Rabu, 20 Mei 2026, pukul : 06:11 WIB
Surabaya
--°C

Rapuh, Jembatan Jalan Tunjungan Dibongkar

Kondisi jembatan penyeberangan di Jalan Tunjungan setelah dirobohkan.

SURABAYA-KEMPALAN: Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi angkat bicara mengenai pembongkaran Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Siola di Jalan Tunjungan. JPO yang sudah lama berdiri itu akan diganti dengan jembatan baru yang lebih modern, terbuka, dan terintegrasi dengan pemandangan sekitar.

Menurut Wali Kota Eri, pembongkaran  dilakukan karena JPO dinilai sudah tidak layak dan tidak terhubung secara optimal dengan bangunan serta jalan di sekitar Jalan Tunjungan.

“Kekuatannya sudah kita lakukan perhitungan, maka jembatan itu harus terkoneksi dan mencerminkan kondisi Jalan Tunjungan saat ini. Istilahnya terkoneksi dengan pemandangan sekitar,” jelas Wali Kota Eri di halaman Balai Kota, Minggu (10/8).

Eri menerangkan, jembatan pengganti tidak akan berbentuk jembatan tertutup seperti sebelumnya, melainkan akan dirancang dengan konsep terbuka. Konsep ini bertujuan agar jembatan bisa menjadi tempat bagi warga untuk menikmati dan mengambil foto pemandangan Jalan Tunjungan dari area yang lebih tinggi.

“Nanti tetap jembatan bentuknya, tapi lebih terbuka jadi bisa digunakan masyarakat untuk foto dengan view dari ketinggian,” tambah Eri.

Ia menegaskan bahwa proyek pembangunan jembatan baru ini akan dilakukan secepatnya, dan pendanaannya sebagian besar akan berasal dari pihak swasta atau investor, bukan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Untuk pembangunanya tidak banyak menggunakan APBD. Kita akan gandeng investor dan tenaga ahli dalam merancang jembatan itu,” terangnya.
Eri Cahyadimenambahkan, pembangunan JPO baru Siola sejalan dengan strategi Pemkot Surabaya dalam penataan kawasan, sekaligus meramaikan kawasan iconic di sepanjang Jalan Tunjungan.

“Harapannya nanti Jalan Tunjungan semakin ramai ya, apalagi kalau nanti ada JPO yang baru, jadi banyak tempat foto menarik,” katanya.

Terpisah, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Surabaya Wiwiek Widayati menjelaskan bahwa JPO yang dibangun pada tahun 1987 memang membutuhkan peremajaan dan kondisi jembatan juga sudah rapuh.

Menurutnya, pembongkaran ini bukanlah keputusan yang diambil secara tiba-tiba. Di awal tahun 2025, tim independen melakukan kajian menyeluruh setelah ditemukan beberapa bagian jembatan yang runtuh. Hasil kajian tersebut menunjukkan bahwa beberapa bentangan jembatan sudah dalam kondisi rapuh dan tidak aman.

“Berdasarkan kajian dari tim independen, jembatan itu memang sudah ada yang rapuh. Karena itu, harus segera diselamatkan. Makanya harus dilakukan pembongkaran dan nanti akan dibangun kembali,” tutur Wiwiek.
Ia memastikan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir karena jembatan yang dibongkar akan segera dibangun kembali. Untuk mempercepat proses pembangunan, Pemerintah Kota Surabaya berencana menggandeng investor melalui program CSR (Corporate Social Responsibility). (Dwi Arifin)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.