Minggu, 3 Mei 2026, pukul : 08:23 WIB
Surabaya
--°C

“Teknologi Layar Sentuh”

KEMPALAN : Tulisan ini bukan mendasarkan pada fakta, boleh jadi sebuah parodi. Atau bahkan sekadar guyonan.

Bermula dari VT (video Tik Tok) akun ‘Galang’ yang lewat di beranda Tik Tok saya : disuka 3.202 orang, dikomentari 348 warga, dan dibagikan oleh 1.247 netizen.

VT tersebut diberi judul : Teknologi Layar Sentuh, Diciptakan Pedagang Warteg Sebelum Samsung, iPhone, dan Sebagainya.

Lantas diberi sub-judul : Ternyata warteg itu canggih. Tinggal sentuh kaca, tak lama makanan yang dipesan segera dihidangkan.

Sebetulnya ini tidak bisa dikatakan sebagai VT, lebih tepatnya : FT (“foto Tik Tok”). Karena cuma menyajikan visual statis, mengilustrasikan seorang lelaki berdiri setengah membungkuk, telunjuknya menyentuh kaca etalase yang di baliknya tersaji sekian banyak menu. Konkretnya laki-laki itu sedang menetapkan pilihan dengan menunjuk lauk.

Di bawah foto statis tadi, dipertontonkan video seorang tua dan ABG terbahak-bahak. Intinya sebagai reaksi akan hadirnya “FT” tersebut.

Ya, cuma itu.

Namun, tidak demikian dengan tekstualnya, yakni dengan kolom komentar. Di situlah cermin masyarakat Tik Tok mencuat, setidaknya sebagai berikut.

Akun ‘@Ilmi shera’ menulis : “Layar sentuh versi makan 😅. Betul juga ya. Ternyata kecanggihan teknologi touchscreen berawal dari Indonesia.”

Lantas akun ‘@Smet’ : “Dipikir-pikir iya juga yaa… Ternyata dari dulu warteg sudah layar sentuh, sebelum ada android. 😊👍🙏.”

Senada, ‘@tagan jaya’ : “Oya ya… ternyata penemu layar sentuh orang Indonesia🤭🤣🤣.”

Kemudian akun ‘@ok.com👍’ : “Astaga baru sadar ternyata negara kita itu canggih dari dulu.”

Sedangkan ‘@Journey 🍭’ menulis : “Sentuhan di kaca warteg menjadi inspirasi teknologi layar sentuh hehe… 😂😂😂😂”

Dan masih banyak lainnya.

***

Nah, apakah VT ini berikut komentar-komentarnya layak disebut black humour? Entahlah. Sebab, definisi jenis humor ini sebagaimana saya baca di Meta AI bunyinya : humor yang membahas topik gelap, sering kali dengan nada sarkastis atau ironis.(Amang Mawardi).

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.