Selasa, 12 Mei 2026, pukul : 10:49 WIB
Surabaya
--°C

Membaca Tren dan Konstelasi Global Melalui Multi-Lensa 7 Dimensi (Bag-1)

Dari sini tampak jelas bahwa tulang punggung dan pilar paling vital dari Sistem Globalisasi Ini adalah: Sistem Keuangan Internasional yang bertumpu pada mata uang dolar AS sebagai tolok-ukur di seluruh dunia.

Oleh: Hendrajit

KEMPALAN: Sejak berakhirnya Perang Dingin yang bertumpu pada polarisasi dua kutub (AS-Eropa Barat-Jepang) vs China-Rusia, muncullah Sistem Internasional Baru, yaitu Globalisasi.

Dalam Sistem Globalisasi, ada dua paradoks yang sialnya berjalan seiring padahal secara ekstrem berbeda tajam. Di satu sisi, memicu munculnya pengkutuban tunggal (Unipolaritas) yang dipimpin oleh Amerika Serikat sebagai konsekwensi strategis runtuhnya Uni Soviet pada 1991 yang sejak 1917 merupakan negara adikuasa tandingan terhadap hegemoni AS dan blok Barat.

Sehingga dalam Drama Pasca Perang Dingin ditandai oleh karakteristik konflik yang berbeda dibandingkan semasa Perang Dingin.

Di satu sisi, muncul Sistem Internasional Baru yang bernama Globalisasi yang menuntut dan memaksa adanya penyeragaman dan homogenisasi di seluruh dunia (homogenisasi): Kapitalisme berbasis Konglomerasi Multinasional dan Sistem Ekonomi Neoliberalisme berbasis Pasar Bebas yang meniadakan dan mengabaikan peran negara.

Berarti, sejak berakhirnya Perang Dingin (1991), Globalisasi bukan saja harus kita pandang sebagai Sistem Internasional Baru pengganti dari Sistem Perang Dingin, tapi juga sebagai bingkai dalam menganalisis masalah-masalah internasional.

Dengan itu, Globalisasi sejatinya merupakan sebuah kendaraan besar bermuatan ideologi, agenda, dan skema (rencana induk) untuk menciptakan pengkutuban tunggal di bawah kendali pengaruh AS dan Eropa Barat sebagai pemenang baru di era Pasca Perang Dingin.

Maka di sinilah perlunya kita hati-hati dengan istilah Globalisasi. Sebab wataknya yang ditandai oleh frase kata “Tembok” dan “Dinding”, pada era Perang Dingin, di era Pasca Perang Dingin dalam wataknya yang ditandai oleh frase kata “Lintas Negara” dan “Borderless Nation atau tanpa batas-batas geografis antar-negara”, maka Globalisasi dapat kita gambarkan sebagai Jaringan (Web).

Jadi kalau pada era Perang Dingin dibangun oleh Dinding dan Tembok, pada era Pasca Perang Dingin dicirikan oleh Integrasi dan Jaringan.

Dengan begitu, tampak jelas watak ideologis dan ambisi geopolitik dari kekautan-kekuatan global di balik frase kata Globalisasi tersebut: Memaksakan Integrasi negara-negara dan komunitas internasional dari seluruh dunia dalam bidang politik, keamanan nasional, perdagangan, kebudayaan, keuangan, lingkungan hidup, dan teknologi.

Inilah benih-benih tumbuhnya Skema Penjajahan Gaya Baru dengan mendaya-gunakan sarana-sarana nir militer untuk mencapai tujuan strategisnya: Menginternasionalisasikan/mengekspor Sistem Ekonomi Neoliberalisme.

Tren Global tersebut semakin menemukan formatnya yang paling canggih pada akhir 1970an dan awal 1980an, seturut terpilihnya Margareth Thatcher sebagai perdana menteri Inggris dan Presiden Ronald Reagan sebagai Presiden AS.

Apa Ide dan Kekuatan Yang Mengendalikan Di Globalisasi?

Membiarkan Kapitalisme Pasar Bebas menyebar secara bebas tanpa kendali dan berkuasa secara mondial bukan saja di bidang ekonomi-perdagangan melainkan juga mempengaruhi dimensi politik, keuangan, keamanan nasional, lingkungan hidup dan teknologi. 

Inilah kondisi sosial geografis Pasca Perang Dingin yang harus kita jadikan rangka analisis awal dalam membaca konstelasi dan tren internasional. Di Lemhanas kerap disebut Panca Gatra (Ideologi, Politik-Ekonomi, Sosial-Budaya, dan Pertahanan-Keamanan).

Wujud nyata dari Homogenisasi Global dalam bidang Politik Ekonomi adalah Konsensus Washington yang mengharuskan semua negara menganut model ekonomi Neoliberalisme yang disebut Structural Adjustment Program (SAP): Liberalisasi Sistem Keuangan, Perbankan dan Perdagangan; Privatisasi/ Swastanisasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Pencabutan Subsidi dalam sektor-sektor yang pro rakyat seperti Pendidikan, Pelayanan Masyarakat/Public Service dan Kesehatan.

Dari sini tampak jelas bahwa tulang punggung dan pilar paling vital dari Sistem Globalisasi Ini adalah: Sistem Keuangan Internasional yang bertumpu pada mata uang dolar AS sebagai tolok-ukur di seluruh dunia.

Selama Sistem Keuangan Internasional baik-baik dan sehat-sehat saja, aman.

Namun begitu mengalami guncangan seperti yang terjadi seturut serangan AS-Israel ke Iran, maka tatanan internasional baru pasca Perang Dingin bisa turut terguncang juga. (Bersambung Bag-2)

Catatan disampaikan pada pelatihan mahasiswa dari 8 kota 12 April 2026. Pukul 13-15.30. Di Kiara Payung Camp, Jatinangor, Sumedang.

*) Hendrajit, Direktur Eksekutif Global Future Institute

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.