SURABAYA- KEMPALAN: Kampus Lidah Wetan menjadi saksi lahirnya standar baru kompetensi guru olahraga masa depan. Pada Juni 2025, bertempat di Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) UNESA, sebuah langkah strategis diambil untuk menjawab tantangan rendahnya tingkat kebugaran siswa di Indonesia melalui Program Pengabdian Masyarakat (PKM) yang prestisius.
Kolaborasi antara Prodi PJKR UNESA dan Ikatan Guru Olahraga Nasional (IGORNAS) Jawa Timur ini membekali mahasiswa Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) dengan dua senjata utama: Physical Literacy (Literasi Fisik) dan TKPN (Tes Kebugaran Pelajar Nusantara).
Menjembatani Teori dan Realitas Lapangan

Dipimpin oleh Fifukha Dwi Khory, M.Pd., tim ahli yang terdiri dari nama-nama besar seperti Prof. Dr. Ali Maksum, S.Pd., M.Si., Dr. Anung Priambodo, Nanang Indriarsa, M.Psi.T., hingga Dr. Lucy Widya Fathir, menekankan bahwa guru PJOK bukan sekadar instruktur gerak, melainkan arsitek kesehatan generasi bangsa.
“Kami tidak ingin lulusan PPG gagap saat menghadapi data lapangan. Dengan TKPN, mereka punya alat ukur yang presisi,” tegas Fifukha.
Analisis Pakar: Prof. Ali Maksum Suarakan Pentingnya Data

Guru Besar Ilmu Keolahragaan UNESA, Prof. Dr. Ali Maksum, S.Pd., M.Si., yang juga hadir sebagai tim ahli, memberikan catatan kritisnya. Menurutnya, pendidikan jasmani di Indonesia harus bergeser dari sekadar “berkeringat” menjadi “bergerak cerdas”.
“Physical literacy adalah kecerdasan gerak. Tanpa pemahaman ini, olahraga hanya akan menjadi beban kurikulum. Dengan integrasi TKPN, mahasiswa PPG dilatih untuk bekerja berbasis data (evidence-based). Jika guru tahu secara pasti di mana level kebugaran siswanya, maka intervensi yang dilakukan akan jauh lebih akurat dan berdampak pada kualitas hidup jangka panjang,” ujar Prof. Maksum.
Mengenal TKPN: Senjata Baru Guru PJOK

Dalam kegiatan ini, sosialisasi Tes Kebugaran Pelajar Nusantara (TKPN) menjadi menu utama. Berbeda dengan tes konvensional, TKPN dirancang lebih adaptif untuk memetakan:
Indeks Massa Tubuh (IMT): Komposisi tubuh ideal.
Daya Tahan (Endurance): Kapasitas jantung dan paru.
Kekuatan dan Kelenturan: Mobilitas fisik dasar.
Koordinasi: Sinkronisasi saraf dan otot.
Visual Grafis: 4 Pilar Utama TKPN & Physical Literacy
Pilar Deskripsi Untuk Mahasiswa PPG

- Kompetensi Motivasi Membangun kepercayaan diri siswa untuk aktif bergerak tanpa rasa takut salah.
- Kepercayaan Diri Fisik Penguasaan berbagai pola gerak dasar secara efektif di berbagai lingkungan.
- Pengetahuan & Pemahaman Mengerti manfaat aktivitas fisik bagi kesehatan mental dan fisik secara holistik.
- Keterlibatan Seumur Hidup Menjadikan olahraga sebagai gaya hidup (lifestyle), bukan sekadar tugas sekolah.
Sinergi untuk Indonesia Emas 2045
Keterlibatan IGORNAS Jawa Timur memastikan bahwa ilmu yang didapat mahasiswa PPG sangat aplikatif. Mereka dipersiapkan untuk menjadi guru yang tidak hanya mahir di lapangan, tetapi juga mampu melakukan riset sederhana melalui data TKPN untuk menyusun program pembelajaran yang personal dan adaptif.
Langkah UNESA ini menjadi sinyal kuat bahwa transformasi pendidikan olahraga nasional dimulai dari kualitas pendidik yang melek data dan memiliki kedalaman filosofi gerak.
Editor: (Ambari Taufiq/M Fasichullisan)
Sumber: PKM FIKK UNESA 2025

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi