SURABAYA-KEMPALAN: Pasukan Israel telah melancarkan puluhan serangan darat ke Suriah selatan sejak awal Februari tahun ini, demikian disampaikan lembaga pemantau perang yang berbasis di Inggris, Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (Syrian Observatory for Human Rights), pada Minggu (22/2).
Lembaga pemantau perang tersebut mengatakan telah mendokumentasikan sebanyak 41 serangan darat Israel ke wilayah Suriah pada bulan ini, disertai dengan aktivitas udara berulang pada ketinggian rendah di atas provinsi Quneitra dan Daraa, Suriah selatan.
Menurut lembaga pemantau itu, serangan-serangan tersebut termasuk serangan darat secara berulang yang disertai penangkapan warga sipil, penggusuran lahan pertanian menggunakan buldoser, dan pendirian pos-pos pemeriksaan militer sementara di dalam wilayah Suriah. Lembaga itu mengatakan aktivitas-aktivitas tersebut dilaporkan terjadi tanpa adanya respons militer seperti diberitakan Xinhua.
Lembaga itu juga menyatakan bahwa aksi-aksi Israel memiliki dampak langsung pada kehidupan sehari-hari di wilayah-wilayah yang terdampak, terutama bagi para penggembala, petani, dan penduduk desa di dekat garis demarkasi.
Pemerintah sementara Suriah terus menyuarakan penolakan keras terhadap aktivitas militer Israel yang sedang berlangsung di Suriah selatan, menggambarkannya sebagai pelanggaran berulang terhadap kedaulatan nasional dan hukum internasional.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi