Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.
SURABAYA-KEMPALAN: Pemkot Surabaya telah melakukan berbagai upaya penanganan banjir dan genangan di Kota Pahlawan. Mulai dari pembangunan rumah pompa hingga membuat drainase saluran dan sodetan baru untuk memperlancar aliran air.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengungkapkan penanganan banjir tidak hanya menggunakan rumah pompa dan saluran saja. Akan tetapi, pemkot melalui Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya juga mengkoneksikan saluran air di perkampungan hingga ke saluran yang lebih besar menuju rumah pompa.
“Saluran yang ada kita koneksikan setelah itu baru dimasukkan ke rumah pompa dan dibuang ke laut. Ini lah yang kita lakukan, koneksi-koneksi itu,” kata Wali Kota Eri di ruang kerjanya, Kamis (2/4).
Wali Kota Surabaya yang akrab disapa Cak Eri Cahyadi itu mengungkapkan, meski demikian penanganan banjir di Kota Pahlawan tidak lepas dari kendala teknis di lapangan. Salah satu kendala yang dialami saat ini adalah mahalnya biaya operasional rumah pompa.

Salah satu rumah pompa yang diandalkan untuk menekan banjir di Kota Surabaya.
“Makanya kami akan berkoordinasi dengan PLN, bisa nggak sih kalau ini (rumah pompa) untuk fasilitas umum bisa dikurangi biayanya. Kan ini tujuannya untuk pelayanan publik pemerintah, bukan untuk kepentingan satu dua orang. Makanya, kami juga ajukan ke kementerian,” kata Cak Eri.
Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa pemkot juga akan menggarap pembangunan rumah pompa di kawasan Simo Kalangan dan Tanjungsari. Tidak hanya membangun rumah pompa, pemkot juga mengembalikan fungsi saluran air di kawasan Kalianak.
Menurut Cak Eri, pengembalian fungsi saluran ini penting dilakukan karena sungai di kawasan Kalianak kondisinya menyempit. Dahulunya, lanjut dia, sungai Kalianak memiliki lebar 30 meter, karena tertutup pemukiman padat penduduk, akhirnya menyempit menjadi 50 sentimeter.
Oleh sebab itu, ia telah meminta kepada jajarannya untuk menertibkan kawasan tersebut untuk mengembalikan fungsi saluran air yang menyempit. Tidak hanya itu, ia juga meminta pengertian warga sekitar untuk saling memahami kondisi tersebut.
“Maka di sini perlu dilakukan gerakan bersama masyarakat, saling memahami, tidak menunjukkan siapa yang kuat, tapi kita saling memahami. Jadi, meskipun sebelumnya ada penolakan, ya kita jelaskan, jadi selain membuat rumah pompa kami juga mengembalikan fungsi saluran air,” pungkas Cak Eri. (Dwi Arifin)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi