ROMA-KEMPALAN: Karier Sergio Conceicao di dunia sepak bola tidak dapat dipisahkan dengan kota Roma. Baik ketika masih aktif sebagai pemain atau setelah pensiun banting setir jadi pelatih.
Di kota Roma, Conceicao semasa muda mengawali kariernya sebagai pesepakbola pro di SS Lazio. Klub berjuluk Il Biancoceleste itu jadi klub luar Portugal pertama yang dia bela dalam kariernya.
Datang ke Lazio pada 1998, Conceicao turut membawa klub tersebut merebut scudetto Liga Italia dan Coppa Italia pada musim 1999—2000. Ketika itu umurnya baru 26 tahun. Bukan hanya itu. Bersama Lazio juga dia menjuarai ajang Eropa, Piala Winners’ 1998—1999 dan Piala Super Eropa 1999.
Secara keseluruhan, Conceicao merasakan enam gelar juara dalam dua periodenya main untuk Lazio. Dari keenam gelar tersebut, dua di antaranya dia dapatkan di dalam Coppa Italia. Satu gelar lagi dia dapatkan pada 2003—2004.
Apesnya setelah menjadi allenatore (baca: pelatih), kariernya malah gagal di kota Roma. Kamis dini hari WIB (15/5), Conceicao gagal memenangi trofi pertama bagi AC Milan di tanah Italia.
BACA JUGA: Dikalahkan AC Milan, Inter Milan Gagal Treble Winners
Kegagalan pertamanya juga terjadi dalam ajang Coppa Italia. Dalam final yang digelar di Stadio Olimpico, Roma, Conceicao gagal membawa ACM menyabet gelar tersebut. Dalam laga final, ACM dipecundangi Bologna FC 0-1.
Gol semata wayang Rossoblu (julukan Bologna) diciptakan Dan Ndoye pada menit yang ke-53. Conceicao gagal membawa ACM comeback dari ketinggalan, seperti dia berhasil membalikkan keunggulan Bologna 1-0 jadi kemenangan 3-1, akhir pekan lalu (10/5).
’’Sejak aku tiba di Milan aku sudah berusaha melakukan yang terbaik yang aku mampu,’’ sebut Conceicao, dalam konferensi persnya setelah gagal memenangi Coppa Italia pada musim pertamanya.
Kekalahan tersebut mengakhiri streak menang Rossoneri (julukan ACM) dalam semua ajang sejak 24 April lalu. Termasuk saat mengalahkan Inter Milan pada derbi Milan yang berbalut second leg semifinal Coppa Italia (24/4).
Dengan gagal memenangi Coppa Italia, ACM melewatkan peluang lolos ke fase League di Liga Europa musim depan. Praktis Conceicao pun harus berupaya mencari tiket ke ajang Eropa lewat jalur klasemen Liga Italia.
Minimal, membawa ACM bersaing untuk memperebutkan satu spot ke babak playoff Liga Konferensi Europa di musim depan. Bersaing dengan dua klub wakil kota Roma, AS Roma dan mantan timnya, Lazio. (YMP)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi