GRESIK –KEMPALAN: Bulan Suci Ramadhan 1447 H menjadi momentum bagi DPC PDI Perjuangan Kabupaten Gresik untuk memperkuat spiritualitas kader. Tidak sekadar menjalankan aksi sosial pembagian takjil, partai Pimpinan Megawati Soekarno Putri ini mengubah suasana kantor di kawasan Jaksa Agung Suprapto menjadi penuh kekhusyukan melalui lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an.
Kegiatan tadarus ini diikuti dengan khidmat oleh seluruh jajaran pengurus, kader, hingga simpatisan partai berlogo kepala banteng moncong putih tersebut.
Ketua DPC PDIP Gresik yang juga menjabat sebagai Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, menegaskan bahwa agenda ini adalah tradisi rutin tahunan. Pria yang akrab disapa Gus Yani ini menekankan pentingnya keseimbangan antara kerja politik dan pengabdian spiritual.
“Kegiatan ini rutin kami lakukan setiap bulan suci Ramadhan. Tujuannya jelas, agar di tengah kesibukan melayani rakyat, kita tidak lupa untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT,” ujar Gus Yani saat ditemui di lokasi kegiatan.

Senada dengan sang ketua, Sekretaris DPC PDIP Gresik, H. Thoriqi Fajrin, menjelaskan bahwa tadarus Al-Qur’an telah menjadi bagian tak terpisahkan dari napas perjuangan partai di “Kota Santri”. Sosok yang juga Manajer Gresik United ini berharap keberkahan Al-Qur’an menyertai setiap langkah partai.
“Kami berharap di bulan yang penuh berkah, rahmat dan ampunan ini, Allah SWT senantiasa memberikan petunjuk bagi kita semua untuk tetap istiqomah di jalan yang benar,” ungkap pria yang akrab disapa Kaji Ricky tersebut.
Lebih lanjut, Kaji Ricky mendorong agar syiar Islam ini tidak hanya berhenti di tingkat kabupaten, tetapi juga menggema di seluruh Pengurus Anak Cabang (PAC) PDIP se-Kabupaten Gresik.
Kesalehan sosial dan ritual yang ditunjukkan DPC PDIP Gresik ini menuai simpati dari arus bawah. Imam, salah satu kader asal Sidayu, mengaku tersentuh melihat sisi religius partainya. Ia bahkan antusias terlibat langsung, mulai dari mengaji hingga turun ke jalan membagikan takjil gratis kepada masyarakat di jantung kota.
“Saya merasa terenyuh. Ini membuktikan bahwa PDIP sangat menghargai nilai-nilai religius. Kami bangga bisa berbagi takjil sekaligus menjaga tradisi mengaji di kantor partai,” tutur Imam.(Ambari Taufiq /M Fasichullisan)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi