IPPAT Jatim Berperan Aktif Membantu BPN Menuntaskan Target 5,2 Juta Bidang Tanah di Jatim Terpasang Patok
SURABAYA-KEMPALAN: Program Gerakan Masyarakat Pemasangan Tanda Batas (Gemapatas) 2025 dimulai secara serentak di Jatim mulai Senin (10/11). Program tersebut merupakan program dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).
Ketua Pengwil Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) Jatim Mamiek Jatmiko yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyatakan, jajaran sudah siap mendukung suksesnya Gemapatas. Terutama untuk mensukseskan target 5,2 juta bidang tanah yang belum diberi patok patas di Jatim.

Mamiek menyebutkan beberapa langkah nyata yang dilakukan IPPAT Jatim. ’’Kami aktif memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya pemasangan tanda batas, baik melalui kegiatan penyuluhan, webinar, maupun dialog bersama pemangku kepentingan di daerah,’’ sebut Mamiek.
BACA JUGA: INI-IPPAT Jatim Menyolidkan Anggotanya dengan Pertandingan Olahraga dalam INI-IPPAT Vaganza
IPPAT Jatim pun melakukan sinergi dengan Kanwil dan kantor pertanahan. Terutama dalam melakukan pendampingan dengan BPN dalam pelaksanaan gerakan serentak.
Selain itu, juga membantu komunikasi kepada publik agar pesan program tersebut dapat tersampaikan secara luas ke masyarakat. Dengan wewenangnya, peran penting PPAT untuk memastikan setiap transaksi dan penatasan batas bidang dilakukan dengan dasar hukum yang tepat.
IPPAT Jatim, lanjut Mamiek, mendorong anggotanya aktif memberi pendampingan teknis kepada masyarakat. ’’Kami mengajak seluruh anggota untuk menjadi agen perubahan. Bukan hanya penegak hukum pertanahan, tetapi juga penggerak kesadaran hukum masyarakat di bidang agraria,’’ tegasnya.

Dalam pernyataannya, Kepala Kanwil ATR-BPN Asep Heri menuturkan, agenda tersebut sejatinya sebagai “curi start”. Sebab, awalnya program ini baru dimulai Januari 2026. Dia ingin target 5,2 juta bidang tanah tersebut dituntaskan pada 2028 mendatang.
Hingga Juni 2026, dia akan menargetkan 513.900 bidang tanah akan diberi patok batas. Lalu, Juli 2026 hingga akhir tahun, BPN Jatim menargetkan 500 ribu bidang tanah lagi. ’’Sehingga, sepanjang tahun 2026 nanti akan ada sejuta lebih bidang tanah yang sudah dipasang patok batas,’’ tegas Asep. (YMP)









