Perkuat Peran Pelayanan Penyelenggara Pemilu, KPU Jatim Gelar Pelatihan Kehumasan dan Protokol

waktu baca 2 menit
Anggota KPU Jatim Gogot Cahyo Baskoro memberikan sambutan saat pembukaan Pelatihan Kehumasan dan Protokol, Selasa (12/12).

MALANG-KEMPALAN:  Memperkuat peran pelayanan bagi Penyelenggara Pemilu, Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Timur (KPU Jatim) melalui Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Partisipasi Masyarakat (Sosdiklih Parmas) menggelar Pelatihan Kehumasan dan Protokol, Selasa (12/12).

Rangkaian pembukaan berlangsung mulai pukul 14.00. Hadir sebagai peserta, perwakilan sekretariat dari KPU Jatim dan KPU Kabupaten/Kota, masing-masing terdiri dari Divisi Sosdiklih, Parmas, dan SDM.

Pelatihan tersebut penting diselenggarakan, mengingat kapasitas kehumasan dan keprotokolan sangat perlu dimiliki setiap lembaga. 

“Pelatihan potokol jangan dimaknai sebatas pembawa acara atau aktivitas lain yang berkaitan dengan melayani tamu. Tapi protokol lebih dari itu, bagaimana kita bersikap dan berperilaku yang menjunjung tinggi terhadap forum dan orang lain menjadi bagian dari adab dalam bergaul,” kata Anggota KPU Jatim Gogot Cahyo Baskoro saat memberikan sambutan.

Dalam tiga hari ke depan, lanjut Gogot, peserta akan mendapatkan berbagai materi. Sesi pertama yaitu berkaitan dengan public speaking. Gogot beranggapan skill mengenai public speaking penting pula bagi komisioner, sehingga ketika didaulat menjadi narasumber selalu siap.

Para peserta Pelatihan Kehumasan dan Protokol.

“Berbicara itu mudah, menyampaikan materi itu mudah, tapi bagaimana berbicara dan menyampaikan materi untuk bisa diperhatikan dengan baik oleh audiens itu perlu terus dipelajari,” katanya.

Berikutnya, masih kata Gogot, peserta juga dibekali dengan materi keprotokoleran dan MC formal. Maka sengaja, hari ini peserta yang dihadirkan ialah orang-orang yang biasa menangani kegiatan. Bagi komisioner, ke depan juga dapat melakukan evaluasi terhadap kompetensi dan kinerja staf saat memanajemen kegiatan.

Tak kalah seru, materi berikutnya yaitu service excellence dan grooming. Gogot mengatakan grooming ini teknik bagaimana membangkitkan suasana atau forum.

“Nah ini sangat menarik, sebagai lembaga layanan, utamanya kepada peserta pemilu, pemilih, stakeholders dan masyarakat luas, penyelenggara pemilu dituntut untuk memberikan layanan lebih dari standar,” kata mantan penyiar radio Soka tersebut.

Pelatihan berlangsung selama tiga hari ke depan, hingga Kamis, 14 Desember 2023. Selama kegiatan, KPU Jatim menggandeng Event Organizer kenamaan di Jatim, WePro Communication.

Forum tidak hanya berbasis teori dan materi, tapi peserta juga akan diajak praktek secara langsung. Pada hari terakhir, untuk memperkuat sinergisitas antar penyelenggara, seluruh peserta akan mengikuti capacity building berupa outbond. (Dwi Arifin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *