GORONTALO –KEMPALAN : Universitas Negeri Surabaya (UNESA) benar-benar menunjukkan kelasnya sebagai “Rumah Para Juara”. Dalam ajang bergengsi Petanque Internasional Tournament UNG Rector Cup 2026 di Gorontalo (6-8 Februari 2026), Tim Petanque Unesa berhasil membantai lawan-lawannya. Tak tanggung-tanggung, Unesa nyaris mesempurna naik podium kehormatan dengan mendominasi nomor paling bergengsi: Double Open Internasional!
Dominasi Mutlak: Nomor Double Open Jadi “Milik” UNESA
Panggung internasional seolah berubah menjadi latihan internal bagi Unesa. Dari puluhan peserta yang berlaga, Unesa mengirimkan tiga tim sekaligus ke babak semifinal, memastikan nomor ini mutlak menjadi milik mereka.
Puncaknya, pasangan Bagas Syarif Hidayat dan M. Kurniawan Asa Putra tampil bak monster di lapangan. Meski harus berhadapan dengan 49 pasangan tangguh—termasuk jawara dunia asal Thailand—mereka tak gentar. Di partai final, Unesa melibas habis tim Banggai Sanbatu 1 dengan skor mematikan 13-1. Kemenangan ini memastikan 1 Medali Emas dan 2 Medali Perunggu jatuh ke genggaman Unesa hanya dari satu nomor ini saja!
Hujan Medali: Kado Awal Tahun yang Menggetarkan
Tidak berhenti di situ, UNESA benar-benar memborong medali sebagai kado awal tahun yang manis bagi civitas akademika. Total 5 medali berhasil dibawa pulang ke Surabaya dengan rincian:
| Medali | Atlet / Tim | Nomor Pertandingan |
|---|---|---|
| EMAS | Bagas Syarif Hidayat & M. Kurniawan | Double Open Internasional |
| PERAK | Bagas Syarif Hidayat | Single Open Internasional |
| PERAK | Nihaya Zulfarida & Sri Handayani | Double DWP Open Internasional |
| PERUNGGU | Dwi Yanuar Rizky & M. Zaidan | Double Open Internasional |
| PERUNGGU | Enjelita Ferlina & M. Kharism | Double Open Internasional |
Wakil Rektor Bidang IV UNESA, Prof. Dr. Dwi Cahyo Kartiko, M.Kes., yang ikut mendampingi kontingen tidak bisa menyembunyikan rasa bangganya. Ia menegaskan bahwa kemenangan ini bukan sekadar keberuntungan, melainkan bukti mental baja atlet Unesa.
“Prestasi ini membuktikan pembinaan kita berada di jalur yang benar. Mengalahkan raksasa dunia seperti Thailand bukan hal mudah, tapi anak-anak menunjukkan mental petarung yang luar biasa! Ini adalah bukti bahwa Unesa adalah kiblat petanque dunia,” tegas Prof. Dwi Cahyo dengan penuh semangat.
Meski di dua nomor terhenti di babak 8 besar yakni nomor Triple Eksekutif dan Double Dosen, hasil keseluruhan ini menempatkan Unesa di puncak kejayaan. Dengan raihan 1 Emas, 2 Perak, dan 2 Perunggu, Unesa resmi mengirimkan pesan ke seluruh dunia: Jangan remehkan kekuatan Patriot Olahraga Unesa!(Ambari Taufiq/ M Fasichullisan)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi