Jumat, 22 Mei 2026, pukul : 16:42 WIB
Surabaya
--°C

Squash Jatim Bidik Emas PON 2028: Infrastruktur Berstandar Internasional dan “Target Sapu Bersih” Jadi Prioritas


SURABAYA –KEMPALAN:  Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Squash Indonesia (PSI) Jawa Timur langsung tancap gas menyusun proyeksi jangka panjang menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII 2028. Kepastian squash sebagai cabor resmi di Olimpiade Los Angeles 2028 menjadi “angin segar” yang mengunci posisi cabor ini untuk dipertandingkan di ajang olahraga terbesar nasional tersebut.

Ketua PSI Jawa Timur, Syaiful Ma’arif, menegaskan bahwa kepastian ini didapat pasca audiensi strategis dengan KONI Pusat. Status squash yang kini menjadi cabor Olimpiade menggugurkan keraguan mengenai eksistensinya di panggung PON mendatang.

“Alhamdulillah, hasil audiensi dengan KONI Pusat memastikan squash resmi dipertandingkan di PON XXII 2028. Ini adalah momentum kebangkitan. Kami tidak ingin sekadar berpartisipasi, tapi mendominasi,” tegas Syaiful saat ditemui di Gedung KONI Jawa Timur, Selasa (31/3/2026).

BACA JUGA  Kabarnya Oligarki Tiap Minggu Bertemu di Singapura, Muslim Arbi: Prabowo Bisa Digoyang

Memutus Rantai Keterbatasan Infrastruktur

Salah satu poin krusial yang menjadi sorotan adalah revolusi infrastruktur. Selama ini, minimnya lapangan standar internasional di Jawa Timur menjadi tantangan klasik. Menjawab hal itu, PSI Jatim melakukan langkah progresif dengan menggandeng Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

Kolaborasi dengan Rektor Unesa, Prof. Nurhasan, diproyeksikan akan melahirkan pusat pelatihan squash terpadu. “Fasilitas adalah kunci. Dengan dukungan Unesa, kita akan memiliki pusat pembinaan yang representatif. Atlet tidak boleh lagi terkendala tempat latihan jika ingin bicara prestasi dunia,” tambah Syaiful.

Regenerasi dan Misi “Sapu BersihPasca kesuksesan membawa pulang dua medali perak pada PON XXI 2024 di Aceh-Sumut, PSI Jatim kini mengincar target yang lebih tinggi. Program regenerasi atlet (pencarian bibit unggul) akan dilakukan secara masif melalui berbagai kejuaraan daerah dalam waktu dekat.

BACA JUGA  Perkuat Kelembagaan, BPBD Jatim Gandeng FPRB

Ketua KONI Jawa Timur, Muhammad Nabil, memberikan instruksi khusus agar PSI Jatim melakukan pemetaan kekuatan lawan sejak dini. Ia mendorong Jatim untuk tidak hanya mengirim atlet, tetapi menguasai seluruh nomor pertandingan yang tersedia.

“Waktu menuju 2028 masih panjang, tapi persiapannya harus dimulai detik ini. Jika ada tujuh nomor pertandingan, Jatim harus siap di ketujuh nomor tersebut. Saya minta tim pelatih segera melakukan scouting dan penyusunan program periodisasi yang matang,” pungkas Nabil.

Dengan integrasi antara dukungan kampus (akademisi), infrastruktur modern, dan manajemen atlet yang profesional, Jawa Timur optimis mampu menggeser dominasi provinsi lain dan merebut takhta juara umum squash di PON 2028 mendatang.(Ambari Taufiq/M Fasichullisan)


forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.