Rabu, 13 Mei 2026, pukul : 01:36 WIB
Surabaya
--°C

Ditetapkan Sebagai UGGp, Geopark Ijen Diharapkan Dongkrak Kunjungan Wisatawan di Jatim

BANYUWANGI-KEMPALAN: Kawasan Wisata Gunung Ijen dinobatkan sebagai UNESCO Global Geopark (UGGp). Penetapan  taman wisata geologi yang terletak di dua wilayah, yakni Kabupaten Banyuwangi dan Bondowoso, sebagai UGGp tersebut dilakukan dalam sidang tahunan di Markas UNESCO di Paris, Prancis, Rabu, 24 Mei 2023 lalu.

Penyerahan sertifikat resmi kepada pengelola Ijen Geopark rencananya akan dilaksanakan pada  September 2023 di Maroko.

“Sebuah kebanggaan yang luar biasa, satu lagi obyek wisata geologi di Jatim dinobatkan sebagai UGGp,” kata Muhammad Yasin, Kepala Bappeda Jatim sekaligus Ketua Pengelola Geopark Ijen
dalam sambutannya di acara Geopark Ijen Summit 2023 Banyuwangi – Bondowoso yang diikuti para wartawan Kelompok Kerja (Pokja) Grahadi, Jumat (7/7), malam 

Menurut Yasin,
UNESCO Global Geopark dimulai pada tahun 2004 ketika UNESCO secara resmi meluncurkan konsep Global Geopark di Konferensi Jaringan Global Geopark di Yunyang, China. Pada tahun yang sama, UNESCO menetapkan empat Global Geopark pertama di Eropa. Sejak saat itu, jumlah dan cakupan UNESCO Global Geopark terus tumbuh di seluruh dunia.

Lebih lanjut Yasin menjelaskan, UGGp  memiliki kriteria yang ketat yang harus dipenuhi dalam mengelola sumber daya geologi dan nilai budaya. Mereka juga bekerja sama dengan stakeholder setempat, komunitas, dan pemerintahan untuk merancang proyek-proyek yang bertujuan untuk mengembangkan potensi geologi, memberikan manfaat ekonomi, dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya sumber daya geologi.

“Selain itu, UNESCO Global Geopark juga memiliki program edukasi dan sosialisasi yang sangat baik, termasuk pelatihan-pelatihan dan penelitian yang bertujuan untuk memperdalam pengetahuan masyarakat tentang nilai geologi yang tersimpan di sekitar mereka. Dari sudut pandang lingkungan, UNESCO Global Geopark juga menjadi model dalam menjaga kelestarian lingkungan konservasi sumber daya alam, dan mempromosikan praktik-praktik yang berkelanjutan,” terangnya.

Secara keseluruhan, program UGGp adalah suatu perwujudan yang sangat positif dari usaha bersama antara lembaga internasional, stakeholder setempat, dan masyarakat dalam menjaga, memanfaatkan, dan mengembangkan sumber daya geologi dan budaya dari seluruh penjuru dunia Kondisi Eksisting Geopark di Jawa Timur.

Saat ini di Provinsi Jawa Timur terdapat 2 (dua) geopark berstatus UGGp/UNESCO Global Geopark, yakni Gunungsewu dan Ijen.

Untuk Ijen Geopark lebih istimewa karena wilayahnya 100 persen ada di Jatim. Dan ini tentunya, menjadi kebanggaan bukan hanya masyarakat Jawa Timur tapi juga Indonesia.

Yang membanggakan lagi, Ijen Geopark dinyatakan lulus sidang Council UNESCO yang digelar di Provinsi Satun, Thailand, pada 5 September 2022 dengan nilai terbaik di antara geopark lain.

Saat proses assessment, Geopark Ijen memperoleh skor 873. Hingga saat ini capaian skor tersebut masih merupakan capaian tertinggi di antara aspiring UNESCO Global Geopark di Indonesia, yaitu Geopark Belitung dengan nilai skor 850, maupun Geopark Maros Pangkep dengan skor 869.

Geopark Ijen memperoleh skor tertinggi dari calon Geopark lain di Indonesia dengan keunikan geologi, biologi, budaya serta fenomena alam Blue Fire dalam kawasan Gunung Ijen. Hal ini membuat Geopark Ijen menjadi pesona yang di akui dunia.

Yasin berharap, sesuai arahan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, status baru Gunung Ijen tersebut  akan berdampak siginifikan bagi daya tarik wisata Gunung Ijen, baik wisatawan mancanegara maupun nusantara. “Sehingga dapat mendongkrak  perekonomian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jawa Timur,” katanya.

Dia juga menjelaskan bahwa UGGp merupakan salah satu program penting yang dimaksudkan oleh UNESCO untuk melestarikan dan mengembangkan sumber daya geologi dunia.

“Program ini sangat penting untuk mengedukasi masyarakat tentang kekayaan geologi di sekitar mereka dan betapa pentingnya sumber daya tersebut dalam kehidupan manusia,” tandasnya.

Yang jelas, dengan adanya pengakuan dari UNESCO, maka seluruh situs geologi, budaya, dan hayati yang dimiliki Ijen akan dipromosikan langsung oleh UNESCO. Sehingga Ijen UGGp akan semakin dikenal luas secara internasional dan meningkatkan kunjungan pariwisata.

Selain itu juga terbangun jejaring antar UGGp, sehingga membuka peluang kerjasama di berbagai bidang pendidikan, ekonomi, tenaga kerja, budaya, dan lainnya.  Tidak hanya di level nasional namun juga di level global. (Dwi Arifin)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.