Selasa, 19 Mei 2026, pukul : 01:07 WIB
Surabaya
--°C

Nahroni: Peminjaman Sepasang Komodo KBS ke Jepang Tunggu Izin Presiden

Direktur Keuangan dan SDM KBS Muhammad Nahroni. (Foto: Andra Jatmiko/kempalan.com)

SURABAYA-KEMPALAN: Kebun Binatang Surabaya (KBS) berencana meminjamkan sepasang komodo ke Jepang melalui skema breeding loan atau peminjaman untuk pembiakan selama lima tahun. Namun, rencana tersebut masih menunggu proses perizinan berjenjang, termasuk persetujuan dari Presiden.

Direktur Keuangan dan SDM KBS Muhammad Nahroni mengatakan, kerja sama ini telah memasuki tahap business to business (B2B). Akan tetapi, realisasi pengiriman komodo ke Jepang tersebut masih bergantung pada kelengkapan administrasi dan izin lintas kementerian.

“Setelah penandatanganan B2B, kami harus melengkapi dokumen RTK SDA di Jawa Timur, kemudian dilanjutkan ke Kementerian Pertanian. Selanjutnya, izin pengiriman ke luar negeri juga harus melalui persetujuan Presiden,” ujarnya usai rapat paripurna DPRD Kota Surabaya, Rabu (6/5).

Nahroni mengakui bahwa proses birokrasi yang panjang membuat pihaknya belum dapat memastikan estimasi waktu pengiriman komodo tersebut. “Karena alurnya cukup panjang, termasuk melalui Kementerian Perhubungan hingga ke Presiden, kami belum bisa memastikan kapan realisasinya,” tambahnya.

Ia menegaskan, meskipun komodo tersebut akan berada di Jepang, status kepemilikannya tetap milik Indonesia. Hal ini karena komodo merupakan satwa endemik yang dilindungi negara.

“Walaupun nanti berkembang biak di sana, seluruhnya tetap menjadi milik negara Indonesia. Kebun binatang hanya sebagai pihak yang memelihara, bukan pemilik,” jelasnya.

Lebih lanjut, Nahroni menyebut kerja sama ini tidak hanya berorientasi pada konservasi, tetapi juga bagian dari diplomasi internasional. Melalui program ini, Indonesia ingin memperkenalkan kekayaan satwa endemik kepada masyarakat global.

“Ini bagian dari diplomasi hijau. Harapannya, masyarakat internasional bisa mengenal langsung komodo, sehingga mendorong minat mereka untuk datang ke Indonesia dan melihat habitat aslinya,” ungkapnya.

Ia menambahkan, komodo memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan mancanegara, khususnya dari Jepang, China, dan Taiwan, yang menganggap satwa tersebut sebagai makhluk legendaris dan sakral.

Sementara itu, terkait rencana pengembangan ekowisata komodo di Surabaya, Nahroni menyebut pihaknya masih dalam tahap kajian internal. Realisasi proyek tersebut membutuhkan koordinasi lintas pihak serta dukungan anggaran yang tidak sedikit.

“Kami masih mempertimbangkan apakah akan memaksimalkan area di KBS atau membangun kawasan khusus. Untuk kajian eksternal, saat ini masih belum dilakukan,” tandasnya. (Andra Jatmiko)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.