Minggu, 10 Mei 2026, pukul : 15:09 WIB
Surabaya
--°C

Dorong Ekraf Naik Kelas, Bambang Haryo Kritik Minimnya Anggaran

Yogyakarta — Sektor ekonomi kreatif (Ekraf) dinilai memiliki kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional, namun anggarannya masih jauh dari kebutuhan. Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, menilai pemerintah belum memberikan perhatian serius meski sektor ini mampu menyerap 26 juta tenaga kerja dan menyumbang sekitar Rp1.600–1.800 triliun atau 6 persen terhadap PDB.

“Potensinya luar biasa, bisa tumbuh sampai 10 kali lipat. Tapi tanpa dukungan anggaran, sulit mengharapkan Ekraf berkembang pesat,” ujar Bambang saat kunjungan kerja Komisi VII DPR RI di Yogyakarta, Rabu (24/9/2025).

Bambang menyoroti minimnya dana Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) yang hanya Rp279 miliar. Jumlah ini jauh di bawah saat Bekraf berdiri, yang pernah mengelola anggaran Rp900 miliar. Menurutnya, angka tersebut tetap tidak sebanding jika harus membina lebih dari 5 juta pelaku Ekraf di seluruh Indonesia.

Ia mencontohkan pelaku usaha batik Anantari di Yogyakarta yang bisa berkembang pesat berkat pendampingan pemerintah. “Kalau usaha kecil saja bisa naik kelas dengan dukungan terbatas, bayangkan jika didukung anggaran lebih besar,” ucapnya.

Selain batik, Bambang menekankan pentingnya promosi kuliner Nusantara. Dari lebih 3.000 jenis makanan khas Indonesia, baru segelintir yang mendunia, seperti rendang dan batagor. “Kalau ribuan lainnya dieksplor, dampaknya besar sekali,” katanya.

Politisi Gerindra ini juga membandingkan dengan Thailand yang sukses menjadikan Muaythai sebagai ikon budaya bernilai ekonomi tinggi. Sementara itu, seni wayang di Indonesia justru masih kurang diminati akibat minim promosi.

Karena itu, ia meminta pemerintah, khususnya Kementerian Keuangan, untuk menambah anggaran Kemenparekraf dalam APBN Perubahan. “APBN jangan ditunda lagi. Anggaran adalah kunci agar Ekraf benar-benar jadi motor pertumbuhan sekaligus identitas bangsa,” tegasnya.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.