Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.
SURABAYA-KEMPALAN: Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan komitmen Pemerintah Kota Surabaya dalam menyediakan hunian layak sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi generasi muda melalui berbagai program strategis. Hal tersebut disampaikan usai menghadiri rapat paripurna di Gedung DPRD Kota Surabaya, Senin (30/3).
Dalam keterangannya usai rapat paripurna, Eri menegaskan bahwa salah satu poin utama perda ini adalah pembangunan rumah susun milik (rusunami). Berbeda dengan rumah susun sewa (rusunawa), rusunami memberikan hak kepemilikan kepada warga, layaknya apartemen.
“Kalau rusunawa itu disiapkan pemerintah untuk dihuni dan dirawat. Tapi kalau rusunami, ini kepemilikan. Harapannya, anak-anak muda yang baru menikah sudah bisa punya hunian sendiri,” ujarnya.
Pemkot Surabaya merencanakan pembangunan rusunami di kawasan Tambak Wedi dan Sememi mulai 2026, dengan target operasional pada 2027. Soal harga, Eri memastikan akan mengacu pada ketentuan yang telah ditetapkan bersama pemerintah pusat agar tetap terjangkau.
Penataan Lingkungan dan Aturan Rumah Kos
Eri Cahyadi juga menyoroti pentingnya menciptakan lingkungan yang aman dan layak, terutama bagi anak-anak. Salah satu aspek yang diatur adalah perbedaan antara rumah kos dan kos-kosan.
Eri menjelaskan, rumah kos harus memiliki pengelolaan yang jelas, seperti adanya pemilik atau keluarga yang tinggal di lokasi, serta pemisahan penghuni laki-laki dan perempuan. Sebaliknya, kos-kosan yang beroperasi seperti penginapan harian tanpa aturan dinilai berpotensi merusak tatanan lingkungan.
“Kalau sudah seperti hotel harian dan campur, itu bisa berdampak tidak baik bagi lingkungan sekitar,” tegasnya.
Dorong Ekonomi Gen Z Lewat Bantuan Usaha
Selain sektor hunian, Pemkot Surabaya juga menggulirkan program pemberdayaan ekonomi bagi generasi muda. Melalui skema bantuan sebesar Rp5 juta, anak-anak Gen Z didorong untuk mengembangkan usaha mandiri.
Namun, bantuan ini tidak bisa digunakan sembarangan. Eri menekankan bahwa dana harus diajukan melalui proposal dan digunakan untuk kegiatan produktif, bukan kepanitiaan. Tujuannya untuk menekan pengangguran dan ekonomi terus bergerak.
“Tujuannya agar mereka bisa berwirausaha dan menggerakkan ekonomi. Jadi ada dampak langsung untuk menekan pengangguran dan kemiskinan,” jelasnya.
Program ini juga terintegrasi dengan sektor Horeka (hotel, restoran, dan kafe), sehingga produk atau jasa yang dihasilkan dapat langsung terserap pasar.
Selain itu, Pemkot Surabaya turut mendukung pengembangan Koperasi Merah Putih sebagai bagian dari penguatan ekonomi berbasis komunitas. Beberapa lokasi telah disiapkan oleh pemerintah kota, sementara pembangunan fisik dilakukan oleh TNI.
“Sudah ada yang diresmikan. Kita siapkan lahannya (ada 3 lokasi), dan nanti operasionalnya akan terus dikembangkan,” kata Eri.
Ke depan, koperasi ini juga akan didukung dengan fasilitas operasional seperti kendaraan distribusi untuk menunjang aktivitas ekonomi.
Sedang terkait wacana Work From Anywhere (WFA), Pemkot Surabaya masih menunggu arahan dari pemerintah pusat. Namun, konsep kerja fleksibel sebenarnya telah lama diterapkan melalui pelayanan di balai RW.
“Pegawai itu sebenarnya sudah bekerja di tengah masyarakat, bukan hanya di kantor, clntohnya di lingkungan balai RW” ujarnya.
Sebagai bagian dari upaya efisiensi, Pemkot juga berencana menerapkan kebijakan penggunaan transportasi umum bagi ASN pada hari tertentu guna mengurangi konsumsi bahan bakar.
Kolaborasi untuk Kesejahteraan Warga
Eri menegaskan bahwa keberhasilan berbagai program ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemkot dan DPRD. Ia mencontohkan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) pada 2025, serta penurunan angka kemiskinan dan pengangguran sebagai indikator nyata.
Dengan hadirnya Perda Hunian Layak, dan program kesejahteraan strategis Pemkot Surabaya optimistis kualitas hidup masyarakat akan semakin meningkat, baik dari sisi tempat tinggal, lingkungan, hingga peluang ekonomi.
“Ini kerja bersama. Harapannya, kesejahteraan warga Surabaya bisa terus meningkat,” pungkasnya. (Andra Jatmiko)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi