Diusulkan Jadi Cawali di Pilkada Surabaya, AH Thony: Gak Ngomong Salah,  Ngomong pun Salah..

waktu baca 2 menit
AH Thony

SURABAYA-KEMPALAN: Menjelang dibukanya pendaftaran bakal calon kepala daerah  pada Agustus 2024, warga Surabaya yang mengatasnamakan Relawan Pendukung Prabowo (Pendowo) mendatangi rumah Ketua Dewan Penasihat Partai Gerindra Surabaya BF Sutadi untuk bersilaturahmi, Sabtu (29/6).

Pada kesempatan tersebut para relawan mengusulkan agar dalam Pilkada Surabaya nanti Koalisi Indonesia Maju (KIM), salah satunya Partai Gerindra, mempunyai calon sendiri untuk diusung.

Menanggapi hal itu, Sutadi pun mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan oleh para relawan. Ia
berharap Partai Gerindra Surabaya dan Provinsi segera
memilih kader terbaiknya untuk maju di Pilkada Surabaya.

Sutadi sendiri mengusulkan nama AH Thony yang kini menjabat Plt. Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya sebagai calon wali kota (cawali) Surabaya. “Saya mengusulkan nama AH Thony sebagai bakal cawali Surabaya. Sebab dia mempunyai kompetensi yang bisa diterima oleh warga Surabaya,” katanya.

Para relawan pun sepakat demgan usulan Sutadi dan siap mendukung pencalonan AH Thony sebagai cawali Surabaya. Dan Sutadi berjanji akan membawa aspirasi dari para relawan tersebut ke DPC, DPD, dan DPP. Pasalnya, sesuai UU calon yang diusung DPC Kabupaten/Kota dan DPD Provinsi harus mendapat rekomendasi dari DPP.

Sutadi juga menyatakan siap mendorong AH Thony untuk maju di Pilkada Surabaya dan  siap berjuang serta memenangkan AH Thony jika sudah mendapat rekom dari DPP.

Sedang mengenai  pasangan AH Thony di Pilkada Surabaya, relawan mengajukan Richard Handiwiyanto, advokat muda yang merupakan kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Kebetulan, sebelumnya Richard yang merupakan putra dari pengacara kondang George Handiwiyanto ini sudah mendaftar sebagai cawawali Surabaya lewat DPC PSI Surabaya.

Sementara AH Thony ketika dikonfirmasi hanya tersenyum. Dia terkesan agak bingung untuk menjawab. Namun, sambil menghisap rokok dan geleng-geleng kepala ia pun memberi jawaban singkat. “Gak ngomong salah, ngomong pun salah,” ujarnya lirih. “Bahaya iki,” tambahnya, tanpa bersedia memberi komentar lanjutan. (Dwi Arifin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *