Dominikus Adi Sutarwijono semasa hidup.
SURABAYA-KEMPALAN: Kabar duka kembali menyelimuti Kota Surabaya. Ketua DPRD Kota Surabaya Dominikus Adi Sutarwijono berpulang, Selasa (10/2) malam. Mantan jurnalis dan politisi senior PDI Perjuangan yang akrab disapa Cak Awi atau Mas Adi itu mengembuskan napas terakhir pukul 20.36 WIB di MRCCC Siloam Hospitals Jakarta, setelah menjalani perawatan intensif akibat sakit yang dideritanya.
Kabar duka tersebut dikonfirmasi langsung oleh Ketua Fraksi DPC PDI Perjuangan DPRD Surabaya Budi Leksono. Ia menyampaikan bahwa informasi wafatnya Cak Awi diterima keluarga besar partai Selasa malam.
“Iya benar, kami dapat kabar beliau meninggal malam hari ini,” kata Budi Leksono saat dikonfirmasi.
Berpulangnya Adi Sutarwijono ini menyisakan kesedihan mendalam, tidak hanya bagi keluarga dan kerabat, tetapi juga bagi jajaran DPRD Surabaya serta masyarakat Kota Pahlawan yang mengenalnya sebagai figur pekerja keras dan konsisten dalam pengabdian.
Dalam pesan duka yang beredar di kalangan keluarga dan sahabat, disebutkan bahwa almarhum “telah berpulang dalam dekapan Roh Kudus”. Keluarga juga memohon doa dari seluruh masyarakat agar arwah almarhum memperoleh ketenteraman dan kedamaian abadi.
Sebagai kader senior PDI Perjuangan, Cak Awi dikenal luas sebagai sosok yang meniti karier politik dari bawah. Ia aktif dalam berbagai kegiatan kepartaian, advokasi rakyat, serta pelayanan publik, khususnya di Surabaya.
Kepemimpinannya di DPRD Surabaya dinilai membawa warna dialogis dan membumi, dengan perhatian besar pada aspirasi masyarakat akar rumput.
Rekan-rekan sejawat mengenang Cak Awi sebagai pribadi yang rendah hati, terbuka terhadap perbedaan pandangan, serta teguh dalam memperjuangkan kepentingan rakyat. Di ruang-ruang sidang DPRD maupun dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, almarhum kerap hadir bukan sekadar sebagai pejabat, tetapi sebagai pelayan publik.
Duka atas kepergian Cak Awi juga dirasakan oleh keluarga besar DPRD Surabaya lintas fraksi. Ucapan belasungkawa mengalir, menandai kehilangan seorang pemimpin legislatif yang selama ini menjadi perekat komunikasi dan kerja sama antarlembaga.
Hingga Selasa malam, belum ada informasi resmi dari pihak keluarga maupun partai terkait jadwal pemakaman almarhum. Namun demikian, doa dan penghormatan terus mengalir dari berbagai kalangan, sebagai tanda terima kasih atas pengabdian panjang Adi Sutarwijono bagi Kota Pahlawan.
Kepergian Cak Awi bukan sekadar kehilangan seorang ketua dewan, tetapi juga kehilangan sosok pengabdi yang jejak langkahnya akan terus dikenang dalam perjalanan demokrasi dan pelayanan publik di Kota Pahlawan.
Selain dikenal piawai dalam memimpin, Cak Awi atau Mas Adi ini juga dikenal sebagai rekan diskusi yang sangat mumpuni karena wawasannya yang luas.
Wakil Ketua DPRD Surabaya Arif Fathoni menyebut, almarhum sebagai politisi yang gemar membaca dan memiliki koleksi literatur yang sangat banyak. Inilah yang membuat setiap diskusi dengannya selalu berbobot dan menarik.
“Mas Adi ini pribadi yang bersahaja, pembawaannya tenang, dan visi berpikirnya jauh ke depan,” kata Fathoni memuji koleganya yang telah berpulang tersebut.
Fathoni mengenang pertemuan terakhirnya dengan Adi Sutarwijono pada awal Januari lalu. Saat itu, almarhum berpamitan untuk menjalani pengobatan secara intensif di Jakarta.
Menurut Fathoni, meski tengah sakit, pikiran Adi tetap tertuju pada tugas-tugas negara dan kepentingan masyarakat Surabaya.
“Beliau menitipkan kantor kepada kami, tiga pimpinan dewan lainnya, agar kerja-kerja politik kerakyatan tidak terganggu. Aktivitas DPRD harus tetap berjalan seperti biasa,” kenang politikus Partai Golkar ini.
Karena itu, Fathoni menyampaikan duka yang mendalam atas berpulangnya Adi Sutarwijono.
Profil Singkat
Dominikus Adi Sutarwijono, S.I.P. lahir pada 4 Agustus 1968 di Kademangan, Blitar, Jawa Timur.
Sebelum terjun ke dunia politik, pria yang akrab disapa Cak Awi atau Mas Adi ini lebih dahulu meniti karier sebagai sorang jurnalis.
Karier jurnalistik Awi dimulai di Harian Surya pada periode 1996 hingga 2000. Setelah itu, ia bergabung dengan Majalah Tempo dan bekerja sebagai jurnalis pada rentang 1999–2003.
Dari sisi pendidikan, Cak Awi merupakan alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga (Unair) Surabaya.
Awi resmi bergabung dengan PDI Perjuangan pada 2003. Di internal partai, ia dipercaya menduduki sejumlah posisi strategis. Ia menjabat Ketua DPRD Kota Surabaya dua periode, yakni periode 2019–2024 dan 2024–2029.
Sebelumnya, ia menjabat sebagai anggota DPRD Surabaya melalui PAW sisa masa jabatan 2009–2014 pada tahun 2012. Setelah itu menjadi ia kembali menjabat sebagai anggota DPRD Kota Surabaya tiga periode secara berturut, yakni periode 2014–2019, 2019–2024, dan 2024–2029.
Dalam tiga pemilu tersebut, ia mewakili Daerah Pemilihan (Dapil) Surabaya III yang meliputi tujuh kecamatan di wilayah timur dan selatan Kota Surabaya. (Dwi Arifin)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi