
SURABAYA-KEMPALAN: Pemkot Surabaya mendorong masyarakat untuk menjaga keamanan dan kenyamanan kampung di Kota Pahlawan. Hal ini untuk menekan terjadinya aksi kriminalitas, terutama pencurian kendaraan bermotor.
Salah satunya bekerjasama dengan Polrestabes Surabaya untuk menugaskan satu petugas polisi di setiap RW. Selain itu, pemkot juga menugaskan Satpol PP hingga petugas pemadam kebakaran.
“Jadi nantinya polisi RW itu bertanggung jawab (menjaga keamanan di setiap RW), sehingga kalau polisi RW ini jumlahnya terbatas, satu polisi memegang berapa RW, maka di setiap RW itu ada pengampuhnya. Apakah itu dari Satpol-PP, apakah itu dari PMK, tapi semua itu kan ada pengampuhnya di bawah komandonya polisi RW,” kata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat menghadiri Forum Grup Discussion Wawasan di salah satu kantor media radio lokal Surabaya, Rabu (4/6).
Agar semakin aman, pemkot akan menyiapkan anggaran untuk pemasangan portal di sejumlah perkampungan di Surabaya. Disamping itu, warga Surabaya diminta untuk berpartisipasi menyiapkan satu orang petugas keamanan kampung.
Pasalnya, pemkot tidak bisa jika harus bekerja sendiri menjaga keamanan perkampungan. Maka dari itu dibutuhkan gotong royong serta dukungan warga untuk turut serta menjaga perkampungan.
“Di situlah saya berharap, dibutuhkan gotong royong dan kebersamaan. Nanti bisa menggunakan iuran kampung untuk keamanan dan penjaganya, kalau ada portalnya tapi nggak ada penjaganya ya sama saja,” ujar Wali Kota Surabaya yang akrab disapa Cak Eri itu.
Dikatakan, pemkot bersama Polrestabes Surabaya akan terus melakukan sosialisasi terkait keamanan masyarakat di perkampungan. Ia juga berharap kepada awak media untuk turut serta melakukan sosialisasi dan mengedukasi masyarakat terkait keamanan di perkampungan.
“Jadi setiap RW wajib (menjaga keamanan), tidak hanya diportal tapi ada yang menjaga. Kita kan sudah memberikan dana operasional untuk RW dan RT serta LPMK, apakah dana itu digunakan untuk operasional penjagaan ya monggo saja,” ucap Cak Eri.
Cak Eri menargetkan, dalam waktu dekat akan mengumpulkan seluruh Ketua RW untuk menyosialisasikan keamanan perkampungan di Surabaya. Setelah dilakukan sosialisasi, diharapkan program keamanan kampung ini bisa berjalan paling cepat pada Juli atau Agustus 2025.
“Karena saya, Pak Kapolres, dan Pak Dandim juga ingin bagaimana Surabaya terasa aman. Tapi yang pasti tadi, kalau memang penjaga kampung membutuhkan biaya, tapi yang dahulu penjaga kampung tidak membutuhkan biaya, maka kalau bisa warga ada yang bergantian menjaga kampung,” harapnya.
Di samping itu, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan mengatakan, polrestabes akan berkolaborasi bersama pemkot menjaga keamanan Surabaya. Kombes Pol Luthfie menerangkan, langkah yang akan dilakukan adalah melakukan pemasangan portal di setiap kampung. Selain itu, polrestabes bersama pemkot akan meningkatkan patroli bersama tiga pilar.
“Bahwa prinsipnya bagaimana menghilangkan kesempatan. Itu yang pertama dengan portal, dengan peningkatan patroli, dengan tiga pilar yang kita giatkan. Tetapi juga saya katakan, bahwa menghilangkan niat juga menjadi satu hal yang tidak bisa dinafikan,” kata Kombes Pol Luthfie.
Selain itu, Luthfie juga menegaskan, dalam menjaga keamanan juga perlu melibatkan tokoh masyarakat serta melakukan edukasi kepada masyarakat. “Tidak saja mengedukasi supaya tidak menjadi pencuri, tapi juga mengedukasi bahwa memiliki kendaraan tanpa surat itu juga menyerupakan aib,” tegasnya.
Luthfie mengungkapkan, berdasarkan data dari kepolisian sepanjang tahun 2025, sebanyak 80,4 persen motor hasil curian mengarah atau dilarikan ke Pulau Madura. Selain Pulau Madura, Luthfie menerangkan, wilayah seperti Kabupaten Gresik, Pasuruan, hingga kawasan Tapal Kuda juga menjadi tujuan pelarian sepeda motor hasil curian.
“Jadi dari hasil pelaku yang kita tangkap kita lakukan screening tujuannya ke mana saja, itu data yang kita dapat (80,4 persen) itu dari awal 2025 sampai sekarang,” ungkap Luthfie.
Luthfie menambahkan, Polrestabes Surabaya terus melakukan penindakan hukum terhadap para pelaku curanmor. Ia menyebutkan, Tim Reskrim dalam satu pekan bisa menangkap rata-rata 10 pelaku aksi curanmor.
“Beberapa upaya kita lakukan, penegakan hukum kita lakukan dalam satu minggu rata-rata menangkap 10 pelaku curanmor,” pungkasnya. (Dwi Arifin)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi