
SUABAYA-KEMPALAN: Gubernur Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong agar masjid-masjid yang ada di wilayah setempat bisa menjadi pusat kesejahteraan umat. Dia juga berharap kegiatan Dewan Masjid bisa memberikan penguatan pada program penyejahteraan, pemakmuran. Tidak hanya masjidnya, tapi juga jamaahnya.
Hal ini disampaikan Khofifah usai membuka secara resmi Musyawarah Wilayah (Muswil) VIII Pengurus Wilayah Dewan Masjid Indonesia (PW DMI) Jawa Timur di Surabaya, Sabtu (24/5) sore.
Khofifah mengharapkan DMI bisa memperkuat dakwah bil mal sebagai bagian dari program pemberdayaan ekonomi umat berbasis masjid.
“Saya berharap bahwa kegiatan Dewan Masjid akan memberikan penguatan pada program penyejahteraan, pemakmuran, ya masjidnya, ya jamaahnya,” katanya.
Maka, lanjut Khofifah, dakwal bil lisan sudah dikuati dengan dakwal bil hal, dan sekarang dikuatkan lagi dengan dakwal bil mal.
“Jadi, dakwal dengan lisan semua sudah melakukan, dakwal bil hal juga sudah kuat, dan sekarang dakwal bil mal dengan harta benda,” jelas gubernur perempuan pertama di Jatim tersebut.
Karena itu, program-program pendekatan, kemakmuran, dan penyejahteraan itu yang dirinya minta tolong untuk menjadi program prioritas. “Ini kan Muswil, jadi nanti akan bisa dirumuskan,” pungkas Khofifah.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat DMI Rahmat Hidayat menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan program pemberdayaan terkait ekonomi umat berbasis masjid. Antara lain melalui program Rumah Wirausaha Masjid.
“Program ini sekarang sudah dimulai dalam bentuk pilot project dan akan diekskalasi ke seluruh wilayah Indonesia,” tuturnya.
Ia pun menegaskan bahwa ekosistem di masjid-masjid tersebut harus melibatkan pengurus, pengelola, pendiri, dan jamaah.
Rahmat mengatakan, pemberdayaan ekonomi melalui masjid akan menjadikan jamaah dan masyarakat sekitar lebih makmur. “Dakwah bil hal tetap jalan, dakwah bil lisan diperkuat, dan dakwah bil mal harus dimasifkan,” tegasnya.
Rahmat menambahkan bahwa penguatan ekonomi umat akan memperkuat ketahanan akidah dan ekonomi masyarakat. “Keberadaan masjid harus memberikan manfaat yang seluas-luasnya bagi masyarakat dan bangsa Indonesia,” tandasnya. (Dwi Arifin)
Gubernur Khofifah Berharap Dewan Masjid Bisa Perkuat Dakwah Bil Mal
SUABAYA-KEMPALAN: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong agar masjid-masjid yang ada di wilayah setempat bisa menjadi pusat kesejahteraan umat. Dia juga berharap kegiatan Dewan Masjid bisa memberikan penguatan pada program penyejahteraan, pemakmuran. Tidak hanya masjidnya, tapi juga jamaahnya.
Hal ini disampaikan Khofifah usai membuka secara resmi Musyawarah Wilayah (Musywil) VIII Pengurus Wilayah Dewan Masjid Indonesia (PW DMI) Jawa Timur di Surabaya, Sabtu (24/5) sore.
Khofifah mengharapkan DMI bisa memperkuat dakwah bil mal sebagai bagian dari program pemberdayaan ekonomi umat berbasis masjid.
“Saya berharap bahwa kegiatan Dewan Masjid akan memberikan penguatan pada program penyejahteraan, pemakmuran, ya masjidnya, ya jamaahnya,” katanya.
Maka, lanjut Khofifah, dakwal bil lisan sudah dikuati dengan dakwal bil hal, dan sekarang dikuatkan lagi dengan dakwal bil mal.
“Jadi, dakwal dengan lisan semua sudah melakukan, dakwal bil hal juga sudah kuat, dan sekarang dakwal bil mal dengan harta benda,” jelas gubernur perempuan pertama di Jatim tersebut.
Karena itu, program-program pendekatan, kemakmuran, dan penyejahteraan itu yang dirinya minta tolong untuk menjadi program prioritas. “Ini kan Muswil, jadi nanti akan bisa dirumuskan,” pungkas Khofifah.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat DMI Rahmat Hidayat menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan program pemberdayaan terkait ekonomi umat berbasis masjid. Antara lain melalui program Rumah Wirausaha Masjid.
“Program ini sekarang sudah dimulai dalam bentuk pilot project dan akan diekskalasi ke seluruh wilayah Indonesia,” tuturnya.
Ia pun menegaskan bahwa ekosistem di masjid-masjid tersebut harus melibatkan pengurus, pengelola, pendiri, dan jamaah.
Rahmat mengatakan, pemberdayaan ekonomi melalui masjid akan menjadikan jamaah dan masyarakat sekitar lebih makmur. “Dakwah bil hal tetap jalan, dakwah bil lisan diperkuat, dan dakwah bil mal harus dimasifkan,” tegasnya.
Rahmat menambahkan bahwa penguatan ekonomi umat akan memperkuat ketahanan akidah dan ekonomi masyarakat. “Keberadaan masjid harus memberikan manfaat yang seluas-luasnya bagi masyarakat dan bangsa Indonesia,” tandasnya. (Dwi Arifin)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi