Jumat, 17 April 2026, pukul : 19:11 WIB
Surabaya
--°C

Langkah Berani PBVSI: Bidik 4 Pemain Brasil Demi Akselerasi Prestasi Voli Indonesia

JAKARTA –KEMPALAN : Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PP PBVSI) secara resmi memulai langkah strategis untuk memperkuat struktur tim nasional dalam jangka panjang. Induk organisasi voli tanah air tersebut tengah memproses naturalisasi empat atlet muda berbakat asal Brasil sebagai bagian dari peta jalan (roadmap) menuju Olimpiade Brisbane 2032.
Ketua Umum PP PBVSI, Imam Sudjarwo, mengungkapkan bahwa program ini dirancang untuk menciptakan kedalaman skuat yang kompetitif di kancah internasional. Saat ini, federasi sedang merampungkan kelengkapan dokumen administratif sebelum dipresentasikan kepada pemerintah.
“Kami memproyeksikan empat atlet, terdiri dari dua putra dan dua putri. Saat ini proses administrasi sedang berjalan, dan dalam waktu dekat saya akan bertemu Menpora untuk mendiskusikan langkah ini lebih lanjut,” ujar Imam Sudjarwo di Jakarta, Minggu (15/3/2026).
Akselerasi Prestasi dan Transfer Ilmu
Paska-Lebaran, PBVSI dijadwalkan melakukan audiensi khusus dengan Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir. Imam menjelaskan bahwa dukungan pemerintah sangat krusial, mengingat proses ini nantinya akan melibatkan pertimbangan di DPR RI untuk mendapatkan persetujuan sesuai regulasi kewarganegaraan.
Imam menegaskan, kebijakan naturalisasi ini bukan sekadar solusi instan untuk turnamen jangka pendek, melainkan investasi strategis. Fokus utamanya adalah memastikan Indonesia memiliki tim yang matang saat memasuki kualifikasi Olimpiade Brisbane 2032.
“Kenapa harus naturalisasi? Kita memiliki visi besar menuju Olimpiade 2032. Selain memperkuat komposisi tim, kehadiran mereka diharapkan menjadi stimulus dan motivasi bagi atlet lokal untuk meningkatkan standar permainan mereka,” tuturnya.
Investasi di Usia Emas
Berbeda dengan pola naturalisasi pada umumnya, PBVSI secara spesifik membidik atlet berusia muda, yakni di kisaran 17 tahun. Pemilihan usia ini didasarkan pada pertimbangan masa pengembangan yang lebih panjang dan potensi mencapai performa puncak (peak performance) pada tahun 2032.
“Kami mencari bakat muda dari Brasil yang berusia sekitar 17 tahun. Dengan usia tersebut, mereka memiliki waktu yang cukup untuk beradaptasi dan berkembang bersama sistem kepelatihan kita untuk jangka panjang,” tambah Imam.
Menjaga Keseimbangan Pembinaan Lokal
Meski mendatangkan talenta asing, PBVSI menjamin bahwa kebijakan ini tidak akan menggerus porsi atlet lokal. Pembinaan akar rumput tetap menjadi prioritas utama melalui program-program seperti Jakarta Garuda Jaya yang fokus pada pengembangan pemain junior di level internasional.
Imam menegaskan akan ada rasio yang terukur antara pemain naturalisasi dan pemain nasional guna menjaga ekosistem kompetisi domestik tetap sehat.
“Kami tidak ingin mematikan karier atlet nasional. Naturalisasi dilakukan secara terbatas dan terukur. Fondasi utama tim nasional tetaplah putra-putri terbaik bangsa,” tegasnya.
Sebagai bagian dari paket pengembangan ini, PBVSI juga berencana mendatangkan tenaga ahli kepelatihan dari Brasil untuk memoles skuat putra Indonesia guna menghadapi tantangan kalender internasional tahun ini.( Ambari Taufiq/M Fasichullisan)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.