SIDOARJO -KEMPALAN: Mengawali laga pembuka group J AFC U 23 Asian Cup Qualifiers Saudi Arabia 2026 di Stadion Gelora Delta Sidoarjo pada Rabu (03/09) malam, Indonesia gagal memenangi laga dan berakhir dengan imbang tanpa gol.
Menghadapi Laos yang di prediksi bakal pesta gol gila-gilaan ternyata hanya mimpi. Terbukti sepanjang 90 menit dalam waktu normal plus tambahan waktu lima menit yang di berikan wasit Jafran dari Srilangka Kadek Arel Priyatna dkk tak mampu menyihir ribuan penonton yang menyaksikan langsung di Stadion Gelora Delta Sidoarjo.
Megic Stadion Gelora Delta Sidoarjo yang biasanya bersahabat dengan Timnas Indonesia tapi pada Rabu (03/09)malam tersebut tak lagi ramah dengan timnas Indonesia asuhan Greald Vanenburg. Mereka di buat pusing tujuh keliling sepanjang pertandingan.

Dalam laga tersebut sejatinya Indonesia menguasai permainan. Bahkan sang pelatih Gerald Vandenburg sudah menurunkan tiga striker sekaligus yakni Jens Reven, Muhammad Rayhan Hannan , Rafael Wiliam Struick yang di dukung gelandang top, Tony Firmansyah , Arkhan Fikri maupun Robby Darwis akan tetapi serangan yang di bangun tak membuat pendukung di tribun sport jantung. Justru sebaliknya hanya kekecewaan yang di rasa.
Beruntung Laos tak begitu berambisi untuk menghabisi Indonesia. Mereka lebih memilih bermain save dari pada meladeni permainan Indonesia. Hanya di lima menit akhir babak kedua, Laos sempat membuat shoch teraphy Indonesia dengan melakukan counter attack. Sayang serangan kejutan itu terselamatkan pertahanan Kadek Arel Priyatna dkk. Hingga laga terakhir tak ada gol yang tercipta.
Dengan Hasil tersebut peluang timnas Indonesia untuk lolos langsung ke putaran final AFC U 23 Asian Cup Saudi Arabia 2026 menemui jalan terjal. Sebab kompetitor Indonesia yakni Korea Selatan menang telak atas Macau dengan skor 5-0. Sekaligus Korea Selatan memimpin klasemen sementara group J dengan nilai 3.
Sementara Indonesia hanya memiliki nilai 1 dan berada di posisi ketiga di bawah Laos. Di sisa pertandingan Indonesia harus memenangi dua laga tersisa yakni menghadapi Macau 6 September dan Korea Selatan 9 September mendatang.
Usai pertandingan head coach Gerald Vandenburg mengakui bahwa laga pembuka versus Laos ini sangat di luar nalar. Sebab seluruh pemain sudah berjuang habis-habisan untuk menang. Tapi hasil akhir tidak menyenangkan.
” Seluruh pemain sudah bermain sangat bagus meski sedikit ada tekanan mental. Tapi hasil akhir berkata lain,” ucap Gerald Vandenburg kepada awak media.
Lebih lanjut Pelatih asal Belanda ini tak mau menyalahkan sepenuhnya kepada pemain. Yang jelas hasil ini masih belum final. Sebab masih ada dua laga tersisa yang akan di mainkan oleh timnas Indonesia. (Ambari Taufiq/ M Fasichullisan)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi