri khas masing-masing, sehingga tidak akan pernah bosan untuk mendalami kain batik.

“Saya ingin memberi penguatan bagi pelaku seni batik pelaku industri batik ini budaya yang luar biasa terlahir dari nenek moyang kita,” kata Khofifah.

“Apalagi ini batik tulis saya rasa susah untuk pemula pasti turun temurun bagaimana mencanting supaya tidak belepotan, proses melapisnya, mewarna hingga mencelup,” pungkasnya.

Sementara itu, pemilik Workshop Batik Tulis Shalempang Ali Imron mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan oleh Gubernur Khofifah terhadap perkembangan Batik Sampang.

“Saya berterima kasih atas dukungan yang diberikan Pemprov Jatim dan Ibu Khofifah. Kami mendapat Sertifikat Halal dan Sertifikat Industri Hijau yang masih dalam proses,” ucapnya.

Bahkan, ia mengaku berkesempatan ikut dalam kegiatan Misi Dagang Pemprov Jatim di berbagai provinsi di Indonesia. Ali Imron mengatakan, Workshop Batiknya telah berdiri sejak tahun 2001. Sedangkan warisan membatik sendiri telah turun temurun dari keluarga istrinya yang merupakan turunan ketujuh. (Dwi Arifin)

Gubernur Khofifah: Jangan Kibarkan Bendera Lain Selain Merah Putih!

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

SAMPANG-KEMPALAN: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerukan kepada seluruh masyarakat Jatim untuk mengibarkan bendera merah putih secara serentak selama satu bulan penuh hingga 31 Agustus 2025 mendatang, hal itu ditekankannya dalam rangka memperingati dan memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Kita ini merah putih harga mati. Jadi mari kita bersama-sama saling hormati, utamanya saat ini kita berada di bulan kemerdekaan. Yaitu dengan tidak mengibarkan bendera lain selain bendera merah putih. Tanamkan jiwa dan raga kita untuk merah putih,” kata Khofifah, Minggu (10/8).

Lebih lanjut disampaikannya, bendera merah putih sebagai simbol NKRI yang harus dijunjung tinggi, dihormati dan dijaga kesakralannya. Oleh sebab itu, pengibaran bendera merah putih di momen bulan kemerdekaan sepatutnya dijaga tanpa ada interupsi dari yang lain.

“Bendera merah putih sebagai lambang negara Indonesia yang menjadi identitas bangsa sejak Kemerdekaan hingga memasuki usia yang ke-80 tahun,” jelasnya.

Perihal seruan pengibaran bendera merah putih, Gubernur Khofifah mengaku juga secara rutin membagikan bendera merah putih kepada masyarakat setiap kali melakukan kunjungan di daerah.

“Saya kemana-mana membagikan bendera merah putih. Bisa dicek di dalam mobil yang saya tumpangi atau tim, pasti ada box yang isinya bendera merah putih,” ujarnya.

Gubernur Khofifah pun mencontohkan beberapa daerah yang telah dikunjungi yaitu Kabupaten Probolinggo dan Sampang. Ketika berkunjung ke Kabupaten Probolinggo beberapa waktu lalu, dirinya tidak hanya menyapa tetapi sekaligus membagikan bendera merah putih dengan puluhan awak media yang turut hadir.

“Di sana saya menawarkan jika mereka mau. Saya juga berpesan, tolong ya dibagi ke tetangga-tetangganya dan mereka berkenan,” imbuhnya.

Sementara di Kabupaten Sampang Khofifah membagikan bendera merah putih untuk masyarakat dalam rangkaian kegiatan penyaluran berbagai bantuan.

“Tentu kami berharap seluruh masyarakat mengibarkan Bendera merah putih selama satu bulan penuh untuk menguatkan rasa cinta kita kepada NKRI,” imbuhnya.

Terkait Surat Edaran, Khofifah mengatakan bahwa Pemprov Jatim telah mengeluarkan Surat Edaran No. 400.14.1/26008/033.3/2025, tanggal 30 Juli 2025 tentang surat pemberitahuan tema, logo dan pertisipasi menyemarakkan Peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI Tahun 2025.

Surat Edaran ini juga menindaklanjuti SE Menteri Sekretaris Negara RI No. B-20 /M/S/TU.00.03/07/2025, tanggal 28 Juli 2025 perihal Penyampaian Tema, Logo, dan Partisipasi Menyemarakkan Peringatan HUT Ke-80 Kemerdekaan Rl Tahun 2025. Salah satu poinnya yaitu seluruh elemen masyarakat mengibarkan bendera merah putih secara serentak di lingkungan masing-masing mulai tanggal 1 hingga 31 Agustus 2025.

“Surat Edaran sudah ada. Telah dikeluarkan oleh Menteri Sekretaris Negara RI maupun Pak Sekda yang ditujukan semua masyarakat termasuk Bupati/Wali Kota untuk mengibarkan bendera merah putih sebanyak-banyaknya,” tegasnya.

Tidak hanya pengibaran di rumah warga, melalui Dinas Perhubungan Prov. Jatim dan Dinas Kesehatan Prov. Jatim, Pemprov Jatim juga mengeluarkan Surat Edaran kepada seluruh armada dan berbagai Layanan Kesehatan (Yankes) untuk bisa bersama-sama mengibarkan bendera merah putih.

“Bulan ini adalah bulan kemerdekaan. Mari bersama-sama kita kibarkan bendera merah putih di mana pun kita berada. Ini bentuk cinta kepada Indonesia,” pungkasnya. (Dwi Arifin)

EJAV Junior Master Menggelar Turnamen Golf Antara Atlet Junior Lawan Amatir

SURABAYA-KEMPALAN: Pegolf-pegolf junior terbaik di Jatim akan mempunyai wadah khusus sebagai ajang pengembangan kemampuannya. Diinisiasi oleh kelompok orang tua pegolf, EJAV Junior Master, pegolf junior terbaik Jatim diuji kemampuannya lawan pegolf amatir.

Ajang tersebut bertajuk “Turnamen Golf Atlet Jatim Junior Master vs Amatir”. Bertempat di Bukit Darmo Golf (BDG), Surabaya, Minggu (10/8), edisi pertama turnamen tersebut mulai digelar.

Nantinya, turnamen golf tersebut akan menggelar babak kualifikasi sebulan sekali mulai Agustus, September, Oktober, dan Nopember. Rencananya, tidak hanya diselenggarakan di BDG. Tetapi di lapangan golf di Jatim yang mampu menggelar turnamen golf.

Atlet, pegolf amatir, dan orang tua atlet dalam ajang Turnamen Golf Atlet Jatim Junior Master vs Amatir vol 1 yang digelar EJAV Junior Master di Bukit Darmo Golf, Surabaya, Minggu (10/8). (Foto: Istimewa)
Atlet, pegolf amatir, dan orang tua atlet dalam ajang Turnamen Golf Atlet Jatim Junior Master vs Amatir vol 1 yang digelar EJAV Junior Master di Bukit Darmo Golf, Surabaya, Minggu (10/8). (Foto: Istimewa)

Pegolf-pegolf yang terbaik akan bersaing dalam grand final pada Desember mendatang. Anggota Komite EJAV Junior Master Donny Leimena menuturkan, pengembangan pegolf junior di Jatim yang lambat jadi awal dari munculnya inisiasi tersebut.

Termasuk minimnya turnamen untuk atlet. ’’Kita, orang tua, sepakat untuk membentuk turnamen bagi anak-anak kami,’’ sebut Donny. Bedanya, turnamen yang dibentuk EJAV Junior Master ini hanya untuk pegolf dengan handicap di bawah 13.

BACA JUGA:Inspiratif, Begini Cerita Golfer Junior Calista Allegra Awal Mula Menekuni Golf

’’Dengan seperti ini, supaya kami bisa membuat ekosistem untuk anak-anak kami dapat bermain under terus. Tujuannya agar mereka selalu bermain under,’’ lanjut Donny yang merupakan ayah dari Annabelle Leimena, salah satu pegolf junior terbaik Jatim saat ini.

Bella (sapaan akrab Annabelle) jadi salah satu dari sembilan atlet junior yang turun saat edisi pertama ini. Selain Bella, juga ada pegolf junior Jatim yang turun saat ajang Pekan Olahraga Provinisi (Porprov) IX Jatim 2025, bulan lalu.

Anggota Dewan Komite EJAV Junior Master. (Kiri ke Kanan) Rudy Ayong, Ronald Reksa Dewantara, Donny Leimena, dan Sunarlin. (Foto: Istimewa)

Seperti: Calista Allegra Dewantara, Jevan Lucius Ludy, Farah Anabel Xaviera Lesmana, Havis Rohmad Afif, dan Brillian Elang Senna Mahagiri. Juga ada pegolf junior Jatim lainnya, Wilbert Gautomo. Kedelapan atlet tersebut melawan lima pegolf amatir.

Sementara, pegolf amatir yang turun kali ini dari klub Gue Banget Golf Club (GBGC). Ke depan, EJAV Junior Master akan menghadapi klub-klub golf lainnya di Jatim. Kebetulan, beberapa orang tua atlet juga pegolf klub. (YMP)

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.