KEMPALAN : Asri Nugroho Nus Pakurimba yang selama ini dikenal sebagai pelukis “realisme abstrak” yang memasukkan ilustrasi unsur logam, gelembung-gelembung, dan pecahan-pecahan kaca, akan menghadirkan 18 karyanya dalam pameran tunggal di Ball Room ‘Eighty 9’ lantai 4 Ciputra World Jl. Mayjen. Sungkono, Surabaya.
Ini adalah pameran tunggal ke-10 bagi pelukis yang lahir pada 4 Juli 1952 di RS Mardi Santoso, Surabaya. Dan diberinya judul : “Gathering”– berlangsung selama sehari : 23 Agustus 2025.
Namun pada katalog pameran yang dikirim ke saya dalam format pdf, tercatat 2 hari : 22-23 Agustus 2025.
Mas Nug –demikian saya biasa memanggil– saat saya hubungi via telepon, menjelaskan bahwa sebetulnya pameran ini berlangsung sehari. “Ya, gathering, kumpul-kumpul dengan teman-teman pada 23 Agustus nanti itu,” jelasnya. “Kalau untuk sehari sebelumnya, khusus dengan para kolega, diawali jamuan makan malam,” tambah salah satu peraih Phillips Morris Group of Companies – Indonesia Art Awards, tahun 1994 ini.
Kenapa cuma sehari, diawali dengan jamuan makan siang pukul 13.00 pada 23 Agustus, hingga pameran berakhir pada 21.00 ? Kan biasanya seminggu atau setidaknya 5 hari ?
“Gimana ya? Umumnya event pameran lukisan di Surabaya ramainya kan pada opening saja. Setelah itu, hari-hari selanjutnya, sepi pengunjung. Kenapa tidak saya bikin saja sehari, lebih praktis…he-he-he …
Maaf… “
Delapan belas lukisan yang dipamerkannya secara tunggal itu, sebagian besar temanya tentang implementasi pengabdian kepada Tuhan, sebagaimana yang diyakini oleh putra pensiunan tentara ini sebagai seorang nasrani.
Dan ini adalah pameran tunggalnya ke-10, termasuk yang sebelumnya pernah ditindakinya di Laurent and Christie Gallery, Singapura, sekaligus dipertontonkan dengan demo melukis.
Seperti pameran-pameran tunggal sebelumnya, kali ini Asri Nugroho masih tampil dalam format lukisan berukuran besar-besar.
Tentang style lukisannya kenapa menggunakan idiom logam, gelembung, dan pecahan kaca, Asri Nugroho Nus Pakurimba menjelaskan :
Saya melukis dengan banyak menggunakan simbol-simbol sebagai salah satu bentuk kreativitas.
Patahan-patahan metal, logam-logam, sebagai simbol belenggu yang sudah dipecahkan; kaca sebagai simbol kejujuran; dan gelembung-gelembung saya simbolkan roh kudus (air).
Sementara itu, untuk pameran bersama yang diikuti Asri Nugroho NP sudah lebih dari 60 event, termasuk yang berlangsung di luar negeri, semuanya berlangsung di museum : Korea Selatan, Jepang, Philipina, Singapura, dan di China.
Pernah juga pameran keliling ke sejumlah negara ASEAN.(AM).

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi