Sachs mendorong negara-negara Asia untuk memperkuat mekanisme regional sebagai benteng melawan hegemoni unipolar. “Kita tidak bisa menderita Perang Dingin lain,” katanya.
Oleh: Shohibul Anshor Siregar
KEMPALAN: “AS tidak menawarkan perlindungan nyata,” katanya, “sebaliknya, ia mengatur pemerasan terselubung, mengekstrak konsesi dari negara-negara di mana pun pengaruh AS berada.”
Ini adalah biaya berlangganan atas kesetiaan diplomatik yang harus dibayar oleh negara-negara protektorat.
Kedaulatan bukan lagi hak kodrati yang melekat pada keberadaan suatu bangsa, melainkan komoditas yang diperjualbelikan di pasar gelap diplomasi.
Negara-negara kecil yang menjadi tuan rumah pangkalan militer asing membayar dengan suara mereka di forum internasional; negara-negara yang lebih besar membayar dengan konsesi-konsesi lain yang tidak kalah mahalnya.
Pangkalan militer juga berfungsi sebagai kantor pusat bagi operasi intelijen yang memantau elit politik lokal guna memastikan mereka tetap berada dalam jalur yang diinginkan.
Ini adalah bentuk baru dari imperium informal, kontrol tanpa birokrasi kolonial, cukup dengan agen intelijen yang beroperasi di bawah perlindungan SOFA yang memberi mereka kekebalan hukum penuh.
Dari perspektif sejarah hukum internasional, dekolonisasi yang belum selesai menuntut dunia melakukan arkeologi terhadap Piagam PBB yang sarat dengan genetika kolonial.
Struktur Dewan Keamanan dengan hak vetonya adalah manifestasi nyata dari keadilan pemenang perang yang dirancang untuk mengamankan zona pengaruh mereka.
Pasal-pasal mengenai larangan penggunaan kekerasan dan hak pembelaan diri kini telah mengalami pembusukan semantik demi melegitimasi agresi unilateral.
Sachs mengingatkan bahwa setelah Perang Dunia I, Liga Bangsa-Bangsa dibentuk untuk mengakhiri tragedi perang melalui hukum internasional, namun gagal.
PBB lahir sebagai upaya besar kedua. “Dalam kata-kata Piagam,” katanya, “PBB diciptakan ‘untuk menyelamatkan generasi mendatang dari momok perang.’ Mengingat kita berada di era nuklir, kegagalan tak boleh terulang. Umat manusia akan binasa. Tidak akan ada kesempatan ketiga.”
Secara forensik sejarah, tidak ada perbedaan substansial antara benteng-benteng VOC di masa lalu dengan pangkalan militer modern. Keduanya mempunyai fungsi identik, yaitu: mengontrol jalur perdagangan, mengintervensi politik lokal, dan memproyeksikan kekuatan.
Perbedaannya hanya pada kemasan legal yang lebih canggih. Jika VOC menggunakan octrooi dari Parlemen Belanda, pangkalan militer modern menggunakan SOFA yang menghilangkan yurisdiksi negara tuan rumah.
Di dalam perimeter pangkalan, hukum negara tuan rumah tidak berlaku; yang berlaku adalah hukum negara pemilik pangkalan. Ini adalah ekstra-teritorialitas dalam bentuknya yang paling murni.
Keberanian Rusia dan China untuk berkata tidak terhadap unilateralisme Amerika Serikat di podium PBB menunjukkan bahwa kemandirian infrastruktur pertahanan adalah prasyarat mutlak bagi keberanian diplomatik.
Kedua negara ini memiliki kedaulatan utuh karena tak memiliki satu pun personel militer asing di tanah mereka dan memiliki sistem teknologi pertahanan mandiri.
Mereka tidak bergantung pada negara lain untuk suku cadang pesawat tempur atau amunisi.
Mereka tidak perlu khawatir bahwa perbedaan pendapat dalam pemungutan suara PBB akan mengakibatkan pembekuan aset di luar negeri.
Inilah kebebasan yang hanya bisa dinikmati oleh negara-negara yang benar-benar merdeka secara pertahanan.
Sachs mendorong negara-negara Asia untuk memperkuat mekanisme regional sebagai benteng melawan hegemoni unipolar. “Kita tidak bisa menderita Perang Dingin lain,” katanya.
“Kita harus mengarahkan perhatian kita pada kerja sama, dan intinya, menurut saya, adalah wilayah perlu bekerja sama satu sama lain.”
Ia menekankan pentingnya integrasi regional dengan menjadikan Uni Eropa sebagai model, seraya menyebut ASEAN dan SAARC sebagai kerangka yang perlu diperkuat. (Bersambung Bag-3)
*) Shohibul Anshor Siregar, Koordinator Umum Pengembangan Basis Sosial Inisiatif & Swadaya (’nBASIS)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi