Hadits ini menunjukkan keutamaan bangsa Persia dalam keilmuan agama Islam (terutama tafsir, hadits, fikih) dan keteguhan iman, di mana mereka akan dapat menguasai ilmu agama, bahkan yang paling sulit sekalipun.
Oleh: Sutoyo Abadi
KEMPALAN: Nubuwwah adalah konsep kenabian, merujuk pada anugerah ilahi berupa wahyu yang diberikan Allah kepada hamba pilihan-Nya (Nabi/Rasul) untuk menyampaikan petunjuk syariat kepada umat manusia.
Hadis adalah segala perkataan (sabda), perbuatan, ketetapan (taqrir), dan persetujuan Nabi Muhammad SAW yang dijadikan landasan hukum Islam setelah Al-Qur’an.
Dalam bentuk perkataan (sabda) Rasulullah Saw seperti termuat dalam nash (teks) hadits sahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim telah disinggung tentang peran bangsa Persia yang berasal dari wilayah yang kini menjadi Negara Iran, khususnya terkait imam dan kecerdasannya dalam ilmu pengetahuan.
Termuat dalam Shahih Bukhari dan Muslim, diriwayatkan hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu:
Kami sedang duduk bersama Nabi Saw, lalu turun Surah “Al – Jumu’ah : 3 kepada Beliau. Ketika membaca ayat “… dan (juga) kepada orang-orang lain di antara mereka yang belum berhubungan dengan mereka..”.
Seorang sahabat bernama bertanya, “siapakah mereka, wahai Rasulallah. Nabi menjawab, di antara kami ada Salman Al Farisi (orang Persia) kemudian Nabi meletakkan tangannya di atas Salman, untuk menunjukkan bahwa individu dari bangsa Persia akan menjadi pembela dan penyebar Islam yang gigih..
Rasulullah Saw juga bersabda, “Seandainya iman (atau ilmu) berada di bintang Tsurayya niscaya lelaki dari mereka (orang Persia) akan mencapainya”.
Makna Tsurayya simbol jarak yang sangat jauh atau sesuatu yang hampir mustahil dicapai akan mampu menggapainya. Ungkapan ini adalah kiasan (metafora) yang menggambarkan sesuatu yang sangat tinggi, jauh, dan sulit dijangkau.
Hadits ini menunjukkan keutamaan bangsa Persia dalam keilmuan agama Islam (terutama tafsir, hadits, fikih) dan keteguhan iman, di mana mereka akan dapat menguasai ilmu agama, bahkan yang paling sulit sekalipun.
Sabda Rasulullah Saw ini terbukti, banyak ulama besar, ahli hadits, dan perawi hadits ternama (contoh: Imam Bukhari, Muslim) dalam keteguhan jiwa dalam keimanan, menopang keilmuan berasal dari Persia (sekarang Iran atau wilayah sekitarnya).
Hadits ini merupakan pujian atas semangat perjuangan, keimanan dan keilmuan yang tinggi dan janji Rasulullah Saw, dan ketika tiba saatnya setelah bangsa Arab tenggelam oleh duniawi maka selanjutnya yang membela Islam adalah Persia (Iran) dan telah menjanjikan kemenangan dalam Al Quran bagi Persia (Iran).
Apakah hadits tersebut menunjukkan nubuat Nabi tentang peran penting bangsa Persia dalam menjaga keilmuan dan keimanannya di kemudian hari nanti.
Semua itu terkait dengan keteguhan Iman melawan AS dan Israel tegak kepalanya akan mendapatkan kemenangan dengan segala Ilmu yang mereka miliki. Wallahu a’lam.
*) Sutoyo Abadi, Koordinator Kajian Politik Merah Putih

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi