SURABAYA-KEMPALAN: Green force Persebaya Surabaya gagal menyempurnakan pesta kemeriahan pada laga pembuka Super League 2025-2026 yang di pusatkan di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya. Pada Jum’at 8 Agustus 2025.
Laga pembuka kompetisi Super League ditandai dengan tendangan bola pertama oleh Menpora Dito Ario Tejo tersebut mempertemukan Persebaya versus PSIM Yogyakarta. Dalam laga tersebut PSIM Yogyakarta berhasil menundukkan tuan rumah Persebaya dengan skor tipis 0-1. Gol tunggal kemenangan PSIM Yogyakarta di ciptakan oleh Norberto Ezequeil Vidal menit 90+2.
PSIM Yogyakarta tidak hanya membawa pulang kemenangan, tapi tim kebanggaan Brajamusti julukan suporter PSIM Yogyakarta tersebut juga menempatkan Yusaku Yamadera menjadi man of the Match.(Ambari Taufiq/ M Fasichullisan)
SURABAYA-KEMPALAN : Persebaya Surabaya kembali mendapat sokongan dana yang fantastis dari partner bisninya selama tiga musim kompetisi. Tim kebanggaan arek-arek Suroboyo ini mampu meyakinkan perusahaan penghasil dan memproduksi obat herbal yakni Antangin.
Kemitraan jangka panjang ini bukan yang pertama untuk tim berjulukan green force.
Menurut Candra Wahyudi Direktur Operasional Persebaya, kerja sama multi-year membuktikan kepercayaan terhadap Persebaya.
“Kami di Persebaya mempunyai target besar menjelang 100 tahun atau satu abad . Ada beberapa hal yang kami canangkan untuk dua tahun kedepan semoga bisa diraih oleh Persebaya,” ucap Candra, Jumat (8/8/2025) sore.
Candra menyebut, secara bisnis, masih ada peluang bagi Persebaya untuk menambah partner baru setelah obat herbal Antangin. Bahkan, Candra menyebut tak menutup kemungkinan dengan adanya dana segar dari sponsor Persebaya bisa menambah amunisi baru khususnya pemain asing.
“Soal pemain baru, masih sangat memungkinkan. Sebab penutupan pendaftaran pemain sampai akhir Agustus. Namun kami akan komunikasikan dulu dengan tim pelatih,” ujarnya.
Saat ini Persebaya sudah diperkuat sembilan pemain asing. Sesuai dengan regulasi pemain asing di Super League musim ini, green force julukan lain Persebaya masih bisa menambah dua pemain asing lagi.
Sementara itu, Yunita Pratiwi Senior Brand Manager Antangin menjelaskan alasan berkolaborasi dengan Persebaya selama lebih dari satu musim kompetisi
“Hubungan Antangin dengan Persebaya itu tidak hanya terkait bisnis, tapi juga terkait perjuangan. Kami hadir untuk menemani sekalhgus mengapresiasi Persebaya dari sisi suporter, pemain, hingga manajemen,”terangnya (Ambari Taufiq/M Fasichullisan)
SURABAYA-KEMPALAN : Universitas Negeri Surabaya (UNESA) terus menunjukkan komitmennya sebagai kampus ramah disabilitas dan kelompok rentan. Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Edukasi Masyarakat Inklusif dan Pendampingan Kelurahan Ketintang dalam Merancang Roadmap Kebijakan Kelurahan Inklusi”, tim dosen lintas bidang dari UNESA hadir langsung di tengah warga Kelurahan Ketintang, Kecamatan Gayungan, Kota Surabaya, Kamis malam (7/8).
Kegiatan yang digelar di Balai RW I Ketintang Surabaya dan melibatkan sekitar 50 peserta ini dirancang untuk mendorong lahirnya lingkungan sosial yang lebih terbuka dan setara. UNESA tidak hanya memperkuat komitmen internal melalui jalur penerimaan mahasiswa disabilitas, tetapi juga mendorong masyarakat sekitar untuk membangun ruang hidup yang inklusif mulai dari tingkat RW hingga kelurahan.
Dalam sambutannya, Rianda Usmi, S.Pd., M.Pd., Dosen PPKn UNESA sekaligus Ketua Tim PKM, menegaskan bahwa inklusi sosial bukan hanya tugas pemerintah atau institusi pendidikan. “Kita semua bertanggung jawab membangun ruang yang menerima dan memberdayakan siapa pun, apapun latar belakang atau kondisinya. Sinergi kampus dan warga sangat penting,” ungkap Rianda. Ia juga berharap kegiatan ini menjadi awal dari kerja sama yang berkelanjutan.
Kegiatan ini mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak. Lurah Ketintang, Bryan Ibnu Maskuwaih, S.STP, menyatakan bahwa kegiatan semacam ini sangat penting dalam membentuk kesadaran kolektif. “Masyarakat kita beragam, dan itu kekayaan yang harus disikapi dengan empati, bukan prasangka,” ucapnya. Ketua RW I Ketintang, Suprayogo, juga menyambut baik kehadiran UNESA di tengah masyarakat. “Program seperti ini nyata manfaatnya. Kehadiran kampus sangat membantu warga, bahkan sampai mendukung perekonomian warga,” ujarnya.
Sebagai pemateri pertama, Rianda menyampaikan materi bertajuk “UNESA sebagai Kampus Ramah Disabilitas dan Kelompok Rentan”. Ia memaparkan kebijakan afirmatif UNESA, termasuk penyediaan jalur landai, guiding block, toilet khusus, kendaraan listrik, serta pelatihan peningkatan sensitivitas civitas akademika terhadap kelompok rentan. Menurutnya, semua inovasi tersebut dapat diterapkan dalam skala komunitas seperti RW atau kelurahan.
Pemateri kedua, Budi Santosa, S.Pd.I., M.S.I., dosen PPKn UNESA, menekankan bahwa pembangunan inklusif bukan hanya soal infrastruktur, melainkan juga membentuk cara pandang masyarakat. “Inklusi adalah budaya hidup yang melibatkan empati, pengakuan, dan partisipasi semua pihak. Jika ruang publik kita tak ramah untuk satu kelompok, maka belum bisa disebut inklusif,” ujarnya. Ia mendorong warga untuk mulai dari hal kecil, seperti menyediakan akses yang setara dan ruang partisipasi bagi perempuan, lansia, anak-anak, serta penyandang disabilitas.
Selain dosen, kegiatan ini turut melibatkan mahasiswa UNESA sebagai bagian dari proses pembelajaran sosial. Tim PKM terdiri atas Rianda Usmi, Budi Santosa, Dr. Firre An Suprapto, M.Pd. (Dosen Administrasi Negara), dan Muhammad Ridho Prihatin, M.Pd. (Dosen Tata Busana FT UNESA). Kegiatan ditutup dengan foto bersama dan komitmen dari warga dan UNESA untuk menjaga keberlanjutan gerakan inklusi sosial di Kelurahan Ketintang. Program ini menjadi langkah strategis membumikan nilai-nilai inklusif dalam kehidupan warga sehari-hari menjadikan Ketintang bukan hanya tempat tinggal, tapi ruang hidup yang menyambut semua.(Ambari Taufiq/ M Fasichullisan)
SURABAYA -KEMPALAN: Klub bola voli Gribin Volleyball Club Surabaya mengemban amanah besar dalam kejuaraan bola voli 76 Smes Heppi dan Piala Walikota Surabaya U 19. Dua event besar skala regional dan nasional ini akan berlangsung 23-24 Agustus 2025 di GOR Lamongan dan 03-11 September 2025 di GOR Bung Tomo Surabaya.
Untuk menghadapi event besar tersebut, Gribin Volleyball Club Surabaya tidak hanya mewakili klub tapi juga membawa nama besar kota Surabaya. Sebab tim putra putri Gribin Volleyball Club di tunjuk mewakili kota Surabaya di ajang 76 Smes Heppi yang akan di langsungkan di GOR Lamongan 23-24 Agustus.
Sedangkan di event Kejurprov U 19 piala walikota Surabaya 3-11 September yang di ikuti klub-klub besar dan bersejarah seperti, Surabaya Samator, Surabaya Bank Jatim, Gresik Petrokimia, Indomaret Sidoarjo, Jenggolo Electric Sidoarjo, Boma Bojonegoro, dan beberapa klub besar di Jawa Timur.
Dua kejuaraan level regional dan nasional tersebut, Gribin Volleyball Club memasang target tinggi yakni finalis.
Head coach Gribin Volleyball Club Surabaya Johanes Dwi Ananta mengatakan target finalis ini sesuai dengan amanah menejemen klub. Jadi mau tidak mau ia bersama tim pelatih harus bekerja keras untuk memenuhi target tersebut.
” Ya ini merupakan tantangan besar bagi kami sebagai pelatih dan saya harus menjawab tantangan itu dengan prestasi nyata,” ungkap jo di sela sela latih 09/08/2025.
Sebagai wujud keseriusan menghadapi event ini Gribin Volleyball Club Surabaya telah mempersiapkan diri dengan berlatih serius di markas Gribin Volleyball Club kawasan Griyo Benowo Indah, Pakal Surabaya.
Lebih lanjut jo sapaan akrab head coach Gribin Volleyball Club Surabaya Johanes Dwi Ananta mengatakan sebagai klub yang di percaya oleh PBVSI Surabaya tentu menjadi tantangan tersendiri bagi Gribin dan saya sebagai pelatih.(Ambari Taufiq/M Fasichullisan)
SURABAYA-KEMPALAN: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak para siswa untuk meneladani perjuangan pendiri Yayasan Pendidikan Al-Ma’arif Singosari KH. Masjkur, mantan Menteri Agama RI sekaligus Pahlawan Nasional, yang estafet perjuangannya dilanjutkan oleh KH. Tolchah Hasan, mantan Menteri Agama RI dan Rais Syuriah PBNU 2004–2010. Keduanya memilki visi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dengan karakter akhlakul karimah.
Ajakan itu disampaikan nKhofifah di hadapan para siswa dan wali murid pada Peresmian Tahun Ajaran Baru 2025/2026 di Lingkungan Yayasan Pendidikan Al-Ma’arif Singosari Malang, Sabtu (9/8).
“Bagaimana perjuangan beliau, pengorbanan beliau dan tentu penerus-penerusnya akan menjaga bagaimana sebuah pendidikan tidak hanya mengejar academic achievement, tapi membangun karakter, membangun akhlak mulia, dan membangun peradaban bangsa,” jelasnya.
Untuk itu, Khofifah menjelaskan bahwa pendidikan itu penting sebagai pondasi untuk membangun karakter akhlak mulia dan peradaban bangsa.
“Pendidikan yang tak hanya untuk memperkaya khazanah keilmuan, tapi juga karakter akhlak mulia dan peradaban bangsa. Kita semua punya tugas mulia untuk mencerdaskan kehidupan bangsa,” katanya.
Khofifah juga menjelaskan, penting membicarakan peradaban di tengah Clash of Civilizations selayaknya yang dikemukakan oleh Samuel P. Huntington. Terlebih dengan konflik-konflik global seperti Rusia-Ukraina, genosida Gaza, dan Kamboja-Thailand.
“Kita lihat timbul konflik yang semula mungkin mereka tidak pernah prediksi. Tapi bahwa itu kemudian merusak sendi-sendi sosial, sendi-sendi ekonomi, dan sendi-sendi kehidupan kekerabatan di antara mereka,” ujarnya.
“Ini saya sampaikan karena membangun peradaban bangsa dan peradaban dunia itu dimulai dari pendidikan dini di TK, SD, dan seterusnya,” sambungnya.
Tak kalah penting, peran guru dan pendidik lain adalah berkolaborasi dan menciptakan Super Team. Sebab, tak ada sukses yang dapat benar-benar dicapai dengan prestasi satu orang.
“PR berikutnya adalah semua para kepala sekolah ini harus menjadi manager leader. Memanage dan juga memiliki kepemimpinan yang baik. Maka antara kepala sekolah dan guru-guru memang harus memposisikan bahwa panjengan semua super team,” terangnya.
Lebih jauh Khofifah mendiskusikan masalah sosial berefek domino seperti judi online, pinjaman online, hingga kesehatan mental yang menjadi dampaknya.
“Tapi sekali lagi untuk membangun peradaban kemanusiaan, sosial, dan ekonomi sesungguhnya harus dimulai dari pendidikan sejak dini,” tandasnya.
Menutup sambutannya, Khofifah berharap tahun ajaran baru ini menjadi momentum untuk meneruskan perjuangan para pendiri Yayasan Pendidikan Al-Ma’arif dalam mendedikasikan diri di bidang pendidikan.
“Karakter yang kuat akan membangun peradaban bangsa yang maju dan berakhlak mulia. Itulah tujuan akhir dari pendidikan,” pungkasnya.
Untuk diketahui, tahun ini, total Yayasan Pendidikan Al-Ma’arif Singosari menerima 1.290 siswa baru mulai jenjang TK, MI, SD Islam, MTs, SMP Islam, MA, SMA Islam, hingga SMK Plus. (Dwi Arifin)
MUNCHEN-KEMPALAN: Harry Kane menjalani laga yang penuh emosional dalam laga uji coba pramusim melawan Tottenham Hotspur di Allianz Arena, Munchen, Jumat dini hari WIB (8/8).
Dalam laga tersebut, Kane membawa Bayern Munchen mengalahkan Spurs, mantan tim yang dia bela, dengan empat gol tanpa balas. HurriKane (julukan Kane) mencetak sebiji gol pada menit ke-12.
Tiga menit kemudian, Kane seharusnya bisa mencatatkan namanya di papan skor untuk kali kedua. Dia mendapat peluang gol dari titik putih. Sayangnya, eksekusinya melayang dan gagal berbuah gol bagi Die Roten (julukan Bayern).
Kane terpeleset saat menendang bola sehingga bola pun melambung ke atas gawang. Di dalam pembelaannya, kapten timnas Inggris itu menyalahkan sepatu kanan yang sudah dia pakai saat itu.
’’Kondisi lapangan hari ini sedikit berbeda dibandingkan akhir pekan lalu, dan harusnya aku mempertimbangkan untuk mengganti sepatuku. Namun, aku tidak melakukannya,’’ sebut Kane, dilansir dari laman Bayern Insider.
Kane menyepak penalti dengan kaki kanannya. Kaki kanan itu yang terpeleset. ’’Kadang, Anda harus terhukum dengan kesalahan kecil seperti ini. Minimal, pada laga berikutnya aku tahu aku harus mengganti sepatu kananku lain kali,’’ sambung Kane.
Lucunya, kejadian tersebut juga merusak rekor bagus Kane ketika berhadapan dengan tendangan penalti. Pasalnya, sudah 971 hari Kane tidak pernah gagal saat mengeksekusi tendangan penalti.
Terakhir kali dia mengalaminya dalam Piala Dunia 2022. Ketika itu, Kane mengalaminya saat The Three Lions (julukan timnas Inggris) dipecundangi Prancis 1-2 pada perempat final Piala Dunia di Al Bayt Stadium, Al Khor. (YMP)
JAKARTA-KEMPALAN : Timnas Senior voli indoor putri Indonesia babak belur di SEA V League 2025. Menghadapi Thailand di laga putaran kedua pada Jum’at (8/8 ) di Hanoi Vietnam, Megawati Hangestri Pertiwi dkk di bantai Thailand dengan skor 3-0 (16-25,16-25,21-25).
Menajer timnas voli putri Indonesia Luciana Taroreh, mengatakan para pemain telah berjuang maksimal pada laga melawan Thailand.
“Meskipun sebagian pemain masih dalam tahap pemulihan pascacedera, mereka tetap memilih untuk turun bermain demi kepentingan tim. Kami mengakui Thailand tampil solid dan mampu memanfaatkan peluang dengan baik,” kata Luciana.
Pada pertemuan putaran pertama pekan lalu di Thailand, Indonesia kalah 1-3 (25-22, 15-25, 25-17, 12-25).
Pelatih Octavian tidak mengubah susunan pemain pada putaran kedua SEA V League 2025. Ia tetap menurunkan Megawati Hangestri Pertiwi, Ersandrina Devega Salsabila, Mediol S Yoku, Shella Bernadetha, Tisya Amalia Putri, dan Asih Titi Pangestuti sebagai starter.
Tiga pemain yang belum dalam kondisi 100% bugar tersebut adalah Megawati, Asih, dan Arsela Nuari.
“Kami menyadari masih ada ruang perbaikan, terutama pada konsistensi, pertahanan, dan komunikasi di lapangan. Kekalahan ini menjadi pelajaran berharga, dan kami yakin dengan evaluasi yang tepat, tim akan tampil lebih solid di laga berikutnya,” tambah Luciana.
Hasil ini membuat Indonesia mencatat total empat kekalahan di SEA V League 2025. Tiga kekalahan diderita pada pada putaran pertama. Megawati dkk masih memiliki peluang membalikkan keadaan pada dua laga tersisa melawan tuan rumah Vietnam dan Filipina.(Ambari Taufiq/M Fasichullisan)
SURABAYA-KEMPALAN: Program pemutihan pajak kendaraan bermotor (PKB) yang digagas Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di tahun keenam kali ini sukses dimanfaatkan ratusan ribu masyarakat dari berbagai daerah di Jawa Timur.
“Alhamdulillah program pemutihan kali ini disambut antusias masyarakat. Belum sebulan sudah menyasar 511.178 wajib pajak dengan total PKB yang dibebaskan Rp 830,6 juta lebih. Pemutihan pajak ini adalah bagian dari upaya kami melindungi kelompok rentan dan membangun kembali kesadaran kolektif tentang pentingnya pajak dalam pembangunan,” ujar Khofifah , Jumat (8/8).
Sejak diluncurkan pada 14 Juli 2025 lalu, sampai dengan 6 Agustus 2025 telah dimanfaatkan oleh 511.178 wajib pajak, untuk itu Pemprov Jatim telah memberikan pembebasan PKB senilai Rp830.676.000 untuk masyarakat Jatim.
Rinciannya, yaitu Rp385.641.500 diberikan Pemprov Jatim untuk pembebasan pajak progresif, dan Rp445.034.500 diberikan untuk pembebasan pajak dalam segmentasi khusus untuk masyarakat rentan ekonomi.
Menurut Khofifah, tingginya antusiasme tersebut mencerminkan kebutuhan masyarakat akan kebijakan fiskal yang memberikan keringanan secara nyata dan terukur.
Lebih lanjut disampaikannya, program ini bukan sekadar insentif fiskal, melainkan wujud nyata kehadiran negara dalam meringankan beban ekonomi rakyat.
Terutama karena kebijakan pemutihan di tahun ini tak hanya membebaskan denda keterlambatan tapi juga membebaskan tunggakan pajak khusus bagi kelompok rentan ekonomi.
Yaitu para pengemudi ojek online, masyarakat kurang mampu, dan pelaku usaha kecil yang selama ini kesulitan memenuhi kewajiban pajak karena keterbatasan ekonomi.
“Karena dalam banyak kasus, keterlambatan membayar pajak bukan disebabkan oleh ketidakpatuhan, melainkan oleh ketidakmampuan. Karena itu, kami merasa harus merespons kondisi objektif masyarakat dengan kebijakan yang relevan dan berempati. Untuk itu, kami juga memastikan kebijakan ini tepat sasaran,” tegas Khofifah.
Secara lebih spesifik, selama sebulan program pemutihan berlangsung, telah ada 2.246 transaksi pembayaran pajak yang berasal dari masyarakat kurang mampu berdasarkan data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE). Dari transaksi ini, Pemprov Jatim telah memberikan pembebasan sebesar Rp171.584.500.
Sementara itu, 2.962 transaksi dilakukan oleh pengemudi ojek online dengan nilai pembebasan mencapai Rp255.302.500. Adapun pemilik kendaraan roda tiga untuk usaha kecil tercatat melakukan 193 transaksi, dengan nilai pembebasan sebesar Rp18.147.500.
Menurut Khofifah, pendekatan fiskal ini tidak hanya bertujuan meningkatkan penerimaan daerah, tetapi juga mengedepankan keadilan sosial. Pendekatan semacam ini, lanjutnya, penting untuk menjaga kepercayaan dan partisipasi publik dalam pembangunan daerah.
“Pembangunan tidak akan berjalan optimal jika tidak disertai rasa keadilan dan keterlibatan masyarakat. Karena itu, keberpihakan fiskal menjadi kunci dalam menjangkau mereka yang selama ini terpinggirkan secara ekonomi,” tegasnya.
Gubernur Khofifah juga menyampaikan bahwa program ini sejalan dengan semangat reformasi birokrasi dan peningkatan pelayanan publik, khususnya melalui digitalisasi layanan dan kolaborasi lintas sektor untuk mendekatkan akses Samsat kepada masyarakat.
“Ketika pemerintah hadir dan memberi keringanan di saat yang tepat, kesadaran dan kepatuhan akan tumbuh dengan sendirinya. Inilah cara kita membangun Jawa Timur bersama, bukan hanya lewat angka, tetapi dari rasa keadilan,” jelasnya.
Program pemutihan PKB ini akan berlangsung hingga 31 Agustus 2025. Selain penghapusan denda keterlambatan, juga diberikan pembebasan tunggakan pokok PKB sejak tahun 2024 ke belakang, khusus bagi pengemudi ojek online, masyarakat kurang mampu, serta pemilik kendaraan roda tiga untuk usaha.
Pada kesempatan yang sama, Khofifah mengajak masyarakat yang memenuhi kriteria untuk segera memanfaatkan program ini melalui layanan Samsat di wilayah masing-masing. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.
“Bila pemerintah dan rakyat saling bergandengan tangan, maka pemulihan ekonomi dan percepatan pembangunan akan berjalan lebih cepat dan merata,” katanya.
“Kami ingin masyarakat tahu bahwa mereka tidak sendiri. Pemerintah hadir untuk meringankan, mendampingi, dan memastikan tak ada yang tertinggal dalam proses pembangunan,” pungkasnya. (Dwi Arifin)
Wagub Emil saat menjadi keynote speaker dalam Business Talk Financial Festival CNBC Indonesia bertema “Empowering Local Economies Through Resilient Financial System” di Dyandra Convention Center Surabaya, Rabu (6/8).
SURABAYA-KEMPALAN: Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengajak masyarakat untuk tidak ragu mempercayakan simpanannya pada perbankan. Sebab, seluruh dana nasabah dijamin keamanannya oleh negara melalui Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Ajakan ini disampaikan Wagub Emil saat menjadi keynote speaker dalam Business Talk Financial Festival CNBC Indonesia bertema “Empowering Local Economies Through Resilient Financial System” di Dyandra Convention Center Surabaya, Rabu (6/8).
“Kita ingin masyarakat tidak khawatir untuk menyimpan uangnya di bank. Karena negara betul-betul menjaga keamanan dana nasabah perbankan. Dan ini menjadi penting karena sistem perekonomian kita ditopang oleh sistem keuangan. Dan sistem keuangan ditopang oleh bagaimana simpanan masyarakat ini kemudian dikelola untuk menggerakkan perekonomian,” ujar Emil.
Wagub Emil menekankan, LPS merupakan lembaga strategis yang dibentuk berdasarkan UU Nomor 24 Tahun 2004, yang bertugas menjamin simpanan nasabah dan menjaga stabilitas perbankan nasional.
Ia juga menyampaikan bahwa LPS menjamin simpanan hingga Rp 2 miliar per nasabah per bank, baik dalam bentuk tabungan, deposito, maupun produk simpanan lainnya.
“Jadi nggak usah khawatir nabung di bank, karena LPS menjaminan Rp 2 miliar per nasabah. Selain itu, dalam produk deposito juga ada jaminannya. Tabungan yang bukan deposito juga ada, ada BPR, ada bank umum, semua tentu punya kelebihan dan punya segmen pasar masing-masing. Tapi semuanya mendapatkan proteksi dari negara,” jelasnya.
Lebih lanjut, Emil mengungkapkan bahwa tingkat literasi keuangan masyarakat Jawa Timur terus meningkat dalam 6 tahun terakhir. Namun peningkatan literasi harus diimbangi dengan kepercayaan dan partisipasi aktif dalam sistem keuangan formal.
Dalam kesempatan itu, Wagub Emil mengapresiasi Generasi Z yang dikatakannya melek masalah finansial. Sehingga, animo dari anak-anak muda ini terhadap acara-acara seperti Financial Festival ini menjadi harapan bagi masa depan perekonomian Indonesia maupun Jawa Timur.
“Saya salut sama Gen Z karena rasa ingin tahunya tinggi, dan mencari informasi dari mana-mana. Mereka juga tertarik berinvestasi di berbagai macam instrumen, apakah itu di surat perbankan, surat berharga, atau pasar modal,” ujarnya.
“Maka, dalam konteks Jawa Timur, saya berharap anak-anak muda kita semakin giat untuk memanfaatkan lembaga keuangan perbankan, untuk bertransaksi. Karena ini akan cukup membantu memperkuat sistem perekonomian kita,” lanjut Wagub Emil.
Meski begitu, mantan Bupati Trenggalek itu mengingatkan anak muda untuk tidak terbawa arus atau merasakan Fear of Missing Out (FOMO). Sehingga, pengelolaan keuangan dapat dilakukan dengan penuh kehati-hatian dan bijak.
Sementara itu, dalam hal inklusi keuangan, Wagub Emil mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah lama memanfaatkan teknologi inovatif. Contohnya saat COVID-19, Jawa Timur menyalurkan bantuan kepada masyarakat melalui sistem E-wallet.
E-wallet ini sendiri dikembangkan saat Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa masih menjadi Menteri Sosial. Di mana, Gubernur Khofifah mengembangkan e-wallet untuk mempermudah masyarakat memperoleh bantuan hanya dengan sistem gesek.
“Kita kemudian bisa menambah bantuan kepada masyarakat melalui sistem E-wallet tadi. Jadi tidak perlu repot-repot bikin sistem, langsung di-top up ke dalam E-wallet. Ini salah satu cara kita mendorong inklusi keuangan,” terang Wagub Emil.
Cara berikutnya adalah melalui program-program yang memang melibatkan perbankan. Seperti program permodalan untuk UMKM juga trading agro melalui perbankan.
Hasilnya, pada tahun 2022, tingkat inklusi Jawa Timur menjadi tertinggi keempat secara nasional dengan nilai sebesar 92,99 persen. Angka ini bahkan telah melampaui target nasional 90 persen untuk tahun 2024. (Dwi Arifin)