TULUNGAGUNG –KEMPALAN: Peta kekuatan olahraga woodball nasional dipastikan bakal terpusat di Tulungagung pada 3-5 April 2026. Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) IWbA Jawa Timur tahun ini bukan sekadar turnamen rutin, melainkan menjadi arena “perang bintang” menyusul kepastian tampilnya deretan atlet elit nasional di kelas-kelas baru yang menantang.
Kehadiran para pilar tim nasional yang telah mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional menjadi magnet utama sekaligus ujian nyali bagi atlet daerah. Nama-nama besar seperti I Putu Ari Kuncoro (Peraih Perak Team Stroke Putra) dan Ailen Christabel Melati Putri (Peraih Perak Team Stroke Putri) dipastikan turun ke lapangan hijau Tulungagung.
Tak ketinggalan, spesialis nomor fairway kebanggaan Indonesia, Albertus Nathan Yusanto (Peraih Perak Team Fairway Putra) dan Nur’Izza Nova Mindayati (Peraih Perak Team Fairway Putri), juga siap memanaskan persaingan. Kehadiran kuartet peraih medali perak nasional ini menjadi standar tinggi yang harus dihadapi oleh para peserta lainnya.
Misi Transformasi Woodball Jatim

Event bergengsi ini mencatatkan partisipasi mutlak 100 persen dari seluruh Pengurus Kabupaten (Pengkab) dan Pengurus Kota (Pengkot) IWbA di Jawa Timur. Ketua IWbA Jawa Timur, M. Ali Kuncoro, menegaskan bahwa Kejurprov kali ini mengemban misi besar melampaui raihan medali.
“Kejurprov ini adalah laboratorium kami. Dengan hadirnya atlet sekelas Putu Ari, Ailen, Nathan, dan Nova, kami ingin memberikan pengalaman bertanding level tinggi bagi para junior. Ini bukan sekadar kompetisi, tapi ajang pemetaan kualitas untuk persiapan ajang nasional maupun internasional ke depan,” ujar Ali Kuncoro.
Empat Pilar Strategis dan Output Jangka Panjang

Dalam keterangannya, Ali Kuncoro merinci empat tujuan utama penyelenggaraan Kejurprov 2026:
- Identifikasi Potensi: Menemukan bibit unggul dari daerah yang selama ini belum terpantau maksimal.
- Kualitas Kompetisi: Menyediakan jam terbang resmi guna mengasah mentalitas juara atlet.
- Seleksi Nasional: Memetakan atlet terbaik yang akan diproyeksikan mewakili Jawa Timur di level nasional.
- Strukturisasi Organisasi: Memperkuat sinergi antar pengurus daerah agar pembinaan berjalan sistematis.
Langkah IWbA Jatim tergolong progresif dengan target output konkret berupa database atlet berbasis hasil pertandingan yang akurat sebagai rapor digital pembinaan lanjutan.
“Kami ingin regenerasi tidak putus. Kami ingin menciptakan standar penyelenggaraan kompetisi yang setara dengan level nasional di setiap daerah,” tegas Ali.
Dengan partisipasi penuh dari seluruh anggota IWbA se-Jatim dan kawalan para atlet nasional, Tulungagung diprediksi akan menjadi saksi lahirnya sejarah baru. Kejurprov 2026 bukan hanya soal siapa yang mengangkat piala di podium, melainkan tentang bagaimana Jawa Timur mempertegas dominasinya sebagai lumbung atlet woodball terbaik di Indonesia. (Ambar Taufiq/ M Fasichullisan)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi