Senin, 18 Mei 2026, pukul : 12:02 WIB
Surabaya
--°C

Inovasi Aipda Agung di Balik Taman Edukasi Lalu Lintas Polsek Pandeglang

SURABAYA-KEMPALAN:– Kasium Polsek Pandeglang Aipda Agung Ginanjar menjadi sosok di balik lahirnya program inovatif Taman Edukasi Lalu Lintas dan SKCK Delivery di Polsek tersebut.

Berkat gagasan dan implementasinya, Aipda Agung diusulkan sebagai kandidat Hoegeng Awards 2026 oleh salah satu kepala sekolah TK di Pandeglang, Zahrotul Janah. Ia mengaku telah beberapa kali membawa muridnya berkunjung ke Taman Edukasi Lalu Lintas Polsek Pandeglang.

“Kami di sekolah punya program puncak tema, setiap kegiatan itu kita ambil tema-tema yang mengharuskan anak-anak belajar di luar kelas, outing class, salah satunya adalah tema di pekerjaan atau profesi, kebetulan kami inisiatif kunjungan ke polisi. Jadi mengenalkan anak-anak bagaimana sih cara kerja polisi,” kata Zahro, Senin (9/2/2026).

Dalam dua tahun terakhir, sekolahnya rutin melakukan kunjungan. Ia menilai Aipda Agung sebagai pelopor menjalankan program tersebut dengan sangat baik.

“Karena anak-anak diedukasinya luar biasa sama Aipda Agung sebagai pelopornya, untuk penerimaan juga sangat friendly, terus penyampaian segala rupanya juga baik, mudah dipahami anak-anak. Sehingga kerja sama kami ini bukan hanya satu tahun aja, mudah-mudahan berlanjut sampai tahun-tahun ke depan,” ucapnya.

Ia juga menyebut proses pengajuan kunjungan sangat mudah dan tidak dipungut biaya.

“Untuk biaya free semuanya, alhamdulillah nggak dipungut biaya sepeser pun,” ujar Zahro.

Menurutnya, Aipda Agung bersama tiga rekannya menjadi narasumber yang mengedukasi anak-anak mengenai larangan bullying, bahaya narkoba, serta tata cara berlalu lintas yang benar.

“Pokoknya luar biasa, dengan adanya taman edukasi ini membantu kami sebagai guru dalam rangka memberikan pembelajaran yang ril kepada anak-anak,” katanya.

Meski demikian, ia berharap fasilitas luar ruangan dapat ditingkatkan.

“Edukasi anak-anak itu enaknya outdor, kalau hujan itu terbatas, jadi harus di ruangan. Kalau di ruangan itu tidak kondusif, karena anak kan kinestetik ya kebanyakan, jadi pengen lari-lari gitu, kalau di ruangan terbatas. Itu mungkin kalau bisa kegiatan outdornya lebih ditingkatkan lagi, di lapangan harus ada tempat peneduhnya, walaupun hujan tetap kegiatan ada di luar,” imbuhnya.

Penjelasan Aipda Agung Ginanjar

Aipda Agung Ginanjar juga merupakan kandidat Hoegeng Corner 2025. Ia menjelaskan dua inovasi pelayanan yang digagasnya sejak 2023.

“Ide itu muncul karena kita lihat dari lokasi Polsek kami, saya berpikir sepertinya Polsek ini bisa untuk dibuat waktu itu kaitannya dengan Taman Edukasi Lalu Lintas. Artinya di situ kita bikin marka jalan, kemudian rambu-rambunya,” kata Aipda Agung, Jumat (3/10/2025).

Ia menjelaskan tujuan program tersebut untuk memberikan pemahaman tertib lalu lintas sejak usia dini.

“Tujuan saya waktu itu adalah supaya kita bisa untuk memberikan andil kepada masyarakat khususnya anak-anak di usia TK/Paud untuk kita sedikit berikan ilmu tentang lalu lintas,” ucapnya.

Program tersebut diwujudkan bersama para Bhabinkamtibmas secara swadaya.

“Kita secara swadaya melengkapi apa yang bisa kami lengkapi terkait fasilitas taman edukasinya, temen-temen Bhabin juga bantu sosialisasikan juga di kelurahan-kelurahannya bahwa di kami ini ada Taman Edukasi Lalu Lintas,” ujarnya.

Setelah sempat terhenti pada 2024 karena fokus pengamanan Pemilu, program kembali berjalan pada pertengahan 2025.

“Pertengahan tahun ini memang baru ada baru ada 2 sekolah dikarenakan ada beberapa sekolah yang memang belum jadwalnya, sesuai dengan kalender pendidikannya mereka mungkin belum terjadwal untuk pertengahan tahun ini, kemungkinan antara akhir atau di awal 2026,” katanya.

Program SKCK Delivery

Selain taman edukasi, Aipda Agung juga menggagas layanan SKCK Delivery untuk warga di dua kecamatan wilayah hukum Polsek Pandeglang.

“Namun berkaitan dengan SKCK ini terbatas oleh wilayah hukum, karena kami di Polsek Pandeglang ini membawahi 2 wilayah kecamatan. Jadi khususnya untuk pelayanan SKCK Delivery itu saat ini hanya bisa kami sajikan untuk masyarakat kami yang ada di wilayah Kecamatan Marjasari dengan Pandeglang,” ucap Aipda Agung.

Ia menjelaskan proses pengajuan dilakukan secara online dan pembayaran melalui QRIS sesuai PNBP Rp 30.000.

“Jadi si pemohon itu setelah dia mengisi data, setelah dia mengupload datanya, akan kita proses setelah dia melakukan pembayaran via QRIS. Jadi di link itu tuh sudah tampil juga QRIS-nya, dan sesuai PNBP itu biayanya kan Rp 30.000,” ujarnya.

Setelah dicetak, SKCK diantar oleh Bhabinkamtibmas ke alamat pemohon tanpa biaya tambahan.

“Misalnya warga ini (pemohon) tuh warga Kelurahan Pandeglang, kita contact Bhabin Kelurahan Pandeglang namanya Pak Trimoyo, ini ada warganya mengajukan permohonan SKCK delivery, silakan bisa diambil di kantor. Nanti Pak Trimoyo yang datang ke ruangan SKCK, lalu Pak Trimoyo yang mengantarkan SKCK itu ke alamat pemohon dan free, tidak ada pungutan biaya tambahan,” jelasnya.

“Biayanya sesuai PNBP saja Rp 30.000 dan tidak ada yang namanya biaya ongkir atau biaya tambahan lain-lain,” tegasnya.

Meski pemanfaatannya masih terbatas, inovasi tersebut mendapat apresiasi dari Kompolnas pada 2024. Berkat SKCK Delivery dan Taman Edukasi Lalu Lintas, Polsek Pandeglang masuk 10 Polsek terbaik se-Indonesia versi Kompolnas.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.