SURABAYA-KEMPALAN: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa terus menggencarkan gelaran Pasar Murah secara bergantian beberapa titik di Jawa Timur. Hal ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pokok yang terjangkau bagi masyarakat.
Di Kota Surabaya, setelah menggelar Pasar Murah di Pasar Soponyono Rungkut dan Kelurahan Jemur Wonosari, Pasar Murah kembali diadakan di Kampung Bulak Banteng Kidul, Kelurahan Sidotopo Wetan, Kecamatan Kenjeran, Rabu (3/9) sore.
Selain dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan juga beberapa kepala OPD Pemprov Jatim, Pasar Murah dan Bansos yang diserbu ratusan warga ini dihadiri anggota DPRD Jatim seperti Lilik Hendarwati dari PKS, Rasiyo (Demokrat), Cahyo Harjo Prakoso (Gerindra), serta Mat Mochtar selaku tokoh masyarakat Jawa Timur asal Bulak Banteng Kidul.
Pada kesempatan ini Khofifah menyampaikan bahwa Pasar Murah merupakan upaya Pemprov Jatim untuk memastikan distribusi sembako berjalan lancar, aman, dan mudah dijangkau masyarakat. Selain itu, ia juga melakukan bakti sosial (bansos) berupa pembagian sembako secara gratis kepada kaum dhuafa.

“Dari 38 titik, ini sudah titik ke-36 dimana kita melaksanakan bansos. Semua bansos yang kita support untuk kegiatan ini semuanya dari Pemprov Jatim,” kata Khofifah kepada awak media usai acara.
Di Pasar Murah, menurut Khofifah, harga sembako yang dijual murah sekali dibandingkan harga di pasar tradisional atau pasar modern.
“Misalnya SPHP beras medium. HET-nya Rp 12.500/Kg. Beras medium lain HET-nya Rp 13.500/Kg. Tapi kita menjual di sini Rp 11.000/Kg. Jadi masyarakat bisa mendapatkan harga yang sangat murah,” jelasnya.
Berikutnya gula Food.id
HET Rp17.500 dijual Rp14.000. Minyakita HET-nya Rp 16.000 dijual Rp 13.000. Telur HET Rp 27.000 dijual Rp 22.000/Kg.
“Jadi Insya Allah kita menyasar kampung-kampung dan saya selalu pesan agar tidak berdekatan dengan pasar tradisional. Karena kita ingin melakukan penjangkauan,” tegasnya.
Pada dasarnya, lanjut Khofifah, stok sembako kita aman, seperti beras, gula, minyak maupun telur. Hanya saja, proses distribusi sepertinya kurang lancar.
“Karena itu kita menggelar Pasar Murah keliling setiap hari di beberapa titik. Dan saya lihat penjangkauan memang harus dilakukan oleh pemerintah,” terangnya.
“Ini adalah proses penjangkauan, di mana Pasar Murah yang pertama tidak boleh berdekatan dengan pasar tradisional. Dan kedua diharapkan kita bisa menjangkau masyarakat pada lini paling bawah. Kira-kira begitulah,” sambung gubernur perempuan pertama di Jawa Timur ini.
Sementara itu, tokoh masyarakat Jawa Timur asal Bulak Banteng Kidul Mat Mochtar mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Khofifah Indar Parawansa yang berkenan hadir kembali di Bulak Banteng Kidul dan menggelar Pasar Murah sekaligus melaksanakan bansos bagi-bagi sembako untuk kaum dhuafa.
“Sejak menjabat sebagai Gubernur, dua kali ini Bu Khofifah hadir di Bulak Banteng Kidul. Kali ini selain Pasar Murah, beliau juga bagi-bagi sembako untuk kaum dhuafa. Ini luar biasa. Jadi, Bu Khofifah ini memang betul-betul bermanfaat untuk masyarakat Jawa Timur,” ujar Mat Mochtar, memuji Khofifah.
Pasalnya, ungkap Mat Mochtar, di saat masyarakat Jawa Timur membutuhkan sembako, Khofifah tampil memberi bantuan kepada masyarakat.
Karena itu, Mat Mochtar mengajak seluruh masyarakat Jawa Timur untuk bersatu menjaga Jawa Timur. “Jangan pernah kita terprovokasi. Jangan pernah negara kita ini terpecah belah. Mari kita jaga dari kampung masing-masing,” ajaknya.
Dia menegaskan, kalau mampu menjaga kampung, kita pasti mampu menjaga Kota Surabaya. Kalau mampu menjaga Kota Surabaya pasti kita mampu menjaga Provinsi Jawa Timur. Dan kalau mampu menjaga Provunsi Jawa Timur, kita pasti mampu menjaga negara Indonesia. “Ini harapan kita,” pungkas Mat Mochtar. (Dwi Arifin)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi