Unesa Kirim Tenaga Ahli SMCC Serta Beri Pendampingan Psikologis hingga Beasiswa ke Aceh dan Sumatera 

waktu baca 2 menit

SURABAYA-KEMPALAN :Universitas Negeri Surabaya (Unesa) kembali menunjukkan komitmennya sebagai “kampus berdampak” dengan meluncurkan aksi sosial komprehensif untuk membantu korban bencana banjir bandang dan tanah longsor di Aceh,Padang Sumatera Barat dan Sumatera Utara. 

Inisiatif kemanusiaan ini tidak hanya berfokus pada bantuan logistik, tetapi juga pada pemulihan mental dan jaminan pendidikan jangka panjang bagi mahasiswa dan masyarakat terdampak. 

Ilustrasi banjir bandang di Sumatera Utara

Bencana alam yang melanda beberapa wilayah di Sumatera, termasuk Aceh Tamiang dan beberapa daerah di Sumut, menyisakan duka mendalam dan kerugian materiil yang signifikan. Merespons hal tersebut, Unesa, melalui Subdirektorat Mitigasi Crisis Center (SMCC Unesa) dan berbagai elemen civitas akademika, segera bergerak cepat.

Ia menekankan bahwa semua bantuan akan disalurkan secara merata dan transparan, memastikan korban mendapatkan dukungan yang tepat dan sesuai kebutuhan. Unesa memberikan keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT) hingga semester 8, bantuan living cost selama satu semester, serta fasilitas pembelajaran. 

Unesa juga merencanakan doa bersama dan lelang amal untuk para korban bencana Aceh dan Sumatera pada Senin, 8 Desember 2025. Doa bersama tersebut menjadi momentum spiritual bagi seluruh civitas akademika Unesa untuk mendoakan keselamatan dan pemulihan masyarakat yang terdampak banjir. Sementara itu, lelang amal digelar sebagai bentuk aksi solidaritas untuk menggalang dana tambahan yang akan digunakan memenuhi kebutuhan para korban. 

Puncak dari aksi peduli ini, lanjut Cak Hasan, adalah penerjunan relawan pada 10 Desember 2025, yang akan dilakukan secara serentak dan merata di seluruh daerah terdampak banjir di Aceh dan Sumatera. Relawan ini diproyeksikan untuk memberikan bantuan langsung serta pendampingan psikologis kepada korban, membantu mereka mengatasi trauma dan stres pasca-bencana. 

Tim relawan terdiri dari Satuan Mitigasi Crisis Center (SMCC) Unesa serta tim dosen dan mahasiswa dari Fakultas Psikologi (FPsi) dan Fakultas Kedokteran (FK), yang telah dilatih untuk menangani situasi krisis dengan pendekatan empati dan profesional, sehingga penanganan korban dapat berjalan tepat sasaran.

Bersamaan dengan kehadiran relawan, Unesa juga akan menyalurkan bantuan berupa kebutuhan pokok yang siap pakai, seperti makanan, air minum, pakaian, dan perlengkapan sanitasi. Distribusi ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan mendesak korban di lokasi bencana, memastikan bantuan tiba tepat waktu.

Unesa juga berkomitmen untuk terus memantau dan mengevaluasi dampak bantuan ini, guna memastikan keberlanjutan pemulihan.(Ambari Taufiq M Fasichullisan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *