JAKARTA-KEMPALAN:-Konsolidasi Gerakan Rakyat Papua Selatan bersama Ketua Umum Gerakan Rakyat Sahrin Hamid dilaksanakan pada Rabu 11 Februari 2026 di Rumah Makan Bandara Merauke. Kegiatan ini menjadi bagian dari agenda penguatan organisasi sekaligus evaluasi kesiapan struktur kepengurusan di tingkat daerah.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus DPW Gerakan Rakyat Papua Selatan serta para ketua DPD dari seluruh kabupaten/kota di wilayah Papua Selatan. Dalam kesempatan itu, Ketua Umum Sahrin Hamid menyampaikan arahan strategis dan motivasi kepada seluruh pengurus untuk mempercepat serta melengkapi proses administrasi pendaftaran partai ke Kementerian Hukum sebagai tahapan penting dalam memperoleh legalitas nasional.
“Pentingnya soliditas, disiplin organisasi, dan keseriusan dalam membangun struktur partai hingga ke tingkat akar rumput. Kelengkapan administrasi bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi fondasi utama bagi keberlangsungan dan kredibilitas Gerakan Rakyat sebagai partai politik,” terang Sahrin Hatim.
Sementara itu, masing-masing ketua DPD menyampaikan laporan perkembangan (progress report) terkait kesiapan kepengurusan, pengumpulan dokumen, serta kendala yang dihadapi di daerah masing-masing. Laporan tersebut menjadi bahan evaluasi bersama untuk merumuskan langkah percepatan dalam rangka pemenuhan seluruh persyaratan administrasi yang ditetapkan.
Sebelumnya, menindaklanjuti mandat Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I mengenai “Keadilan Ekologis, Selamatkan Hutan Indonesia”, Ketua Umum (Ketum) Gerakan Rakyat Sahrin Hamid melakukan aksi nyata penanaman mangrove di Kampung Payum, Distrik Merauke, Papua Selatan, Rabu (11/2/2026).
Bersama jajaran pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Papua Selatan dan warga setempat, Ketum Sahrin menanam 100 bibit pohon bakau di kawasan pesisir Pantai Payum sebagai benteng alami melawan abrasi.
“Kita ingin mengembalikan hutan kita, dan kita akan secara simbolik menanam bibit pohon bakau di sini, di Kampung Payum, Distrik Merauke,” ujar Ketum Sahrin di Merauke, Rabu (11/2/2026).
“Kegiatan ini menjadi bentuk nyata komitmen Gerakan Rakyat dalam menjaga kelestarian lingkungan dan memperkuat ekosistem pesisir dari ancaman abrasi serta kerusakan hutan mangrove,” tambahnya.
Ketum Sahrin menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk konkret komitmen organisasi dalam menjaga ekosistem pesisir. Menariknya, bibit yang ditanam merupakan hasil pembibitan mandiri oleh Mama Welhemina, seorang tokoh perempuan pelestari lingkungan setempat.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi