Jumat, 22 Mei 2026, pukul : 06:13 WIB
Surabaya
--°C

Khofifah dan BAZNAS Jatim Salurkan Santunan untuk Bunda Ojol

Gubernur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan Santunan kepada perwakilan ojol perempuan. (Foto: Dwi Arifin/kempalan.com)

SURABAYA-KEMPALAN: Menjelang  Ramadan 1447 H, Pemprov Jatim bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Jatim menggelar acara Tarhib Ramadan bertajuk “Marhaban Yaa Ramadhan” di Gedung Islamic Center Surabaya, Selasa (17/2).

Pada kesempatan tersebut, sekaligus disalurkan santunan kepada ribuan warga. Termasuk ratusan pengemudi ojek online (ojol) perempuan.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa hadir dalam acara ini bersama jajaran Forkopimda Jatim, perwakilan Bank Indonesia, serta para pejabat daerah.

Dalam sambutannya, mantan Menteri Sosial RI ini memberikan apresiasi khusus kepada para muzakki  (pemberi zakat) dan  mustahik  (penerima zakat) yang menjadi pilar utama berjalannya program BAZNAS.

Dia mengucapkanterima kasih kepada para Muzakki. Menurutnya, ini menjadi penting karena BAZNAS tidak  bisa jalan kalau tidak ada Muzakki-nya. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para Mustahik. “Ada Muzakki, tidak ada Mustahik, mau disalurkan ke mana?,” tanya Khofifah.

Oleh karena itu, ia menyebut Muzakki dan Mustahik menjadi bagian penting di dalam proses menerima dan mentasarufkan.

BACA JUGA  Surat Cinta dari Sidoarjo untuk Presiden: Asa Marfen dan Diplomasi Gizi di Meja Sekolah

Khofifah juga memberikan motivasi khusus kepada para pengemudi ojek online perempuan yang harus tetap mencari nafkah di tengah ibadah puasa nanti. Ia mendoakan agar para perempuan tangguh tersebut diberikan kekuatan fisik dan batin.

“Bunda Ojol mudah-mudahan kuat puasanya. Saya tahu panjenengan berat kalau kemudian harus membawa penumpang pagi, siang, sampai sore. Kecuali menjelang Maghrib, semangat. Mudah-mudahan diparingi kekuatan, bisa menjalankan ibadah Ramadan dengan khusyu’,” doa Khofifah.

Sementara itu, Ketua Baznas Jawa Timur Ali Maschan Moesa menjelaskan, kegiatan ini merupakan implementasi dari tradisi masyarakat Jawa Timur dalam menyambut bulan suci, yang dikenal dengan istilah megengan.
“Ya, Marhaban ya Ramadan. Coro Jawa Timur ‘Megengan’. Moleh sugeng golek slamet. Itu inspirasinya Nabi kalau ketekan (kedatangan) Ramadan harus senang, tapi harus dibuktikan dengan sedekah,” jelas Ali Maschan saat ditemui usai acara.

Ali Maschan merinci bahwa dalam acara tersebut, BAZNAS Jatim memberikan santunan kepada 850 Bunda Ojol berupa paket sembako dan uang tunai sebesar Rp200.000. Selain itu, sebanyak 455 ibu-ibu dari jemaah pengajian Qolbun Salim juga menerima paket sembako.

BACA JUGA  Kejari Tanjung Perak Sosialisasikan Aturan SPJ Kegiatan Reses

Lebih lanjut, Ali Maschan memaparkan bahwa BAZNAS Jatim saat ini tengah menggencarkan lima program unggulan untuk membantu masyarakat kurang mampu.
Program tersebut meliputi bantuan pendidikan bagi keluarga non-sarjana sebesar Rp2 juta per semester, bedah rumah tidak layak huni senilai Rp20 juta, serta santunan seumur hidup sebesar Rp600.000 per bulan bagi lansia sebatang kara.

Selain itu, terdapat pula program bantuan modal usaha berupa gerobak, serta bantuan pelunasan utang bagi warga yang terjerat rentenir atau “bank titil”.

“Moto kita itu tadi: ‘Terima kasih muzakki, terima kasih mustahik, ya opo kata Ibu (Gubernur), wong cilik iso ngguyu’,” tegasnya.

Terkait target pengumpulan zakat, Ali Maschan optimis dapat mencapai target yang ditetapkan pusat. Ia menyebutkan bahwa target pengumpulan zakat untuk Jawa Timur pada tahun 2026 adalah sebesar Rp52 miliar, di mana saat ini telah terkumpul sebanyak Rp47 miliar.

“Saya optimistis bulan Ramadan ini target tersebut akan tercapai dan tertutup karena banyak orang dermawan dan zakat dari para pejabat,” tandasnya. (Dwi Arifin)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.