Sabtu, 18 April 2026, pukul : 23:24 WIB
Surabaya
--°C

Liqo Syawal dan Diskusi Tokoh Jawa Timur Bahas Problematika Umat Pasca-Ramadhan

SURABAYA-KEMPALAN:-Liqo Syawal dan Diskusi Tokoh Jawa Timur mengambil tema Revitalisasi Islam, Menghantar Umat pada Kejayaan berlangsung pada Minggu 5 April 2026 di Kota Surabaya, Jatim. Pasca ramadhan umat menghadapi realitas yang menuntut peran strategis para tokoh. Forum ini menjadi ruang silaturahim, konsolidasi, pemikiran dan perumusan langkah nyata untuk kebangkitan umat. Satu langkah menuju majelis penuh makna, silaturahim, dan peradaban.

Setelah dimulai dengan Tilawatil Quran oleh Ustadz Ahmad Yusuf, Ustadz Wawan Gozali mengungkapkan problematika umat pasca-ramadhan.

“Kita memasuki bulan Syawal pasca kita digembleng di bulan ramadhan, kita kembali pada aktivitas sehari hari sementara masyarakat bergelut untuk bisa menjalani hidup di masa mendatang,” ujar Ustadz Wawan, Minggu 5 April 2026.

“Realita kaum muslim di dalam dan luar negeri begitu banyak problem yang menyapa. Korupsi, kriminalitas, pembunuhan tentu ini sesuatu yang miris di tengah negeri kita yang berlimpah. Seperti kata pepatah kita ini seperti tikus mati di lumbung padi. Jangan sampai kita menjadi lupa terhadap persoalan kaum muslimin. Begitu pula konflik di Timur Tengah bahkan undang undang terbaru parlemen Israel menyetujui pembunuhan warga Palestina. Sementara kaum muslimin sibuk dengan agendanya masing masing. Padahal kita ini saudara satu umat. Padahal Islam memberi solusi bagi setiap masalah,” ungkap Ustadz Wawan.

Sementara KH Muhammad Asrori Muzakki membahas tentang Mabda Islam: Kesadaran yang Telah Hilang dari Umat.

“Di majelis ini kita memikirkan umat. Umat Islam disuruh berlomba lomba untuk melakukan amalan Islam terbaik, zakat, puasa, salat dan lainnya. Namun kondisi umat secara realitas untuk kalangan bawah, umat menghadapi bergulat dengan kesulitan kehidupan. Bagaimana sulitnya bekerja, bagaimana bayar utang. Sedangkan kalangan menengah dan atas berkutat untuk mencapai capaian materi dan personal,” ujar KH Asrori.  

“Belum lagi pergolakan global seperti peperangan Iran, Israel, Amerika. Indonesia dengan ketidaktahuannya menjadi bagian yang menyerang Iran melalui Board of Peace.  Perubahan yang baik dan benar hanya dalam Islam, karena Islam itu sempurna. Semua perintah dan larangan-Nya itu sudah dijelaskan. Bagaimana manusia bisa memenuhi fitrahnya melalui aturan dari Allah Swt,” ujar KH Asrori.  

Sedangkan Ustadz Sholahuddin Fatih membawakan tema Upaya Perubahan Menghantar Umat kepada Kejayaan Islam.

“Perubahan itu sesuatu yang keniscayaan kalau kita perhatikan kondisi sekarang. Meskipun tidak semua setuju. Ada narasi bahwa Indonesia tidak butuh narasi perubahan. Yang ada sudah bagus, tinggal dilanjutkan saja,” pungkas Ustadz Sholahuddin Fatih. (*)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.