Kamis, 21 Mei 2026, pukul : 10:48 WIB
Surabaya
--°C

Grand Final Proliga 2026: LavAni Hancurkan Mental Bhayangkara Presisi, Mahkota Proliga 2026 Tinggal Sejengkal dari Genggaman

YOGYAKARTA-KEMPALAN: GOR Amongrogo menjadi saksi bisu keangkuhan Jakarta LavAni Livin’ Transmedia yang tampil bak predator di Leg 1 Grand Final Proliga 2026. Skuad asuhan David Lee ini sukses membungkam ambisi sang juara bertahan, Jakarta Bhayangkara Presisi, dengan skor meyakinkan 3-1 (25-22, 22-25, 25-16, 25-18), Jumat (24/4/2026) malam.

Kemenangan ini bukan sekadar angka, melainkan pesan intimidasi. Kini, LavAni hanya butuh satu pukulan pemungkas di Leg 2 untuk memaksa Bhayangkara Presisi turun takhta. Sebaliknya, bagi Rendy Tamamilang dkk, misi mempertahankan gelar kini berubah menjadi misi mustahil yang menuntut keajaiban di partai hidup-mati besok.

Hujan Smash di ‘Kandang’ Amongrogo

Pertempuran dua raksasa ini meledak sejak peluit pertama. LavAni langsung menurunkan “Senjata Nuklir” mereka: kolaborasi cerdas setter Dio Zulfikri dengan trio algojo mematikan, Taylor Sander, Georg Grozer, dan si anak ajaib Boy Arnes.

Bhayangkara Presisi sempat melawan balik melalui meriam asing mereka, Bardia Saadat dan Martin Atanasov. Namun, tembok raksasa yang dibangun Hendra Kurniawan dan Malizi di depan net terlalu kokoh untuk ditembus. Set pertama dikunci LavAni dengan skor 25-22, meninggalkan luka awal bagi skuad polisi.Sempat Goyang, Lalu MenghancurkanTensi memuncak di set kedua. Sang juara bertahan sempat menunjukkan taringnya. Nizar Zulfikar berhasil mengacak-acak ritme permainan LavAni, membuat barisan blocker Blue Force kewalahan. Bhayangkara menyamakan kedudukan 22-25.

Skor imbang 1-1, harapan sempat membuncah di kubu Reidel Toiran.Namun, harapan itu dipadamkan dengan cara yang brutal di set ketiga. Marah karena kehilangan set, Georg Grozer dkk tampil beringas. Servis-servis “peluru” Taylor Sander berulang kali menghujam jantung pertahanan Bhayangkara hingga mereka kocar-kacir. Skor telak 25-16 menjadi bukti dominasi mutlak LavAni yang tak terbantahkan.

Mental Juara yang Berbicara

Di set penentuan, Bhayangkara Presisi tampak kehilangan arah. Meski Bardia Saadat mencoba bangkit, momentum sudah sepenuhnya dirantai oleh LavAni. Unggul jauh 19-12, LavAni bermain dengan ketenangan kelas tinggi sebelum akhirnya menutup laga 25-18.

Reaksi Ruang Ganti

Asisten pelatih LavAni, Erwin Rusni, meski puas, tetap memberikan peringatan keras. “Set kedua kami melakukan kesalahan sendiri yang tidak perlu. Kami belum juara, fokus harus tetap 100 persen untuk besok,” tegasnya.

Di sisi lain, Reidel Toiran, arsitek Bhayangkara, hanya bisa mengakui keunggulan lawan setelah timnya kehilangan bensin di tengah jalan. “Kami hanya mampu mengimbangi mereka di dua set awal. Sisanya? Kami kehilangan kontrol,” ungkapnya jujur.

Nizar Zulfikar, sang kapten Bhayangkara, mencoba tetap tegar menghadapi kenyataan pahit ini. “Kekalahan ini sudah selesai. Besok adalah perang baru. Kami akan berikan segalanya,” pungkasnya.

Akankah LavAni berpesta pora besok malam, ataukah Bhayangkara mampu menciptakan sejarah dengan comeback paling epik sepanjang sejarah Proliga?

JADWAL PENENTUAN (Leg 2) –

Sabtu, 25 April 2026:15.00 WIB: Jakarta Pertamina Enduro vs Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia (Putri)19.00 WIB: Jakarta LavAni Livin’ Transmedia vs Jakarta Bhayangkara Presisi (Putra)(Ambari Taufiq/M Fasichullisan).

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.