Melihat konstelasi ini tidak mengherankan jika Prabowo Subianto merasa nyaman dan percaya diri ketika tampil di depan massa buruh. Pada Jumat, 1 Mei kemarin ia muncul di depan ribuan buruh yang merayakan May Day.
Oleh: Dhimam Abror Djuraid
KEMPALAN: Pengangkatan seorang menteri di Istana Negara mestinya menjadi selebrasi bagi keberhasilan seseorang menaiki tangga politik. Tapi, yang terjadi pada pelantikan menteri pada Senin 27 Maret seperti ‘’salah program’’, karena sang menteri disebutkan sebagai mantan napi.
Jumhur Hidayat boleh bangga karena dia cepat sekali melakukan penyesuaian politik. Pada pilpres 2024 dia menjadi salah satu ‘’co-captain’’ di tim pemenangan Anies Baswedan – Muhaimin Iskandar. Tapi, sekarang Jumhur dilantik menjadi menteri Lingkungan Hidup dalam kabinet Prabowo Subianto.
Adalah Rocky Gerung yang membongkar ‘’rahasia negara’’ itu. Setelah acara pelantikan, dia didaulat untuk berbicara kepada media. Pada kesempatan itulah Rocky mengatakan, ‘’Kabinet akan efektif kalau diisi mantan napi’’.
Tentu Rocky bermaksud bercanda. Dia tidak hendak membuka aib Jumhur yang pernah divonis 10 bulan karena kasus pencemaran nama baik. Apalagi publik sudah tahu bahwa Rocky dan Jumhur adalah bestie. Tapi pernyataan spontan itu seolah menjadi peluru bagi netizen untuk merujak Jumhur.
Kemunculan Rocky di Istana juga memicu tanda tanya. Apalagi Rocky terlihat akrab bercanda dengan Prabowo Subianto. Rocky juga terlihat berbicara akrab dengan Seskab Teddy Indra Wijaya, yang oleh netizen belakangan ini sering disebut sebagai ‘’Buted’’ – Ibu Teddy.
Tak bisa dimungkiri, geng Rocky sudah banyak yang masuk ke Istana. Selain Jumhur, sudah ada Ferry Juliantono yang sudah lebih dahulu masuk menjadi Menteri Koperasi. Syahganda Nainggolan yang menjadi anggota empat sekawan Bersama Jumhur, Ferry, dan Rocky, tidak (atau belum) masuk ke Istana.
Tapi, Syahganda sudah sangat dikenal kedekatannya dengan Dasco Sufmi Ahmad, wakil ketua DPR, yang dijuluki sebagai ‘’Don Dasco’’.
Mereka yang berada di inner circle Dasco sering disebut sebagai Kabinda, kawan binaan Dasco. Ada juga yang menyebutnya Adidas, anak didik Dasco. Beberapa waktu yang lalu Rocky ditanya jurnalis apakah dia termasuk Kabinda, Rocky menjawab dia Kapolda, kawan politik Dasco.
Don Dasco dikenal sebagai salah satu lingkar dalam di lingkungan Prabowo. Lingkar lainnya ialah Sjafrie Sjamsoedin, menteri pertahanan, yang menjadi confidante, orang kepercayaan Prabowo. Dua kubu ini sering tarik-menarik berebut jalur ke Prabowo.
Reshuffle kali ini juga diwarnai dengan spekulasi siapa orangnya siapa. Jumhur masuk ke kabinet disebut-sebut melalui jalur Dasco. Masa lalunya yang berada di kubu lawan politik menjadi sorotan. Statusnya sebagai Bang Napi yang diungkap Rocky juga menjadi sorotan.
Beberapa orang lainnya juga menjadi sorotan. Hasan Nasbi yang sudah dipecat diangkat lagi menjadi penasihat khusus bidang komunikasi. Abdul Kadir Karding yang September lalu dipecat karena main gaple sama tersangka pembalak hutan, diangkat lagi menjadi kepala badan karantina.
Mohammad Qodari yang baru beberapa bulan menjadi Kepala Staf Kepresidene (KSP) dicopot dan digeser menjadi kepala badan komunikasi. Selama menjadi KSP Qodari lebih sering menjadi berita di media karena kasus perceraiannya daripada kebijakannya sebagai KSP. Qodari dan Hasan Nasbi disebut-sebut sebagai ‘’Geng Solo’’.
Jumhur Hidayat belum sempat kerja, tapi sudah sibuk menangkis serangan publik netizen. Ia mengatakan bahwa vonis 10 bulan yang diterimanya tidak membuat statusnya menjadi napi.
Alasannya, undang-undang yang dipakai untuk menjeratnya sudah dibatalkan oleh Mahkamah Konstitusi (MK). Jadi, Jumhur mengaku statusnya mengambang.
Pelantikan Jumhur menjadi menteri hanya beberapa hari menjelang May Day, Hari Buruh, memunculkan spekulasi bahwa gerakan buruh sudah terkooptasi dan masuk menjadi bagian dari korporatisme negara.
Gerakan buruh di Indonesia banyak friksi dan faksi. Jumhur mewakili Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), salah satu simpul gerakan buruh yang cukup besar, sekitar 40 persen dari total kekuatan Gerakan. Ia mewakili sayap kanan yang punya afiliasi dengan kalangan Islam politik.
Simpul lain yang berpengaruh adalah Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) yang dipimpin oleh Said Iqbal. Simpul ini memilih jalur perjuangan melalui partai politik dengan membentuk Partai Buruh.
Pada pilpres 2019 Iqbal mendukung Prabowo dan punya hubungan yang dekat. Ia disebut-sebut sebagai calon menteri. Tapi sekarang disalip oleh Jumhur.
Masih ada simpul lain yang dipimpin oleh Andi Gani Nuwawea yang cukup berpengaruh. Andi sudah terlebih dahulu masuk ke lingkar kekuasaan sebagai komisaris utama BUMN Konstruksi.
Satu lagi pemimpin buruh Ilhamsyah dari Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI) yang masuk ke kekuasaan menjadi komisaris PT Pelindo.
Fenomena ini menjadi pertanyaan akan independensi gerakan buruh di Indonesia. Masuknya para pimpinan gerakan buruh ke lingkar kekuasaan membuat gerakan buruh di Indonesia menjadi jinak. Hanya tersisa sedikit gerakan buruh yang masih berada di jalur luar kekuasaan, seperti Gebrak, tapi pengaruhnya kecil.
Melihat konstelasi ini tidak mengherankan jika Prabowo Subianto merasa nyaman dan percaya diri ketika tampil di depan massa buruh. Pada Jumat, 1 Mei kemarin ia muncul di depan ribuan buruh yang merayakan May Day.
Ia melepas topi serta baju safari dan melemparkannya kepada massa, seperti pertunjukan music rock.
Jumhur bukan satu-satunya Bang Napi lingkaran Istana. Sebelumnya sudah ada Burhanudin Abdullah, mantan gubernur Bank Indonesia, yang divonis 5 tahun penjara dalam kasus korupsi aliran dana BI. Ia menjadi inisiator Danantara dan menjadi penasihat ekonomi presiden.
Demi mengamankan kekuasaannya Prabowo kelihatan enjoy saja dengan para mantan napi. Waspadalah!

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi