KEMPALAN : Tulisan ini bukan mendasarkan pada fakta, boleh jadi sebuah parodi. Atau bahkan sekadar guyonan.
Bermula dari VT (video Tik Tok) akun ‘Galang’ yang lewat di beranda Tik Tok saya : disuka 3.202 orang, dikomentari 348 warga, dan dibagikan oleh 1.247 netizen.
VT tersebut diberi judul : Teknologi Layar Sentuh, Diciptakan Pedagang Warteg Sebelum Samsung, iPhone, dan Sebagainya.
Lantas diberi sub-judul : Ternyata warteg itu canggih. Tinggal sentuh kaca, tak lama makanan yang dipesan segera dihidangkan.
Sebetulnya ini tidak bisa dikatakan sebagai VT, lebih tepatnya : FT (“foto Tik Tok”). Karena cuma menyajikan visual statis, mengilustrasikan seorang lelaki berdiri setengah membungkuk, telunjuknya menyentuh kaca etalase yang di baliknya tersaji sekian banyak menu. Konkretnya laki-laki itu sedang menetapkan pilihan dengan menunjuk lauk.
Di bawah foto statis tadi, dipertontonkan video seorang tua dan ABG terbahak-bahak. Intinya sebagai reaksi akan hadirnya “FT” tersebut.
Ya, cuma itu.
Namun, tidak demikian dengan tekstualnya, yakni dengan kolom komentar. Di situlah cermin masyarakat Tik Tok mencuat, setidaknya sebagai berikut.
Akun ‘@Ilmi shera’ menulis : “Layar sentuh versi makan 😅. Betul juga ya. Ternyata kecanggihan teknologi touchscreen berawal dari Indonesia.”
Lantas akun ‘@Smet’ : “Dipikir-pikir iya juga yaa… Ternyata dari dulu warteg sudah layar sentuh, sebelum ada android. 😊👍🙏.”
Senada, ‘@tagan jaya’ : “Oya ya… ternyata penemu layar sentuh orang Indonesia🤭🤣🤣.”
Kemudian akun ‘@ok.com👍’ : “Astaga baru sadar ternyata negara kita itu canggih dari dulu.”
Sedangkan ‘@Journey 🍭’ menulis : “Sentuhan di kaca warteg menjadi inspirasi teknologi layar sentuh hehe… 😂😂😂😂”
Dan masih banyak lainnya.
***
Nah, apakah VT ini berikut komentar-komentarnya layak disebut black humour? Entahlah. Sebab, definisi jenis humor ini sebagaimana saya baca di Meta AI bunyinya : humor yang membahas topik gelap, sering kali dengan nada sarkastis atau ironis.(Amang Mawardi).

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi