PASURUAN – KEMPALAN: Keinginan suporter untuk melihat tim kesayangannya berlaga di kandang sendiri pada partai puncak harus pupus. Meski Pasuruan United sudah menyatakan kesiapan 100%—baik secara infrastruktur maupun operasional—untuk mengemban amanah sebagai tuan rumah babak semifinal dan final Liga 4 PSSI Jawa Timur, federasi berkata lain.
Asprov PSSI Jatim secara mengejutkan resmi menunjuk Stadion Gelora Ratu Pamelingan (SGRP) Pamekasan, Madura, sebagai venue perhelatan kasta tertinggi sepak bola Jatim tersebut. Untuk babak semifinal tanggal 13 Februari 2026 Persid Jember bertemu Pasuruan United dan Persinga Ngawi vs persepam Pamekasan. Sedangkan babak final akan di gelar tanggal 15 Februari 2026.
Reaksi Tak Terduga Sang CEO
Alih-alih melontarkan protes keras atau menunjukkan kekecewaan mendalam, CEO Pasuruan United yang juga pengacara kondang, Suryono Pane, justru memberikan respon yang sangat berkelas dan cerdas. Pria yang dikenal dengan analisis tajamnya ini justru memuji keputusan PSSI Jatim.
“Saya pikir keputusan PSSI menunjuk Persepam sebagai tuan rumah babak semifinal dan final adalah langkah yang tepat. Stadion Gelora Ratu Pamelingan Pamekasan itu sangat layak, standar Liga 1,” ujar Pane dengan nada tenang.

“Nyantri” di Madura
Bagi Pane, bermain jauh dari rumah bukanlah sebuah kerugian, melainkan strategi mental bagi skuadnya. Ia mengibaratkan keberangkatan timnya ke Pulau Garam sebagai perjalanan spiritual dan mental.
“Bagi Pasuruan United, ini keuntungan. Kami ingin membiasakan pemain bermain di luar kandang. Idep-idep (hitung-hitung) kami ‘nyantri’ di Pesantren Gelora Ratu Pamelingan Pamekasan. Ini ujian mental yang bagus sebelum ke level nasional,” tambahnya sembari tersenyum.
Tensi yang Berbeda
Lebih lanjut, pengacara nyentrik ini menjelaskan bahwa secara teknis, misi utama tim sebenarnya sudah tuntas. Karena empat tim yang berhasil menembus babak semifinal sudah dipastikan mengantongi tiket lolos ke putaran Nasional.
“Tensi di semifinal dan final ini tentu tidak akan setinggi dan sekeras babak 16 besar atau 8 besar kemarin. Babak 4 besar ini ibaratnya tinggal menggugurkan kewajiban saja untuk menentukan juara, karena tiket nasional sudah di tangan,” pungkasnya.
Keputusan ini pun seolah mendinginkan suasana. Meski “hak” tuan rumah berpindah tangan, Pasuruan United justru menunjukkan mentalitas juara yang sesungguhnya: siap tempur di mana pun, kapan pun!(Ambari Taufiq/M Fasichullisan)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi