SOLO – KEMPALAN: GOR Sritex Arena menjadi saksi bisu pergeseran kekuasaan di takhta Proliga 2026. Dalam duel bertajuk The Dream Team, Jakarta LavAni Livin’ Transmedia sukses menggulingkan juara bertahan Jakarta Bhayangkara Presisi dengan skor meyakinkan 3-1 (26-24, 25-21, 22-25, 25-20), Kamis (9/4) malam.
Kemenangan dramatis ini tidak hanya memastikan LavAni sebagai penguasa putaran pertama Final Four, tetapi juga seolah menahbiskan sebagai pemilik baru “Mahkota Seri Solo Hadiningrat”. Atas prestasi ini, Dio Zulfikri dkk berhak membawa pulang hadiah uang pembinaan sebesar Rp 60 juta.
Sinyal Bahaya dari Sang “Grozer-nator”
Meski baru bergabung, legiun asing Georg Grozer mulai menunjukkan taringnya sebagai monster lapangan depan. Walaupun asisten pelatih Erwin Rusni menyebut Grozer baru mengeluarkan 60% kemampuannya, performa “setengah tenaga” tersebut sudah cukup untuk mengacak-acak tembok pertahanan Bhayangkara Presisi.
“Ia belum adaptasi sepenuhnya, Grozer masih tampil 60 persen,” ujar Erwin merendah, memberi sinyal ngeri bagi lawan-lawan LavAni di Grand Final mendatang.
Jalannya Laga: Drama Poin Kritis

Pertandingan dimulai dengan intensitas tinggi. Bhayangkara Presisi yang dipimpin Nizar Zulfikar sempat memegang kendali hingga unggul 10-7. Namun, keajaiban tangan dingin Dio Zulfikri dalam mengatur serangan balik lewat Boy Arnes dan Hendra Kurniawan berhasil membalikkan keadaan. Puncaknya, ketenangan LavAni di masa deuce menutup set pertama dengan skor tipis 26-24.
Memasuki set kedua, tensi tidak mengendur. Skor kembar terus menghiasi papan skor hingga 9-9. Namun, sebuah smes menggelegar dari Georg Grozer yang gagal dibendung menjadi titik balik yang memastikan kemenangan 25-21 bagi LavAni.
Bhayangkara Presisi sempat memberi perlawanan sengit di set ketiga. Instruksi pelatih Reidel Toiran membuahkan hasil lewat koordinasi solid Abhinaya dan Gumilar, membuat mereka mencuri set ini dengan skor 25-22.
Namun, LavAni menolak untuk bermain lima set. Di set keempat, saat kedudukan genting 18-18, mental juara LavAni berbicara. Memanfaatkan kesalahan-kesalahan kecil dari Martin Atanasov dkk, LavAni melesat dan menutup laga dengan skor 25-20.
Evaluasi Sang Juara Bertahan

Usai laga, Reidel Toiran dengan sportif mengakui keunggulan lawan. “Kami bermain bagus sebenarnya, tapi tidak beruntung hari ini. Kami akan tetap melakukan evaluasi dan mencoba terus rotasi posisi,” tegas Toiran.
Senada dengan sang pelatih, bintang Bhayangkara Presisi, Rendy Tamamilang, mengakui dominasi lawan. “Saya akui LavAni bermain lebih bagus hari ini,” cetusnya singkat.
Kemenangan ini membawa pesan jelas: LavAni kini berada di jalur tercepat menuju Grand Final. Setelah menggulingkan “Raja” Bhayangkara di Solo, kini publik menanti apakah dominasi ini akan berlanjut hingga mahkota juara umum benar-benar mereka kenakan.
Jadwal Jumat (10/4/2026):
16.00 WIB: Jakarta Electric PLN Mobile vs Jakarta Popsivo Polwan (Putri)
19.00 WIB: Jakarta Garuda Jaya vs Surabaya Samator (Putra)
(Ambari Taufiq / M Fasichullisan)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi